End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 30


__ADS_3

" Syaratnya kakak tidak boleh menyentuhku saat kita tidur bersama. "


' Apa apaan ini? Tadi saja dia membolehkan aku memegang tanganya. Dia juga terlihat sangat senang. Tapi kenapa tiba tiba dia seperti ini. Memangnya aku akan menyerang dia saat dia tertidur. Aku kan suaminya. Masa tidak boleh memegang tanganya sambil tidur. ' Batin Sagar.


" Kita tidur terpisah saja. Kamu boleh datang ke kamarku pagi pagi. " Sagar berbalik dan pergi ke kamarnya.


" Tuh kan, dari awal aku sudah mengira kalau kakak sama saja dengan yang lain. Tujuan kakak adalah untuk menyentuh tubuhku bukan seperti yang aku harapkan. " Gumam Nadira.


" Ada apa? " Tanya Sagar tanpa ekspresi.


" Apa? Kenapa kakak melihatku seperti itu. "


" Memangnya kenapa? Aku biasa saja. "


" Itu, tatapan kakak sangat menakutkan. Sudah aku bilang jangan seperti itu kan. "


" Hoh. Terserah kamu saja. " Sagar kembali berjalan


" Asal kamu tau! Kita ini sudah menikah. Jadi sudah sewajarnya kita melakukan sesuatu seperti layaknya suami istri. "


" Seperti suami istri bagaimana yang kakak maksut? " Nadira menghadang langkah Sagar.


" Ya kita seharusnya lebih dekat lagi. Seperti suami istri sungguhan. "


" Kita kan sekarang sudah lebih dekat. "


" Tapi kita kan belum melakukan hubungan suami istri. " Sagar semakin menggoda Nadira.


" Apa sih. " Nadira pergi ke kamar, meninggalkan Sagar sendirian.


' Padahal, aku ingin sekali membelai rambutnya, melihatnya tidur. Hanya sekedar itu saja. Tapi dia selalu berfikir yang tidak tidak. ' batin Sagar.


Nadira menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Dia mengambil guling dang memeluknya dengan erat.


" Apa sih? Hubungan suami istri katanya. " Nadira memikirkan ucapan Sagar tadi. Dia membenamkan diri di bantal karena merasa malu dan gemas.


" Kenapa kakak agresif sekali sih. Aku tidak bisa tidur hari ini gara gara si Sagar itu. " Pikir Nadira.


****


Sagar fokus menatap komputer yang ada di hadapan nya, setelah itu dia kembali memeriksa beberapa dokumen yang ada di sampingnya.


Kriinggg..


Suara telfon dari meja Sagar yang terhubung langsung dari resepsionis.


" Iya ada apa? " Tanya Sagar.


" Ini pak. Ada ibu Karina yang katanya ingin menemui bapak. '


' Ada apa dia tiba tiba datang kemari? ' pikir Sagar.

__ADS_1


" Biarkan dia naik ke atas. "


" Baik Pak. "


Sagar tersenyum mendengar kedatangan orang yang ia harap kan.


Karina menunggu di ruang tunggu resepsionis. Untuk mendapat kabar dari Sagar.


' Beraninya mereka menyuruhku menunggu di sini! Apa mereka tidak tau aku ini siapa. ' Batin Karina menahan emosi.


" Bu, pak Sagar ada di ruangan nya. Ibu di minta Naik ke atas untuk menemuinya. Mari saya antar ke atas. "


" Iya. " Jawab Karina angkuh.


Tok tok tok..


Staf resepsionis membukakan pintu dan Karina langsung masuk ke dalam.


" Selamat pagi tuan. " Sapa Karina sopan.


Sagar memutar kursi kerjanya menghadap Karina.


" Duduk. " Jawab Sagar datar.


" Ada apa anda datang kemari sepagi ini? "


" Tidak tuan. " Karina duduk di kursi depan meja kerja Sagar.


" Jika tidak ada untuk apa repot repot datang kemari. "


Sagar menatap dingin ke arah Karina.


" Cepat katakan! Aku sedang sibuk. "


" Itu, apa tuan tau jika selama ini Nadira memiliki laki laki lain? "


Raut muka Sagar berubah jadi dingin.


' Pernikahan dia seperti cinderella, jika aku melakukan semua ini. Hubungan di anatara mereka pasti akan renggang. Dan Sagar akan muak kepada Nadira. Dia pasti akan membuang nya begitu saja. Lihat saja raut mukanya seperti mau marah. ' Pikir Karina bangga.


