End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 53


__ADS_3

" Sagar apa kamu mau minum anggur? Ini ayahmu bikin sendiri loh. " Kata ibu Nadira.


" Aha boleh bu. " Sagar menaruh gelasnya di dekat ibu mertuanya.


" Sayang! Jangan minum terlalu banyak ya, besok kan harus kerja. " Kata Nadira mencoba semanis mungkin.


" Iya sayang, aku akan minum secukupnya saja. "


Ibu Nadira menuangkan anggur di gelas Sagar, yang kemudian langsung di minum oleh Sagar.


" Ini sangat enak sekali, berapa lama ayah menyimpan ini? "


" Aku baru menyimpan nya satu tahun. Tidak lama, di rumah ada yang sepuluh tahun. Dan rasanya lebih segar. " Kata Ayah Nadira.


" Tapi rasanya ini sangat enak, boleh aku nambah lagi bu? "


" Hahaha tentu saja. " Ibu Nadira kembali menuangkan anggur di gelas Sagar.


Setelah selesai berbincang dan bercanda, ayah Nadira meminta Sagar dan Nadira untuk segera istirahat. Karena mereka tau besok masih tetap harus bekerja.


" Hari sudah larut. Sebaiknya kalian berdua cepat beristirahat. Besok kalian harus bekerja, hari ini kalian pasti sangat lelah. "


" Tidak kok ayah. Kami tidak lelah. " Kata Nadira.


" Iya, biar kami bereskan ini semua dulu. " Kata Sagar.


" Tidak usah nak! Biar ibu saja. Kapan lagi ibu sama ayah bisa melayani kalian berdua. "


" Ibu kenapa bicara seperti itu, ibu kan sudah lelah tadi dari perjalanan belum istirahat. " Kata Sagar.


" Ibu melihat kalian berdua bahagia seperti ini rasa lelah ini sudah hilang. " Kata ibu Nadira senang.


" Nadira ayo ajak suami mu untuk istirahat. "


" Ibu! Kita kan sudah lama tidak bertemu. Bagaimana jika hari ini ibu tidur dengaku?! "


" Sayang! Kamu ini bicara apa sih sama ibu? Ayah dan ibu kan sudah capek seharian ini. Biarkan mereka beristirahat. " Kata Sagar dengan senyum nakal.


" Iya, kenapa ibu harus tidur denganmu?Kamu kan sekarang sudah punya suami. Jadi tidur dengan suami mu dong. "


" Bu, Nadira sangat kekanak kanakan ya? " Sagar tertawa melihat ke arah ibu mertuanya.


" Iya, tapi ibu harap Sagar harus bisaa menerima Nadira dengan lapang dada dan apa adanya ya? "


" Tentu saja ibu. "


" Selamat istirahat. " Kata ibu Nadira.


Sagar menarik Nadira untuk pergi ke kamarnya.


" Selamat istirahat juga ya, ayah ibu. Ini biarkan saja. Biar bibi yang membersihkan nya. "


Sagar berjalan dengan menggandeng tangan Nadira.

__ADS_1


" Ayo Sayang! "


Mereka berdua berjalan beriringan dengan membisu. Tapi, di hati mereka masing masing sangat gelisah dan jantung mereka berdua berdetak kencang tidak beraturan.


Sagar menutup pintu kamar, setelah mereka berdua masuk. Mereka saling bertatapan satu sama lain. Suasana menjadi canggung.


" A-aku akan tidur di sofa saja. " Kata Nadira. Sagar merespon dengan diam. Tubuh Sagar tiba-tiba terhuyung dan hendak terjatuh. Nadira dengan sigap langsung memeluk Sagar dan menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.


' Kakak kenapa ya? Kenapa tiba-tiba jadi begini? Padahal tadi dia baik baik saja. Ah, iya dari tadi aku hanya memikirkan diriku sendiri. Kakak pasti tegang dan sangat lelah. " Batin Nadira.


" Terimakasih untuk hari ini. " Kata Nadira di balik pelukan nya.


" Nadira. "


" Iya. "


" Orang itu datang lagi kepadaku. "


' Orang itu siapa? ' Batin Nadira.


" Aku harus menyambutnya dengan baik kan? "


" Kakak tidak sedang mabuk kan? Aku rasa tidak! Karena bau alkoholnya tidak begitu tercium. "


Sagar bangkit dari pelukan Nadira.


" Sepertinya hidungmu tersumbat! "


Sagar mencium bibir Nadira dengan mendadak dan berani. Nadira sangat terkejut dengan tindakan Sagar yang begitu cepat.


" Rasa alkohol apanya?! Cepat tidur sana! " Nadira berbalik dengan cepat. Sagar menahan tangan Nadira dan memeluknya dari belakang.


