
"Aku tau, itu bukan kata kata Sagar yang sebenarnya kan?! Tapi itu kata katamu! "
" Hah? " Alesa terkejut dengan ungkapan Nadira, ia bahkan tidak bisa berkata kata.
" Tolong! Jangan membujuk ku lagi untuk bercerai, karena.. " Nadira menarik nafas terdalam nya.
" Karena, sampai kapan pun aku tidak akan melakukan nya. Aku tidak akan bercerai. "
" Nadira! Berani sekali ya kamu mengatakan itu semua kepadaku! Kalau aku sih tidak mau hidup seperti itu. Karena harga diriku terlalu ting.. "
" Alesa! " Bentak Sagar yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap Alesa yang menurutnya berlebihan.
" Sagar? " Alesa terkejut melihat kedatangan Sagar. Dia berdiri dan mendekati Sagar.
" Kapan kamu datang? Ayo bicara denganku sebentar. " Alesa memegang tangan Sagar yang langsung ia tepis.
" Aku tidak perlu membicarakan sesuatu dengan mu, kamu hanya perlu menjawab apa pun yang akan aku tanyakan. "
Alesa hanya bisa membuang muka.
" Apa benar kamu bilang kepada Nadir jika aku menikah dengan nya semata karena melindungimu? " Alesa hanya diam saja. Sagar mengusap wajahnya dengan kesal.
" Sejak kapan kamu memiliki pemikiran seperti itu? Alesa, dengar baik baik ya! Aku menikah dengan Nadira itu bukan karena melindungimu, pernikahan kami tidak ada sedikit pun menyangkut tentang dirimu. Bahkan seujung kuku pun tidak ada! "
Alesa menatap Sagar dengan sedih. Ia kecewa mendengar ucapan Sagar.
" Ini masalahku dengan Nadira. Kamu jangan ikut campur! "
__ADS_1
" Aku tau! Kamu menikah dengannya karena kasihan kan?! " Alesa berteriak dan menunjuk Nadira.
" Setelah nyonya Karina menampar dia, kamu langsung membawanya dan menikahinya karena kasihan kan? Aku tau karena kamu itu orang yang mudah bersimpati. "
" Alesa! Kamu tau dari mana cerita tentang Nyonya Karina? Aku tidak pernah menceritakan apa pun kepadamu. " Tanya Sagar dengan tajam.
" Jika kamu tidak ingin berbicara, lebih baik kamu pergi dari sini sekarang. Aku akan melupakan segalanya. Karena aku dan istriku ada yang ingin di bicarakan berdua. " Sagar berjalan mendekati Nadira.
" Sagar! " Alesa menatap Sagar dengan sedih.
" Kamu tidak boleh bicara seperti itu kepadaku! " Alesa pergi meninggalkan mereka berdua dengan perasaan kesal.
' Jadi, selama ini bukan kakak yang menceritakan kisah rumah tangga kami ke Alesa?' Batin Nadira, dia memandang Sagar dengan perasaan masih bingung. Sagar masih diam dan memandang ke arah Nadira. Sekarang giliran Nadira yang menunduk.
" Jadi ini alasan kamu selalu ingin bercerai denganku? " Sagar menahan kekecewaan nya.
" Bagaimana bisa aku bertanya dengan kakak? Tiga tahun yang lalu kakak sama sekali tidak pernah bicara sedikit pun kepadaku. Tapi kakak selalu bicara dan bersikap lembut terhadap Alesa. " Kata Nadira sedih.
" Setiap saat, bahkan berkali kali. " Nadira mengenang ingatan saat Sagar dan Alesa selalu hangat tiap kali bertemu. Terkadang pandangan itu membuat Nadira sakit hati karena dia sebagai istrinya saja tidak pernah di perlakukan seperti itu.
" Kakak selalu tertawa dengan Alesa. Pergi ketempat di mana Alesa berada. Jika Alesa menelfon walau pun itu di tengah malam kakak selalu pergi. Tapi, kakak selalu bersikap acuh kepadaku dan itu selalu kakak tunjuk kan di hadapan Alesa. Aku melihat itu semua dan aku juga sudah memastikan dengan mata kepalaku sendiri. Bagaimana aku bisa mempertanyakan hal itu kepada kakak? Kalau kakak mau aku bertanya! Sekarang aku tanya sama kakak. Apakah kakak suka dengan Alesa? Jika jawaban kakak iya, trus apa aku masih harus melanjutkan pernikahan ini untuk kedepan nya? " Nadira mencoba menguat kan hatinya untuk melanjutkan kata katanya.
