
" Aku sangat takut, hiks.. Apa di kehidupan yang sekarang aku juga harus kehilangan mu? " Kata Nadira sedih. Dia selalu merasa apa pun kegagalan yang ia lakukan seakan tidak ada harapan lagi di masa mendatang. Dia sekarang menjadi tau, kenapa saat itu, saat ulang tahun ayah mertuanya, tangan Sagar di balut perban. Dulu ia menatapnya tidak peduli. Tapi sekarang dia tidak bisa untuk tidak peduli, bahkan dia menyalahkan dirinya berulang kali.
" Jika kamu menangis seperti itu, tidak akan bisa merubah apa pun. "
Nadira mendongakkan kepalanya melihat ke arah sumber suara. Pria itu tersenyum dan mengulurkan tisue ke Nadira dengan tersenyum manis.
' Lagi-lagi pria ini? ' Batin Nadira, dia langsung mengenali pria yang ada di hadapan nya saat ini.
" Kita bertemu lagi ya. " Kata pria itu dengan tersenyum ramah.
' Kenapa dia selalu datang di saat situasi seperti ini? ' Pikir Nadira. Dia mengambil tisue dari tangan pria itu.
" Terimakasih. " Kata Nadira sembari mengusap air mata dan ingus yang sedikit keluar akibat menangis.
" Apa aku boleh duduk di sebelahmu? " Tanya pria misterius itu.
" Iya. "
' Kalau di bilang ini hanya kebetulan, aku terlalu sering bertemu dengan dia. Apa jangan-jangan? ' Pikiran konyol Nadira selalu datang.
" Hei! Kamu adalah paparazi ya? " Tanya Nadira reflek dan sedikit menjauh darinya.
" Apa aku terlihat seperti paparazi? " Tanya pria itu bingung.
" Iya! Aneh kan? Kita selalu bertemu terus akhir-akhir ini. Jika di bilang hanya kebetulan ini terlalu sering. "
Pria itu hanya menanggapi dengan senyuman.
__ADS_1
" Kamu ini siapa? Orang mana? Siapa namamu coba? Terus kenapa waktu itu kita tiba-tiba ketemu di Izu? Coba lihat KTP-mu? Aku takut kamu membohongiku! " Crocos Nadira ingin mengetahui kejelasan asal usul pria ini.
" Ppftt! Hahaha! " Pria itu tertawa melihat Nadira yang menghujani nya dengan berbagai pertanyaan.
" Apa sekarang kamu sedang mengintrogasi latar belakang ku? "
" Apa jangan-jangan kamu memiliki hubungan dengan nyonya Karina juga ya?! " Selidik Nadira mencari tau dari raut muka pria itu.
Pria itu memandang Nadira dengan penuh tanda tanya, karena ia tidak mengerti arah pembicaraan Nadira.
" Siapa lagi orang yang kamu sebut itu? " Tanya pria misterius dengan heran.
' Apa dia benar-benar tidak mengenalnya? ' Batin Nadira. Setelah melihat ekspresi bingung pria itu.
" Jika kamu tidak tau dia, baiklah. Kalau begitu siapa namamu? " Nadira kembali menanyakan hal penting itu.
"Baiklah, kalau begitu aku akan memanggilmu pirang. "
" Hahahaha! Apa karena rambutku pirang sekarang kamu jadi memanggilku seperti itu? "
" Bukan, ya karena kebetulan saja aku ingin memanggilmu seperti itu. "
" Kebetulan ya? " Pria itu memandang lurus kedepan.
" Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini serba kebetulan. Dan terkadang hal yang di sukai seseorang terjadi di anggap itu takdir. "
Nadira menatap Pirang dengan heran.
__ADS_1
" Dan seseorang membuat takdir melewati suatu peristiwa terlebih dahulu. " Pirang menatap Nadira dengan senyuman penuh arti.
" Apa kamu ini filosofi takdir ha? "
" Bisa di bilang aku orang yang seperti itu. "
" Tapi ini benar-benar aneh. Setiap bertemu dengan mu itu selalu aneh. " Nadira bergumam dan kembali mengingat tiap hal saat bertemu dengan pria Pirang ini yang secara kebetulan.