" Nadira. " Panggil Sagar lembut.


" Sayangku, Nadira. " Sagar mencium telinga Nadira, yang membuat Nadira bergidik kegelian.


" Duh senangnya... " Sagar melepaskan pelukan nya.


" Hahaha, telingamu memerah tuh. " Goda Sagar.


' Apa sih? Dia ini mabuk atau hanya pura-pura mabuk saja? Atau dia sedang menggodaku sekarang? ' Batin Nadira.


" Kakak sedang menggodaku kan? Sudah lah kakak tidak perlu berlaku seperti itu. Aku tidak akan percaya! " Nadira berlalu menjauh dari Sagar.


" Aakkhhh! Kepalaku?! Kepalaku sakit sekali." Sagar memegangi kepalanya. Nadira kembali menoleh ke arah Sagar.


" Nadira! Pegang kepala ku dong. Ini rasanya sakit sekali. "


" Sini! Duduk di sini. " Nadira menyuruh Sagar duduk di pinggir ranjang di sebelah Nadira. Sagar tersenyum dan tentunya dia menurut dengan semangat.


" Sama sekali tidak panas dan tidak apa-apa kok. " Kata Nadira dengan memegangi kening Sagar.


" Engg... Sepertinya aku mabuk. Coba deh cek lagi. " Sagar menahan tangan Nadira agar terus memegangi mukanya.

__ADS_1


' Hmph! Tidak bisa! Aku tidak bisa terus terusan begini. Aku bisa tertawa melihat tingkahnya. ' Batin Nadira. Ia berdiri dan hendak pergi meninggalkan Sagar.


" Mau kemana? "


" Mau ambil air. "


" Jangan pergi! " Sagar masih memegangi tangan Nadira. Nadira menatap Sagar.


" Tetap di sini. " Sagar menarik Nadira hingga dia jatuh dan tertidur di kasur. Sagar memeluk Nadira dengan lembut.


" Kakak ini kenapa sih? Biarkan aku pergi, bisa saja kakak terluka. "


" Mana mungkin sih aku membuatmu terluka. " Kata Sagar.


" Bukan aku kak! Tapi kakak yang hampir saja terluka. " Kata Nadira, mengingat tadi Sagar mau terjatuh.


" Tidur seperti ini yuk! " Sagar memeluk Nadira yang berbaring di samping nya.


' Iya-iya.. ini hanya tidur saja. " Pikir Nadira.


Tok! Tok! Tok!


Nadira dan Sagar langsung terbangun dari rebahan nya setelah mendengar pintu kamar di ketuk.


" Nadira! Apa kamu sudah tidur? " Tanya ibu Nadira dari balik pintu.


" Iya ibu. " Nadira membuka kan pintu kamar.


" Ah, maaf ya! Ibu mengganggu kalian tidur. Tapi ada hal penting yang ingin ibu tanyakan.“


" Iya, silahkan ibu. " Nadira memegangi dadanya dengan gugup.


" Itu, kamar yang kami tiduri ibu tidak tau caranya mematikan lampunya. Ibu tekan saklar yang ada di tembok malah menyala lampu yang warna kuning. Ribet banget ya nak. " Kata ini Nadira.


" Biar aku lihat kesana. " Kata Nadira.


' Huft! Hampir saja aku tergoda dengan perlakuan dia kepadaku. Ibu datang di waktu yang tepat. ' Batin Nadira dengan tersenyum.


Nadira pergi ke kamarnya yang sekarang di tiduri kedua orang tuanya.


" Ini remotnya bu. " Nadira mengambil remot di atas rak kayu kamarnya.


" Ibu tinggal memencat tombol off lampu akan mati sendiri. Dan otomatis lampu tidur akan menyala. " Kata Nadira. Menjelaskan.


" Wahhh canggih sekali ya rumah kalian. " Nadira menanggapinya dengan senyuman.


" Cepat tidur lagi sana! Maaf ya ibu sudah membangunkan kalian. Habisnya kami tidak bisa istirahat jika lampu terus terusan menyala. " Kata ibu Sagar.


" Iya ibu, ibu juga cepat istirahat ya. Aku permisi dulu. Ibu cepat tidur ya. "


Nadira kembali ke kamar Sagar. Dia membuka pintu kamar dengan hati-hati. Dia melihat sekeliling tapi Sagar tidak ada.


' Untung dia tidak ada di sini. " Batin Nadira.

__ADS_1


' Kemana perginya? Oh mungkin dia masih ke kamar mandi. ' Pikir Nadira. Dia berlari ke atas kasur dan menyelimuti semua tubuhnya dengan cepat.


Bersambung..


__ADS_2