End Happy Wedding

End Happy Wedding
Bab 54


__ADS_3

Stelah mandi dan berganti pakaian, Sagar keluar dari kamar mandi. Dia melihat Nadira sudah berbaring dia atas tempat tidur dengan badan yang di tutupi selimut hingga hampir tidak terlihat. Sagar datang mendekati Nadira.


" Jangan pura-pura tidur. " Kata Sagar membuka selimut. Dia mendapati Nadira sudah menutup matanya. Tapi Nadira tidak menyahuti omongan Sagar. Hal itu membuat Sagar menjadi ingin Naik ke tempat tidur untu menggoda Nadira. Tapi ternyata Nadira sudah tidur terlelap. Ia berbaring di sebelah Nadira dan menatap wajah Nadira.


" Nadira, kamu sangat cantik. " Kata Sagar dengan membelai lembut pipi Nadira.


Sagar mematikan lampu utama kamar dan menggantinya dengan lampu tidur.


" Selamat tidur Nadira. " Sagar mencium kening Nadira.


Sagar menatap langit-langit kamarnya dengan mulut tersenyum lebar.


' Hari ini adalah hari paling bersejarah dalam pernikahan kami. Karena hari ini adalah hari pertama kami tidur di atas ranjang yang sama. Dan kehangatan keluarga Nadira membuatku merasa nyaman dengan mereka. Aku sangat senang sekali hari ini. ' Batin Sagar.


Pagi ini Sagar bangun lebih awal daripada Nadira, ia menyiapkan masakan di dapur untuk sarapan pagi, sebelum orang tua Nadira bangun juga.


" Oaaaaammm! " Nadira menguap membuka pintu kamarnya. Dia melihat Sagar yang tengah sibuk di dapur.


" Ternyata ayah dan ibu belum bangun. " Batin Nadira.


" Selamat pagi kak. " Sapa Nadira dengan mata yang masih mengantuk. Dia menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


" Pagi. " Jawab Sagar tanpa memalingkan badanya.


" Kakak bangun lebih awal ya hari ini?" Kata Nadira mendekati Sagar berada.


" Iya, gimana? Apa tidurmu nyenyak tidur di kamarku? " Tanya Sagar memastikan.


" Iya sangat nyenyak. Oiya gimana keadaan kakak pagi ini? Sepertinya baik-baik saja. "


" Iya aku baik-baik saja. Pagi ini aku benar benar sehat. " Kata Sagar dengan wajah masam.


" Hahaha. Tapi ngapain kakak sepagi ini ada di sini? " Nadira bertanya dan melihat Sagar sedang mengaduk sup di dalam panci.


" Menyipkan sarapan untuk kalian semua. " Kata Sagar senang.


" Tapi, kakak kan tidak pernah membuat makanan selama ini?! Lebih baik tidak usah deh. "


" