
Sagar melambaikan tangan nya kepada Nadira, yang di sambut senyuman tersipu oleh Nadira.
Setelah selesai cek in Sagar langsung masuk ke kamarnya. Dan membereskan barang bawa anya.
Kriinggg...
Ponsel Sagar berdering. Sagar langsung mengambil ponselnya dan segera mengangkatnya.
" Halo selamat sore Pak. " Sapa suara di seberang telfon.
" Iya. " Jawab Sagar datar.
" Besok pagi jam sepuluh bapak ada jadwal meeting dengan perusahaan kalingga, dan itu tidak bisa di wakilkan dengan pak David pak. Apa bapak bisa menghadirinya? "
' Kenapa mendadak sekali. Aku juga tidak bisa menunda pertemuan ini. Karena bisnis ini sangat penting untuk perusahaan. ' Batin Sagar.
" Besok siapkan pesawat pribadi untukku. Aku akan menghadirinya. "
" Baik Pak, saya akan mengabari beliau atas kehadiran bapak besok. "
Telfon di matikan, Sagar melihat ada panggilan tidak terjawab tiga kali dari Nadira.
' Ternyata dia tadi menghubungiku. ' Sagar tersenyum senang. Dan menelfon balik Nadira.
" Halo. " Sapa Sagar.
" Kenapa kakak tidak mengangkat telfonku berulang kali sih. " Crocos Nadira.
" Hahahaha iya maaf, tadi sekertarisku menelfon. "
" Apa? Apa kakak ada hal penting di perusahaan? "
" Tidak, dia hanya memberikan laporan harian biasa kepadaku. "
" Oh. Kakak dapat kamar nomor berapa?"
" Aku ada di kamar 234."
" Yah, kenapa jauh sekali. Aku ada di kamar 678. "
" Tidak apa apa, aku bisa menjemputmu di sana. "
" Tidak! tidak usah, bagaimana jika nanti malam kita bertemu di caffe hotel? Tapi aku tidak bisa berlama lama. "
" Baiklah. Hubungi aku jika kamu sudah senggang. "
" Baik, aku juga akan memastikan kalau teman teman dan para Profesor tidak ada di sana. "
" Memangnya kenapa kalau ada mereka? "
" Aku tidak enak, sudah membawa kakak kemari. "
" Terserah kamu saja. " Jawab Sagar datar.
" Ya sudah, sampai ketemu nanti. "
Nadira mematikan telfon nya.
' Ternyata tidak sia sia juga aku jauh jauh ukut kemari. ' Sagar tersenyum senang karena Nadira mengajaknya untuk pergi ke caffe, dia juga senang melihat pandangan iri para teman teman nya tadi pagi.
***
Sagar berjalan memasuki caffe lebih dahulu dan mencari tempat yang nyaman untuk menunggu Nadira. Dia sengaja datang lebih awal, karena dia tidak ingin Nadira datang lebih dahulu dan menunggu kehadirannya.
" Mau pesan apa tuan? " Pramusaji datang menghampiri sagar dan memberikan buku resep makanan. Sagar membuka buku menu itu dan memilih makanan dan minuman untuk nya dan juga Nadira.
__ADS_1
" Jus orange dua sama stik tenderloin dua. "
Sagar menutup buku menu dan di lanjutkan pramusaji mencatat pesanan Sagar.
" Di tunggu sebentar ya tuan. "
Pramusaji kembali ke dapur untuk menyiapkan pesanan nya.
Sagar melihat jam di tangannya menunggu kedatangan Nadira. Sudah hampir lima belas menit Sagar menunggu tapi Nadira tidak kunjung datang juga.
" Silahkan tuan. " Pramu saji menaruh minuman dan juga makanan di meja.
' lebih baik aku menunggunya sebentar lagi. Sabar Sagar. Dia datang kemari bukan untuk bersantai. Dia pasti masih sibuk. ' Batin Sagar.
Sagar meminum jus orange miliknya dan kembali melihat jam tanganya.
' Dia bilang mau ketemu jam tujuh di sini. Tapi kenapa belum datang juga. Sekarang hampir jam sembilan. Makanan juga sudah dingin seperti ini. ' Sagar mulai gelisah menunggu Nadira. Dia mengambil ponsel untuk menghubungi Nadira.
" Tidak, aku tidak boleh mengganggunya. " Sagar menaruh ponselnya kembali di meja.
Hari sudah semakin malam, para pelayan caffe mulai membersihkan meja untuk menutup caffe.
" Permisi tuan, apa anda masih menunggu seseorang? " Tanya salah satu pelayan caffe.
" Iya. "
" Tapi caffe sudah mau tutup tuan. "
" Baiklah, siapkan bill nya. "
Pelayan langsung menuju ke kasir untuk meminta bill.