" Saat di butik waktu itu, tiba-tiba kamu muncul di saat aku benar-benar terpojok kesusahan, Tiba-tiba kamu datang dengan berkata telah menemukan gelang Mazoya. Dan saat di Izu juga, aku sedang mengejarmu. Dan tiba-tiba aku dan suamiku tertangkap kamera saat ada salah seorang live streaming. Dan saat itu berita scandal suamiku sedang ramai beredar ke publik. " Kata Nadira menjadi serba bingung dengan kejadian yang berentet dan tidak mungkin itu adalah hal kebetulan saja.
' Jika saat itu aku tidak mengejarmu, mungkin saja aku dan kakak tidak akan tertangkap kamera seseorang. ' Batin Nadira.
" Dan karena hal itu adalan penentu bahwa skandal suamiku bukan lah hal yang benar. "
' Dan setiap aku kembali ke masalalu pria ini selalu ada dan membantuku di segala hal yang sangat sulit aku jalani. Setiap ada hal yang membahayakan pria ini selalu menolongku. ' Batin Nadira dengan mengingat kembali saat pertama kali dia kembali ke masa lalu, pria ini tiba-tiba muncul di atas rooftop yang ada di restoran keluarga Sagar yang sedang mengadakan acara pertemuan keluarga, saat itu Nadira juga sedang di pojok kan oleh bibi Sagar. Padahal jika di ingat lagi, pria ini tidak pernah muncul di kehidupan nya di masa depan maupun masa lalu. Yang kedua dia kembali muncul ketika Nadira berada dalam bahaya saat bertemu dengan Karina. Nadira yang tidak bisa berbuat apa-apa karena tuduhan Karina yang mengira Nadira lah yang mengambil gelang Mazoya, tiba-tiba saja pria itu datang juga dengan membawa gelang Mazoya yang hilang. Ke tiga kalinya, Saat bertemu di Izu, saat itu tengah mencuat berita skandal Sagar dan juga Alesa, kebetulan saat itu Nadira tengah mengejar pria pirang ini. Entah bagaimana Nadira dan Sagar tiba-tiba saja terekam seseorang yang sedang live streaming. Jika memang semua itu hanya kebetulan, kenapa dia datang di saat Nadira benar-benar sedang terpuruk. Bahkan Nadira sekarang menyadari setiap ada dia, masalah yang ia hadapi selalu terselesaikan.
" Apa benar ini adalah kebetulan? " Batin Nadira dengan muka pucat. Karena tidak mungkin dengan semua hal yang terjadi adalah hal kebetulan yang datang secara ber-rentetan.
" Bahkan hal yang telah berubah dari masa lalu pun dan orang orang yang berada di masa lalu tidak berubah. Hanya saja? Iya, tapi hanya kamu saja yang tidak ada di masalalu ku! " Batin Nadira bergetar, karena pria ini tiba-tiba muncul begitu saja di saat dia kembali memutar waktu. Di masa lalunya Nadira benar-benar mengingat jika dia tidak pernah bertemu dengan nya bahkan di masa depan pria itu tidak ada. Tapi ketika dia memutar waktu dan kembali ke masa lalu, pria ini tiba-tiba muncul begitu saja.
" A-aku merasa, kamu bukanlah manusia. " Nadira mengatakan hal itu dengan badan bergetar.
Wajah pria pirang itu berubah menjadi datar dan serius tidak se ceria tadi.
" Mungkin perkataanku ini tidak masuk akal saat kamu mendengarnya. Asal kamu tau! Aku tidak pernah bertemu denganmu di rooftop. Di acara pertemuan keluarga suamiku. Tapi tiba-tiba aku bertemu denganmu begitu saja di rooftop. Dan semenjak pertemuan dengan mu aku bisa merubah segala masa dep... " Nadira terperanjat seperti menyadari akan sesuatu.
" Sebenarnya kamu siapa? " Tanya Nadira bingung sekaligus menduga hal yang bukan-bukan. Karena pria di hadapan nya hanya mendengarkan setiap ucapan nya tanpa berkata sedikit pun. Seolah setiap perkiraan dan pikiran di dalam hati Nadira semua adalah benar adanya.
__ADS_1
Bersambung.....