End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 31


__ADS_3

Sagar memicingkan matanya berharap apa yang tengah ia lihat bukan lah wanita yang ia kenal. Wanita itu tengah makan berdua dengan pria lain. Tertawa lepas seperti tidak ada beban.


' Tawa itu tidak pernah ia tunjukkan di hadapan ku. Tapi hari ini aku melihat dia tertawa lepas dengan pria lain. ' Hati Sagar terasa sakit. Sagar teringat kembali dengan perkataan Karina tadi pagi.


" Sebenarnya saya ingin bicara soal Nadira. "


" Cepat katakan! Aku sedang sibuk. "


" Itu, apa tuan tau jika selama ini Nadira memiliki laki laki lain? "


Sagar menatap lelaki itu dengan tajam. Dia ingin berjalan menghampiri mereka berdua.


' Aku tidak boleh gegabah. ' Sagar menghentikan langkahnya dan berbalik arah.


Sagar berjalan menuju taman di dekat kampus Nadira. Lebih baik dia menunggunya di sana.


' Nadira bukan typikal wanita yang seperti itu. Mana mungkin dia bisa berselingkuh saat dia sudah menikah. ' batin Sagar. Ia mengingat kembali sikap Nadira yang begitu baik dan lembut.


' Iya, aku yakin Nadira tidak mungkin melakukan hal itu, tapi pria itu? ' Sagar mengingat tatapan Hamid saat memandang Nadira, tatapan yang sulit di artikan.


' Jelas ada sesuatu pada pria itu. ' Pikir Sagar.


****


Sagar berjalan memasuki koridor kampus Nadira, dia ingin menjemput langsung di depan kelas Nadira.


" Oh, halo tuan Sagar. " Sapa Hamid saat berpapasan dengan Sagar. Ia hanya menoleh ke arah Hamid.


' Pria ini lagi. ' Batin Sagar.


" Kita bertemu lagi di sini ya. " Hamid tertawa akrab.


" Anda ingin menjemput Nadira ya. Dia masih di dalam kelas, menyelesaikan beberapa tugas katanya. " Jelas Hamid.


" Oh begitu. " Sagar memaksakan senyumnya dan melanjutkan jalan nya.


" Tuan tunggu! " Langkah Sagar terhenti. Hamid berbalik badan menatap punggung Sagar.


" Apa tuan Sagar benar benar mencintai Nadira. "


' Orang ini ya. Di diam kan malah berani bertanya se sensitif ini kepadaku. ' Batin Sagar.


" Apa hubungan kalian berdua baik baik saja? "


' Ternyata dugaan ku benar tentang dia. Dia menyukai Nadira. Aku kira selama ini aku egois dan kekanakan menganggap itu semua sifat cemburu buta ku. Tapi ternyata aku tidak salah. '


" Aku akan menjawab pertanyaan mu, setelah kamu menjawab ku. Untuk apa kamu ingin mengerti tentang hubungan rumah tangga kami? " Sagar berbalik badan dan menatap tajam ke arah Hamid.


" Ah itu. Maaf aku sudah menanyakan hal yang keterlaluan. " Sagar menanggapinya dengan diam saja.

__ADS_1


" Minggu depan ada kegiatan penelitian di gunung Argo bersama Profesor kami, Nadira bilang dia tidak bisa ikut karena ada urusan keluarga. Apakah sepenting itu? "


' Nadira sama sekali tidak membahas ini denganku.' Batin Sagar.


" Saya mengira hubungan kalian tidak baik baik saja. Itu sebabnya saya menanyakan hal ini. Jika Nadira sering tidak ikut dalam kegiatan kampus para Profesor dan teman teman yang lain akan tidak suka kepadanya. Dan takutnya dia tidak mendapatkan nilai. Saya sangat menyayangkan hal itu. "


" Anda tenang saja. Saya akan membahas hal ini berdua dengan Nadira. "


" Jika anda sungguh mencintai Nadira, seharusnya kegiatan seperti ini bukanlah hambatan untuk Nadira pergi kan? "


" Saya pasti akan mengizinkan Nadira pergi kemana pun asalkan hal itu bersifat positif. Tapi jika sebaliknya, saya akan melarang keras Nadira untuk pergi. " Kata Sagar dengan tajam.


" Kakak! " Teriak Nadira yang berjalan dari arah kelasnya. Sagar dan Hamid menoleh bersamaan.


" Kak Hamid. Kamu masih ada di sini? " Tanya Nadira.


