
"Pffftttt! " Pria itu menahan tawanya. Nadira memandangnya heran.
" Iya, iya.. Aku hanya bercanda. Oke deh aku berhenti mengganggumu. Ngomong ngomong ada apa? Aku tidak memanggilmu tadi. Malah kamu yang memanggilku. "
" Ah itu, soal di butik kemarin. Terimakasih banyak ya. Aku hampir saja di tuduh sebagai pencuri. Entah bagaimana, tiba tiba kamu datang di waktu yang tepat seperti itu, kamu membantuku. Aku pikir kamu itu adalah dewa dari langit yang datang untuk membantuku. "
" Hahahaha! Kamu bisa saja. Oiya, sepertinya kamu harus lebih hati hati sama wanita itu. "
" Wanita itu? "
" Iya wanita yang ada di butik waktu itu. Sepertinya dia sangat berbahaya. "
' Ah ternyata dia. Aku selalu memandangnya sama seperti dulu kalau dia adalah nyonya besar, orang yang paling ku takuti untuk di hadapi. ' Batin Nadira.
" Ah iya, aku pasti akan berhati hati. "
" Kamu harus mengumpulkan banyak kekuatan untuk menghadapinya. Siapkan dirimu mulai sekarang. "
" Ah iya, terimakasih banyak sudah menasihatiku dan terimakasih sudah membantuku. " Kata Nadira tulus.
" Iya sama sama. Kalau begitu aku pergi dulu, kita pasti akan bertemu lagi. "
" Bertemu lagi? "
" Iya, sama seperti di restoran, di butik dan sekarang ini. Kita pasti akan ketemu lagi. Sampai jumpa. "
Nadira bengong mengingat kembali saat pertama ia bertemu dengan lelaki itu yang secara tiba tiba dan di butik serta saat ini. Ini sama sekali tidak ada di kejadian masa lalunya.
' Siapa sebenarnya dia? ' Lamun Nadira.
" Nadira! " Sagar memeluk Nadira dengan erat.
" Ah. " Nadira bangun dari lamunannya.
" Kamu kemana saja? Aku dari tadi mencarimu! " Kata Sagar khawatir.
" Kakak kan bisa menelfon ku. "
" Coba lihat HP mu. "
Nadira melihat ponsel nya yang telah mati.
" Ah iya, mungkin batrainya habis. " Nadira celingukan kesana kemari mencari keberadaan pria itu.
" Kamu kenapa? Seperti mencari seseorang?"
" Ah tidak, apa kakak tadi tidak melihat pria yang tengah ngobrol denganku? "
" Pria? Pria yang mana? "
" Yang barusan ngobrol denganku kak. "
__ADS_1
" Dari tadi aku melihatmu sendirian di sini. "
' Kemana perginya orang itu? ' Batin Nadira.
"Nadira kamu kenapa? Aku sangat khawatir. Aku mencarimu selama satu jam. "
" Satu jam? " Tanya Nadira heran.
" Iya, aku hampir putus asa dan ingin pergi ke pusat informasi, untuk mencarimu lewat sumber suara. "
' Aneh, aku merasa meninggalkan kakak hanya sepuluh menit. Tapi kenapa kakak bilang satu jam? Seperti pergi ke alam lain saja. ' Batin Nadira heran.
" Kamu jangan jauh jauh dariku lagi ya. Pokoknya jangan menghilang saat bersamaku. " Crocos Sagar tiada henti. Nadira memandang Sagar dengan perasaan sangat bahagia. Dia tersenyum dan merangkul lengan Sagar dengan perasaan sangat nyaman.
" Iya, aku tidak akan pergi jauh. " Jawab Nadira.
" Apa kamu lapar? " Tanya Sagar. Nadira hanya menganggukkan kepalanya.
****
" Tadi telfon dari ayah pasti sangat penting? Apa ada masalah kak? Jika ayah menelfon pasti ada hal darurat. Iya kan?" Tanya Nadira di sela sela makan nya.
" Nanti aku akan kembali ke Kepatihan dan menyelesaikan segalanya. "
" Oh. "
" Kamu mau minum anggur denganku? "
" Tenang saja, ada aku di sini. Aku pasti akan menjagamu. "
" Bagaimana bisa? Kalau aku minum anggur kakak juga minum anggur terus siapa yang menjaga kakak? Aku kan harus memastikan keselamatan kakak. "
" Hahaha, aku merasa jadi seseorang yang paling berharga di dunia ini jika berada di dekatmu. "
" Memang seperti itu kok. Kakak adalah orang yang paling berharga dalam hidupku. "
" Bukan berarti hidupmu tidak penting. Kamu harus lebih menghargai kehidupan mu terlebih dahulu. Untukmu hidupmu lah yang paling penting ingat itu. "
' Entah lah kak, aku tidak bisa membayangkan jika aku terpisah darimu. Bagaimana kehidupan ku tanpamu. ' Batin Nadira.