" Iya, aku melihatnya pergi dengan pria simpanan nya. "


" Pfffft.. Hahahahaha. " Tawa Sagar menggema di ruangan.


' Kenapa dia malah tertawa. Apa dia sudah gila karena frustasi dengan kenyataan ini? " Batin Karina.


" Anda bicara apa? Saya pikir anda datang kemari ingin minta maaf kepadaku secara langsung. " Kata Sagar serius.


' Ingin sekali ku robek mulut itu. ' Batin Sagar menahan emosi


" Sebenarnya ini bukan saat nya anda mengatakan hal ini kepadaku. Saya sudah mendengar semua kabar yang terjadi kemarin. Anda malah bicara untuk menyalahkan Nadira. " Sagar tersenyum kecut.

__ADS_1


" Saya sudah pernah mengatakan kepada Anda sebelum saya menikahi Nadira. Jangan pernah Anda menyentuh wanita saya. Tapi saya rasa Anda tidak mengindahkan kata kata saya. Padahal waktu itu saya meminta dengan sangat sopan. " Kata Sagar dingin.


' Kenapa dia bereaksi seperti ini? Harusnya dia marah. Sagar terkenal dengan harga dirinya yang tinggi. Dia tidak akan membiarkan istrinya berselingkug dengan orang lain kan? ' Karina mulai berkeringat. Dia tidak bisa mengatakan hal apa pun.


Braukk!


Sagar melempar map biru di depan Karina.


" Dari pada urusan itu, silahkan Anda cek isi maap itu. " Karina membuka isi maap itu dan dia langsung kaget melihatnya.


" Hasil laporan keuangan Mall Star. " Pikir Karina yang benar terkejut.


" Saya sudah tau semuanya. Apa hubunganmu dengan kepala mall itu. Saat ini kepala mall Star sedang di selidiki polisi. Anda tenang saja. "


' Bagaimana pria ini bisa tau semuanya. Bagaimana dia bisa tau tentang hubungan ku dengan Dimas, kepala mall Star. ' Karina. Mulai hawatir.


Karina mengenang, dulu dia meminta Dimas agar berbuat curang soal laporan keuangan di Mall Star. Karina mengandalkan kekuasaan suaminya untuk melakukan itu. Dia tidak menyangka Sagar bisa mengetahui ini semua. Bahkan suaminya sendiri belum tentu mengetahui hal ini.


' Sejak kapan Pak Dimas di selidiki polisi? Aku bahkan tidak mendengar hal itu sama sekali. Kenapa Ceo besar seperti Sagar bisa lebih tau dariku? ' Batin Karina.


" Mulai saat ini aku tidak akan meminta apa pun darimu! Saya sangat tidak suka ada yang menjelekkan tentang istri saya! Apa lagi menghormati nya karena terpaksa. Sekarang urus saja urusan anda sendiri. Sekarang keluar dari sini! " Sagar mengusir Karina dengan tidak hormat.


Tanpa bisa berkata apa pun, Karina keluar dari ruangan Sagar.


" Jadi dia sama sekali tidak mempercayai omonganku. " Karina menatap ruangan Sagar.


" Iya, karena omonganku tidak ada buktinya kan. Tapi kamu pikir aku akan menyerah semudah itu? Lihat saja nanti. " Karina menggertakkan giginya dengan marah.


***


Sagar kembalimenyelesaikan pekerjaanya dengan segera mungkin, pikiran nya tidak tenang setelah mendengar ucapan dari Karina.


' Aku harus cepat membereskan ini semua. Setelah itu aku akan menemuinya. ' Batin Sagar.


" Halo? Kamu ada di mana? "


Sagar berjalan menyusuri halaman kampus Nadira.


" Aku sedang makan siang di caffe lorena depan kampus. " Jawab Nadira.


" Aku sekarang ada di depan kampusmu. "


' Bisa bisanya dia makan siang tanpa mengajakku. ' Batin Sagar.


" Kenapa tidak bilang dulu kalau mau datang ke kampus. "


" Tidak, tadi aku kebetulan hanya lewat. Aku tunggu di depan kelas mu. "


" Baiklah, setelah makan aku akan pergi ke sana. "


Sambungan telfon terputus. Sagar tidak pergi ke kelas Nadira, melainkan pergi ke caffe lorena yang ada di sekitar kampus.

__ADS_1


Setelah melihat papan nama itu, Sagar berjalan ke arah sana dan ingin memantau Nadira dari kejauhan.


Bersambung....


__ADS_2