" Ada apa Nadira? Sepertinya kamu senang sekali saat melihatku? "


' Dia memanggik kakak dengan ceria seperti itu untukku, memangnya hanya kamu yang dia panggil kakak. ' Batin Sagar kesal.


" Ahh tidak kak. " Nadira menoleh kearah Sagar yang terlihat sangat kesal.


' Sepertinya aku membuat kesalahan lagi. ' Batin Nadira.


" Sa-yang... Apa kamu sudah lama menungguku? " Nadira tersenyum ke arah Sagar.


" Tidak, mari kita pulang sayang. " Kata Sagar lembut dan memeluk pundak Nadira.


" Hati hati di jalan ya, sampai jumpa. " Hamid melambaikan tangan kepada Nadira.


' Sampai jumpa apanya? Apa dia sama sekali tidak memandangku? ' Batin Sagar kesal.


Nadira dan Sagar berjalan menuju tempat parkir mobil meninggalkan Hamid sendiri.


" Kenapa tadi manggil sayang nya gugup begitu sih? Orang pasti mengiranya kita tidak sedekat itu. "


" Iya, lain kali akan lebih baik lagi. "


" Oiya, katanya minggu depan ada penelitian? "


' Sudah Sagar! Jangan mengomel terus seperti ini. ' Batin Sagar.


Nadira menghentikan langkahnya.


" Kak Hamid yang mengatakan ya? "


" Kenapa kamu tidak cerita sama aku? "


" Iya, sebenarnya minggu depan aku ada penelitian selama empat hari, tapi aku tidak ingin pergi. "

__ADS_1


" Kenapa? "


" Karena aku sudah tau bahan materinya. "


' Sebenarnya aku sudah pergi ke penelitian itu di masa depan, itu sebabnya aku tau semuanya. Dan aku tidak mungkin menceritakan hal ini kepada kakak. Takutnya kakak tidak akan percaya kepadaku. '


Sagar memegang tangan Nadira.


" Kamu menyembunyikan sesuatu ya? " Tanya Sagar menyelidik.


" Menyembunyikan sesuatu apa nya? Aku hanya tidak ingin pergi ke sana. "


' Tujuan ku kembali bukan untuk mengikuti hal itu, ada hal yang paling penting untukku. Yaitu memastikan kakak baik baik saja. ' Batin Nadira.


" Apa ada yang mengancammu untuk pergi kesana? Apa ada seseorang yang membuatmu tidak nyaman? Katakan! Katakan siapa dia! Walaupun itu profesormu atau siapa pun itu. " Sagar menatap Nadira dengan serius.


" Bukan masalah itu kok. Bukan apa apa. "


" Bukan apa apa gimana nya? Kamu sampe beralasan ada masalah keluarga. "


" Kak Hamid mengatakan hal itu juga kepada kakak. Dasar kak Hamid ini ya. Tapi benar kak, aku tidak apa apa. Lagian pergi ke sana itu lama empat hari. Bagiku memastikan kondisi kakak baik baik saja, itu hal yang lebih penting dari segalanya. "


' dia melakukan ini semua demi aku? ' Batin Sagar antara senang atau sedih.


" Aku mohon kakak jangan menyalah artikan maksudku. "


" Jadi kamu tidak ingin pergi cuma ingin memastikan kondisi kesehatan ku. "


" Cuma! Cuma maksut kakak. " Nadira berteriak marah.


" Tapi itu penelitian penting kan. "


" Aku mengorbankan penelitian itu untuk kakak, jangankan penelitian. Apa pun itu akan aku korbankan demi kesehatan kakak. "


Sagar tersenyum haru.


" Kalau begitu. Ayo kita pergi bersama. "


Nadira menatap Sagar.


...*************...


Saat itu Nadira mengira ucapan Sagar hanyalah bercandaan agar Nadira bisa ikut pergi ke penelitian di gunung Argo. Tetapi hari ini Nadira di buat takjub oleh Sagar, karena dia benar benar ikut pergi bersamanya ke sana. Walau pun jauh, Sagar masih tetap menepati omonganya.


" Nadira! bukan nya itu suamimu ya. " Kata sisil teman satu kejuruan Nadira yang melihat Sagar cek in di hotel yang sama.


" Wah, sosweet sekali sih kalian. dia sampai menyusulmu kemari loh. " Kata Nada kagum.


" Iya nih Nadira, bikin iri aja. Masa penelitian ngajak suami segala.

__ADS_1


' Ternyata benar.. kakak benar benar datang kemari bersama ku.. ' Batin Nadira.


Bersambung....


__ADS_2