Ia kembali melamun mengingat kembali kejadian kelam yang ia alami semenjak ia kecil. Di umurnya yang masih empat tahun, dia sudah merasakan kekerasan fisik dari nyonya rumah di mana ibunya bekerja yang membuat dia trauma sampai saat ini dengan orang itu. Ketika dia SMA dia harus mendapatkan kasus yang sama sekali bukan perbuatanya tapi dia harus menanggungnya. Dan dia harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai demi keluarganya agar terlepas dari keluarga Hairim. Kejadian yang membuatnya sangat menyakitkan adalah, ketika ia harus kehilangan suaminya karena menyelamatkanya dan ia baru mengetahui semua fakta sesungguhnya dari suaminya setelah suaminya tiada. Itu adalah guncangan terbesar dalam hidupnya.
' Maafkan aku kak, mungkin aku menghaeatirkan keadaan dan kesehatanmu itu karena ke egoisanku. Mungkin itu bukan untuk kebaikan mu. Itu justru untuk kebaikan ku. Aku melakukan itu, mungkin saja ingin menghapus kenangan buruk di saat aku menyaksikan mu meninggal secara tragis di hadapanku. Dan aku tidak ingin melihat kamu meninggal karena menyelamatkan aku. Maafkan aku, aku terlalu egois. ' Batin Nadira sedih.
" Aku akan menjagamu, tenang saja. Ayo minum ini denganku. " Sagar menuang anggur ke dalam gelas Nadira dan juga gelasnya.
" Baik lah. Aku akan minum ini sedikit saja. "
" Ciiirrrsss. " Kata Sagar dan Nadira bebarengan. Mereka meneguk anggur yang ada di gelas masing masing.
" Kak, tuangkan sedikit lagi! " Pinta Nadira.
__ADS_1
" Kamu yakin? "
" Iya, ini enak sekali. " Kata Nadira yang terus meneguk anggur sampai habis satu botol.
***
Sagar memapah Nadira masuk kedalam mobil taxi. Nadira mulai mabuk dan tidak sadarkan diri.
" Bilangnya tadi tidak mau! Tapi satu botol di habiskan sendiri. " Grutu Sagar.
Nadira menyandarkan kepalanya di bahu Sagar. Ia menggenggam tangan Sagar dengan erat.
" Harusnya suami istri itu hangat seperti ini. " Kata Nadira di balik ke tidak sadarannya.
" Iya. " Jawab Sagar.
' Dia lucu sekali ketika sedang mabuk. ' Sagar memandanginya dengan kagum.
" Kak, aku boleh meminta sesuatu. " Kata Nadira manja.
" Boleh, katakan. " Kata Sagar mencium kening Nadira.
" Kakak harus selalu terbuka denganku ya. "
"Tentu saja. " Sagar memeluk Nadira dengan mesra.
Sopir taxi melirik ke arah mereka dari kaca depan mobil.
' Dasar anak muda jaman sekarang! Bisa bisanya ber mesraan di dalam mobil seperti ini. Harusnya melakukanya di hotel saja. Apa tidak kasian denganku yang jomblo seperti ini. ' Batin Sopir taxi.
" Kak, ada rahasia yang ingin aku bicarakan."
" Rahasia? Apa itu? "
Nadira hanya diam saja, Sagar melirik ke arah Nadira yang ternyata sudah tertidur.
' Dia malah tertidur. Tapi apa yang dia maksud dengan rahasia? Apa dia menyembunyikan sesuatu dariku? Entahlah. Sikapnya sangat manis aku berharap saat dia mabuk seperti ini akan ada hal baru, tapi ternyata dia malah tidur. ' Batin Sagar dan tersenyum melihat ke arah Nadira.
" Selamat tidur. " Kata Sagar.
" Pak. " Panggil sopir taxi.
" Iya. "
" Apa benar, dia adalah istri bapak? "
" Memangnya kenapa? "
" Kok manggilnya seperti itu, tidak ada mesranya sama sekali. "
" Memangnya kenapa? Panggilan kakak kan wajar, bisa di gunakan walau sudah menikah. Lebih baik anda menyetir dengan benar. " Kata Sagar.
__ADS_1
Bersambung...