" Alesa memang benar. Pernikahan kita itu palsu. Kita menikah karena tanpa ada perasaan. " Nadira sudah tidak bisa membendung air matanya. Ia menangis sedih jika mengingat kembali alasan pernikahan ini terjadi.
Sagar berjongkok di depan Nadira dan memegangi tangan nya. Berusaha membuat hati Nadira tenang.
" Aku sudah berulang kali bilang kepadamu. Ayo kita menjadi suami istri yang sebenarnya. Dan aku mengatakan hal itu berulang kali dengan jelas. Jujur saja, aku ingin melupakan tiga tahun yang lalu dan kita mulai dari awal kembali. "
__ADS_1
" Melupakan dan memulai kembali? "
Selama tiga tahun ini Nadira memilih untuk kembali hanya untuk berusaha melupakan kenangan buruk tentang kematian Sagar. Dan hidup nya ia fokus kan untuk keselamatan nya. Dia selalu berfikir dengan keras bagaimana cara nya bisa menyelamatkan Sagar. Tapi baginya yang menghalangi kata katanya bukan apa apa, semua itu karena Sagar.
" Aku benar benar tidak tau apa apa. Bahkan jika kakak bilang lupakan aku harus melupakan begitu? Dan jika kakak menyuruhku memulai semua kembali maka aku harus memulainya kembai? " Nadira berdiri dari duduk nya.
" Aku kira selama ini kakak sudah berubah. Tapi ternyata aku salah! " Nadira berjalan pergi meninggalkan Sagar.
" Alesa... " Sagar berdiri.
" Adalah adik dari teman ku. "
Langkah Nadira terhenti.
' Adik? ' Batin Nadira.
" Alesa adalah adik dari teman baikku. Karena itu aku memperlakukan dia dengan kusus. Dia meninggal saat berusia delapan tahun." Sagar terpaksa mengungkit luka di hatinya, walau pun berat dan sakit. Ia mencoba bicara dengan Nadira.
" Dan itu karena aku. "
Nadira sangat kaget mendengar ucapan Sagar barusan.
' Bagaimana bisa teman nya meninggal karena dia? ' Batin Nadira.
" Walau pun mereka berdua itu kembar, tapi sikap nya sangat berbeda dengan Alesa. Dia terlihat sangat supel dan polos, selain itu dia juga pintar bahkan dia tidak berlebihan seperti teman temanku yang lain, untuk itu aku selalu sedih jika berpisah darinya. Dia tinggal di panti asuhan dekat rumah ku yang dulu. Mereka yatim piatu. Aku selalu membagi apa pun yang aku punya kepadanya. Agar dia tidak kekurangan apa pun. Hingga suatu ketika aku sedang bermain dengan nya sepulang sekolah. Tiba tiba ada yang menculik kami berdua. Dan kami berdua di sekap di gudang di dekat hutan yang sangat jauh dari penduduk. " Sagar berjalan dan duduk di kursi makan.
" Saat aku sadar, kami berdua terikat di dalam gudang itu, aku berusaha membangun kan teman ku hingga dia tersadar. Kami berusaha sekuat tenaga mencari akal agar bisa lepas dari ikatan. Dan ketika ikatan kami berhasil lepas, entah bagaimana dan dari mana tiba tiba ada api yang menjalar begitu saja. Aku dan temanku berteriak minta tolong. Tapi sepertinya gudang itu kosong tidak ada orang. Aku pergi ke pintu dan pintu itu terkunci dengan rapat. Saat temanku melihat jendela dia berteriak memanggil ku, dan menyuruhku untuk keluar terlebih dahulu, dia menopangku,karena jendela itu sangat kecil dan tinggi, dan lebih mudah jika aku yang keluar lebih dahulu. Karena waktu itu tubuhku lebih kecil dari pada dia. Dan ketika aku sudah berhasil keluar, aku menunggu temanku dan mencoba membantu nya untuk keluar, tapi dia tidak bisa keluar, aku berteriak keras meminta tolong berharap ada orang yang bisa mendengar teriakan ku. Hingga pada akhirnya.... " Sagar tidak bisa melanjutkan kata katanya dia mencoba menahan air mata nya agar tidak terjatuh.
__ADS_1
Bersambung...