End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 27


__ADS_3

Raut muka Nadira terlihat sangat tertekan, karena dia masih belum bisa menghadapi trauma dari keluarga Hairim. Ini terlalu mendadak baginya dia sama sekali belum mempersiapkan apa pun saat bertemu dengan merekal.


" Astaga... Apa betul nyonya Mahendra seperti itu? " Para staf berbisik satu sama lain.


" Benar kan? waktu kecil dulu kamu kan pernah mengidap penyakit kleptomania? " Karina tersenyum puas.


" Sekarang aku ingin melihat isi tas mu dan juga kantung bajumu. "


' Tidak! Dulu dia memukul ku karena aku di tuduh mengambil buku dongeng Mazoya, padahal Mazoya sendiri yang memberikan buku itu kepadaku. Sekarang apa lagi ini? " Batin Nadira ketakutan.


Karina berjalan mendekat kearah Nadira.


" Astaga! Apa benar kamu yang melakukan itu? " Kata Mazoya seolah sangat terkejut.


" Apa maksudnya itu? " Nadira mulai bersuara, walau suaranya terdengar begitu bergetar.


" Benar kan kamu yang mengambulnya. " Tuduh Mazoya.


" Bu-bukan aku.. " Bantah Nadira.


" Aku tau itu bukan kamu! Aku tau semuanya, kamu melakukan ini kan bukan karena maksut buruk. Kamu kan paling senang mengambil sesuatu hal yang kamu senangi tanpa meminta izin. Itu kan sudah jadi kebiasaanmu! "


" Anda ini dari tadi bicara terus menerus bicara apa? "


" Nadira, kalau begitu berikan tasmu. Aku tidak akan bicara sembarangan untuk hal yang aku yakini. " Kata Karina begitu yakin.


Karina terus mendesak Nadira, hingga membuat Nadira mundur ketakutan.


' Dia benar benar bisa seyakin itu tanpa bukti apa pun. Sudah ku duga! Pertemuan ini bukan karena tidak sengaja tapi sudah di rencanakan. Dia datang kemari sengaja ingin membuat malu diriku dan mencoreng wajahku. ' Batin Nadira mulai menyemangati dirinya sendiri.


" Kenapa? Kamu terlihat begitu ketakutan? " Karina tersenyum puas. Karina mencoba merebut tas Nadira.


" Apa benar kalau kamu yang... "


" Tunggu sebentar nyonya! " Seorang pria berbadan tinggi tegap berambut pirang menghadang Karina.


' Orang ini? Bukankah orang yang ada di rooftop restauran sakura waktu itu? Apa aku salah mengenalinya ya? " Batin Nadira.


" Maaf saya mencela obrolan kalian berdua." Pria itu mengambil sesuatu dari balik gaun yang ada di tanganya.


" Apakah nyonya mencari ini. " Pria itu menunjuk kan gelang berwarna putih. Wajah Karina terlihat begitu kaget saat melihat gelang itu berada di tangan pria ini.


" Gelang ini aku temukan tersangkut di gaun ini. " Jelas pria itu.


" Akkhhh gelang ku.." Mazoya berlari mengambil gelang yang ada di tangan pria itu.

__ADS_1


' Untung saja, semua ini hanyalah salah paham. ' Batin Nadira.


" Ibu, gelang ku sudah ketemu. " Mazoya menunjukkan gelang itu kepada ibunya. Karina melihat gelang itu tidak senang, karena dugaanya telah salah.


" Kalau memang gelang itu sangat berharga buat anda. Kenapa tidak menjaganya dengan baik. " Pria itu menatap tajam ke arah Karina dan Mazoya.


" Kenapa kalian tidak mencarinya dengan benar terlebih dahulu. Kalian malah menuduh orang yang tidak bersalah sama sekali. "


Karina menatap laki laki itu dengan kesal.


" Kalian bertindak seperti orang jahat. "


Karina menggertakkan giginya. Dia menahan emosinya yang sudah memuncak.


" Kalau tidak ada yang di bicarakan saya permisi. " Pria itu pergi keluar meninggalkan butik.


" Wah, siapa laki laki itu? Dia terlihat sangat tampan. " Para staf berbisik karena kagum dengan penampilan serta keberanian pria itu.


" Dia salah satu model di butik kita. " Jawab pemilik butik.