" Ambil kembalinya. " Sagar memberikan beberapa lembar uang.
" Terimaksih tuan. "
***
Nadira berlari menuju caffe dan sesekali melihat jam di tangannya. Dia sangat khawatir kalau Sagar masih menunggunya. Acara kuliahnya baru saja selesai, di dalam. Aula Nadira tidak sempat memegang telfon untuk mengabari Sagar.
Nadira berhenti di depan caffe dengan nafas yang masih ngos ngosan. Dia melihat caffe sudah sepi, tinggal para pelayan yang tengah membersihkan caffe sebelum mereka pulang.
' Aku kira dia akan datang kemari dan menungguku. Ternyata aku salah.'
Nadira berbalik dan kembali ke kamarnya. Setelah sampai di kamar Nadira segera mandi.
Nadira merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dan melihat ke layar ponsel, di sana tidak ada panggilan atau pesan dari Sagar.
' Dia tidak menghubungiku sama sekali. ' Batin Nadira kesal. Nadira langsung menelfon Sagar, untuk menanyakan kabar sekaligus tentang pertemuan nya yang gagal hari ini.
" Hallo. " Sapa Sagar.
" Gimana kabar kakak hari ini? Apa baik baik saja? Kenapa kakak tidak menghubungiku sama sekali. Aku tadi pergi ke caffe tapi kakak tidak ada. Kakak tidak datang ya? " Crosos Nadira.
" Siapa yang tidak datang? Aku menunggumu sampai pelayan caffe mengusir ku. " Balas Sagar.
' Jadi, dari tadi kakak sudah menungguku di sana. ' Batin Nadira.
" Kenapa kakak tidak menghubungiku saat sudah ada di sana! "
" Aku kan takut mengganggu pekerjaanmu. "
" Aku minta maaf tidak mengabari kakak. Tadi pejerjaanku belum selesai dan aku tidak sempat memegang ponselku. "
" Iya tidak apa apa. "
__ADS_1
" Apa kakak menungguku begitu lama? "
" Tidak, tadi aku juga datang agak terlambat sih. "
" Syukurlah jika kakak tidak menunggu begitu lama. Kalau begitu besok kita bertemu lagi gimana? "
" Boleh. "
" Kakak bangun nya jam berapa? "
" Sesuaikan seperti jadwalmu saja. "
" Tidak, giliran aku yang menyesuaikan jadwal kakak. "
" Kamu kan yang sibuk lebih baik sesuaikan jadwalmu saja. "
" Baiklah, kalau begitu gimana jika pukul enam pagi? "
" Oke, aku tunggu di lobi ya. "
" Baiklah. Kalau begitu kakak cepat istirahat. Aku juga akan pergi tidur. "
" Iya, selamat malam. "
" Selamat malam kakak. "
Telfon terputus. Sagar memtikan lampu kamar dan segera pergi tidur.
***
Sagar memencet tombol lift ke lantai dasar. Sagar sudah rapi dengan setelan jas seperti biasa dia pergi ke kantor.
Setelah lift terbuka, Sagar keluar dari lift dia mencari keberadaan Nadira.
" Kak. " Nadira melambaikan tanganya di kursi tunggu lobi. Sagar berjalan ke arah Nadira.
" Kakak kesini tadi tidak ada yang melihat kan? " Nadira melihat kanan dan kiri dari mana Sagar datang.
" Apa maksutmu? "
" Stttt!! Aku takut kalau ada teman teman atau Profesor yang sedang melihat kita di sini. "
" Memangnya kenapa? Kalau mereka melihat kita. "
" Kakak tidak akan mengerti. Oiya kakak duduk di sini. " Nadira menepuk kursi di sebelahnya. Yang di ikuti Sagar dengan duduk di kursi itu.
" Gimana kabar kakak? Apa semuanya baik baik saja? Apa tidur kakak nyenyak semalam? "
" Seperti yang kamu lihat. Aku baik baik saja."
" Kakak mau pergi ke mana? " Tanya Nadira yang baru menyadari penampilan rapih Sagar
" Tidak, aku tidak pergi ke mana mana. "
" Ppfftt! " Nadira menahan tawanya.
" Kenapa kakak berpakaian serapih ini? Padahal kakak kan cuma menemani aku di sini.
" Memangnya tidak boleh ya aku berpakaian seperti ini? "
" Setidaknya kakak berpakaian sedikit santai. Kakak kan tidak lagi pergi ke kantor. " Nadira tersenyum heran dengan kehidupan Sagar yang super rapih ini.
" Kak, ada temanku di sana. " Sagar menoleh ke arah yang di tunjuk Nadira.
" Sebaiknya kakak pergi sekarang. "
__ADS_1
Bersambung...