End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 40


__ADS_3

" Oh, aku kira tidak ada siapa siapa. " Kata Alesa dengan begitu santainya memasuki rumah Nadira dan Sagar begitu saja.


" Bagaimana kamu bisa masuk kerumah ini?" Tanya Nadira mencoba menyembunyikan mukanya yang sangat terkejut.


" Kenapa kamu bertanya begitu? Kamu tidak memberi salam kepadaku. " Alesa duduk di sofa tanpa di persilahkan.


' Salam? Bahkan kamu masuk ke rumah orang tanpa memberi salam. Sekarang kamu menggurui ku.' Batin Nadira.


" Bagaimana kamu bisa tau pasword rumah ini? "


" Nadira, Nadira. Aku ini sudah berteman dengan Sagar sejak kecil. Hampir seluruh tentang Sagar aku tau semuanya. Bahkan pernikahan kalian yang palsu aku pun mengetahuinya. " Kata Alesa percaya diri.


' Bukankah itu hanya aku dan kakak yang mengetahui nya? ' Nadira ingat betul saat itu Sagar mengucapkan hal itu, jika hanya Nadira dan Sagar yang tau tentang pernikahan palsu ini.


' Bahkan aku tidak menceritakan kepada siapa pun termasuk Sasi. Tapi kakak malah menceritakan kepada orang ini. ' Batin Nadira sedih.


" Aku tau, setelah kamu ada masalah dengan nyonya Karina, Sagar langsung melamarmu."


' Bahkan hal sedetail itu dia menceritakan nya. '


" Aku tau kenapa dia memutuskan hal sebesar itu. Sebelumnya skandal tentang hubunganku dan Sagar menyebar luas ke media. " Alesa menghela nafas dalam dalam seolah dia menceritakan beban hidup yang sesungguhnya.


" Saat itu aku sedang naik daun di puncaknya. Aku tidak bisa berkomentar apa pun tentang hal itu, karena ada bukti fotonya aku dan Sagar. Itu adalah hal penting untukku. Aku meminta kepada Sagar untuk mengatasi segalanya, apa pun harus dia lakukan untukku. Sekarang kamu tau kan apa yang terjadi selanjutnya? "


Nadira sangat kaget mendengar penjelasan dari Alesa. Mau bagaimana pun Nadira mengerti apa arti ucapan Alesa barusan.


" Karena hal itu, kamu harus tau. Hubunganmu dengan Sagar itu termasuk campur tanganku. Walau begitu aku selalu berharap hubungan pernikahan kalian berdua selalu baik baik saja. Aku selalu berharap Sagar bisa hidup bahagia. Tapi nyatanya? "


" Hari ini aku mengambil flash disk yang di pinjam Sagar. " Alesa berdiri membelakangi Nadira.


" Aku datang kemari karena Sagar bilang jika jam segini rumahnya sepi tidak ada orang. Tapi tidak ku sangka aku bisa bertemu denganmu sekarang. Aku minta maaf. " Alesa menatap ke arah Nadira yang hanya diam saja dari tadi.


" Aku harap, kamu tidak akan menyusahkan Sagar dengan kejadian hari ini. Dengan tidak menceritakan nya. Bagaimana pun juga. Kamu tetap harus berterimakasih kepada Sagar dan aku. Berkat kami sekarang kamu jadi nyonya di rumah ini. Itu semua berkat simpati dari Sagar. " Alesa pergi meninggalkan rumah Nadira tanpa membawa flash disk yang ia jadikan alasan.


' Apa? Simpati? Simpati yang membuat orang menjadi sangat menyedihkan. ' Batin Nadira dengan meneteskan air mata yang sedari tadi ia tahan.


' Apa bagi kakak aku ini adalah barang? Yang bisa dia gunakan untuk melindungi mereka berdua. Melindungi Sagar dan juga Alesa. ' Nadira meringkuk dalam kesedihanya.

__ADS_1


' Aku ingin mendengarkan jawaban dari pertanyaan ini. Tapi aku sangat takut. Takut mendengar jawaban yang sangat tidak ingin aku dengar kan. '


****


Di meja kerjanya Sagar hanya bisa merenungkan diri, karena akhir akhir ini sikap Nadira berubah cuek terhadapnya. Bahkan ia sama sekali tidak mau memandang ke arah Sagar. Setiap ada waktu berdua Nadira pasti lebih memilih menghindarinya.