" Pantesan dia terlihat sangat tampan. "


" Dia juga tinggi sekali. Aku langsung jatuh cinta melihatnya. " Pemilik butik hanya bisa tersenyum melihat para stafnya yang mengagumi pria tadi.


' Sebenarnya siapa pria tadi? Berani berani nya dia menggangguku. ' Pikir Karina marah. Karina menatap Nadira yang sedang melihat kepergian pria tadi.


" Bu, jadi kasus ini kelanjutannya bagaimana? " Salah satu staf berbisik kepada pemilik butik. Hingga terdengar di telinga Karina.


" Zoya, apa benar itu adalah gelang mu? " Tanya Karina memastikan.


" Iya benar bu, lihat bandulnya ada inisial namaku di sini. Aku sudah mengeceknya. " Jawab Mazoya. Karina hanya bisa menghela nafas panjang, karena kali ini dia sudah gagal membuat malu Nadira.


" Maaf untuk kejadian tadi! Aku kira ini terjadi seperti masa lalu. " Kata Karina.


" Memangnya kejadian masa lalu apa? Oh ya, aku tidak pernah mengidap penyakit kleptomania. Dan satu lagi, saya tidak pernah menyentuh barang apa pun di rumah nyonya. " Kata Nadira dengan berani.


' Kamu pikir aku tidak tau, kamu ingin menjatuhkan aku bagaimana pun caranya. '


" Oke, untuk kali ini kejadian seperti ini aku biarkan saja. Karena ini adalah salah paham. Tapi untuk selanjutnya jika anda berbicara sembarangan tentang saya. Ingat! Saya tidak akan tinggal diam. " Nadira menegaskan.


' Dulu aku di pukuli karena bukan kesalahanku, dan aku menganggap semua itu hal yang wajar. Tapi kali ini aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi lagi kepadaku. ' Batin Nadira.


" Dan saya akan membongkar semua kelakuan keluarga anda. "


' Oh ternyata Nadira sekarang sudah besar. Dia sudah berani berbicara dan mencoba menakuti ku dengan kata katanya. Tapi itu percuma saja. Karena kamu selamanya akan menjadi boneka cinderella. ' Batin Karina dengan perasaan kesal.

__ADS_1


" Mazoya, ayo kita pulang. " Ajak Karina.


" Tapi ibu, aku belum mendapatkan baju yang aku suka. " Karina menarik tangan Mazoya untuk keluar dari butik.


" Ahhh... " Nadira oleng dan hendak terjatuh.


" Nyonya! " Pemilik butik segera datang memegangi Nadira agar tidak terjatuh.


"Nyonya maafkan kami atas kejadian hari ini. "


" Tidak apa apa. " Nadira tersenyum ramah.


" Saya harus pulang. Nanti saya akan datang kembali bersama ibu. "


" Baik nyonya. " Pemilik butik mengantar Nadira sampai keluar butik.


***


Sagar turun dari mobil di depan gedung mall, dan di sambut seorang satpam untuk mengambil alih mobil untuk di taruh di tempat parkir mobil.


Sagar berjalan mencari Butik BE, seperti yang di beritahu oleh ibunya.


' Aku belum terlambat kan? ' Sagar melihat jam di tanganya dengan berjalan begitu cepat.


" Tuan Sagar, selamat datang. " Sambut pemilik butik dan juga para Staf saat Sagar masuk ke dalam butik.


" Saya datang kemari karena istri saya ada di sini. " Jawab Sagar datar.


" Nyonya pulang lebih cepat tuan. " Jawab pemilik butik.


" Kenapa dia pulang lebih cepat? "


" Ah an-nu. " Jawab pemilik butik ragu ragu.


" Cepat katakan! Ada apa? " Tanya Sagar Dingin.


" Tadi ada customer datang kemari dan memperlakukan nyonya dengan tidak sopan."


" Siapa dia? " Tanya Sagar marah.


" Namanya Karina Hairim. Sepertinya Nonya Nadira mengenal nya. "


' Orang itu... ' Sagar mengepalkan tanganya dengan marah. Dia langsung pergi meninggalkan butik dan segera berlari ke mobilnya. Berharap dia bisa menyusul Nadira.


" Orang itu benar benar berani! " Sagar memukul stir mobilnya.

__ADS_1


" Aku tidak akan membiarkan nya begitu saja! Aku pasti akan membereskan nya. " Kata Sagar yang begitu tersulut emosi.


Bersambung..


__ADS_2