' Sepertinya Nadira menghindari ku akhir akhir ini. ' Batin Sagar. Dia mengingat belakangan terakhir saat dia mengajaknya ngobrol.


" Nanti ada persiapan menyambut Natal. "


" Iya aku tau, aku juga datang membantu di gereja. " Sahut Nadira yang menjawab seadanya dan langsung pergi meninggalkan rumah.


Ke esokan nya juga sama halnya.


" Wajahmu sepertinya lelah? Sebaiknya tidak usah pergi. Istirahatlah di rumah. "


" Tidak apa apa. Setelah Natal selesai, aku akan beristirahat sepanjang hari. Lebih baik kakak urus, urusan kakak sendiri! " Nadira meninggalkan rumah dengan membanting pintu. Sagar hanya bisa mematung bingung melihat sikap Nadira yang seolah sangat marah kepadanya.


' Sebenarnya apa masalahnya? Salahku di mana? Apa aku terlalu mendesaknya untuk satu kamar denganku saat orang tuanya tinggal di sini? Apa aku menekan dia dan membuatnya takut? Padahal aku tidak bermaksut seperti itu. ' Pikir Sagar.


" Ah, aku ada ide. Aku akan menyiapkan hadiah Natal hari ini untuk nya. " Sagar tersenyum kemudian.


Kriingggg!


" Ya Alesa. " Jawab Sagar.


" Kamu nanti datang kan di acara pembukaan film terbaruku di kota Kepatihan? "


" Ah hari ini ya? "


" Iya, ini pertama kalinya aku menyempatkan diri bisa shooting di kota ini. "


***


Nadira menghias pohon natal dengan aksesoris yang begitu cantik, tidak lupa ia menambahkan lampu agar terlihat indah.


" Nadira, bisa kamu bantu aku membawa kotak hadiah ini? " Tanya Lusi teman yang juga ikut membantu di gereja.

__ADS_1


" Baik. " Nadira datang dan mengangkat kotak hadiah itu hingga memenuhi tanganya.


" Malam nanti kamu ngapain sama suamimu? "


" Ngapain? Sama suami? "


" Ini kan malam Natal? Pasti ada acara kan dengan suamimu? " Tanya Lusi bersemangat.


" Ya, sepertinya tidak. Di hari Natal suamiku selalu sibuk. "


" Sayang sekali. Padahal ini adalah hari yang di tunggu tunggu setiap keluarga. Karena Natal adalah hari yang paling membahagiakan. "


" Iya. " Jawab Nadira singkat. Jujur saja perasaan Nadira sangat sedih saat ini. Di tambah tadi dia melihat di acara TV jika ada dinner party yang di selenggarakan secara live nanti malam untuk menyambut kedatangan sekaligus partisipasi Alesa dalam bermain film.


Di rumah, Nadira sangat gelisah karena Sagar tidak menghubunginya sama sekali. Ia berfikiran jika Sagar pasti hadir dalam acaranya Alesa.


~ Apa kakak pergi ke acara Diner party? ~ Nadira mengirim pesan ke Sagar.


~ Apa kamu mau kesana? ~ Balas Sagar cepat.


~ Tidak! Aku kan bukan siapa siapa. Kakak kan teman nya. ~


~ Kalau kamu tidak pergi, aku juga tidak akan pergi. ~


Nadira menaruh ponselnya.


" Tidak mungkin kakak tidak pergi ke acara itu. Alesa adalah teman dekat nya. Sekarang sudah jam sepuluh malam tapi dia di mana kalau tidak di sana? Kakak pasti menemani Alesa. " Pikir Nadira yang gelisah memikirkan Sagar.


Klik!


Pintu rumah terbuka, Nadira menoleh ke sumber suara. Dia takut yang datang adalah Alesa. Dia masih trauma dengan kejadian masa lalu yang tiba tiba Alesa datang masuk ke rumah begitu saja tanpa permisi.


' Siapa itu datang di jam segini? Apa jagan jangan Alesa? Tapi tidak mungkin. Dia pasti ada di acara itu. ' Batin Nadira khawatir.


" Oh, kamu sudah pulang? Aku pikir kamu masih di luar. " Kata Sagar senang sekaligus dia menyembunyikan satu tangan nya lagi di belakang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2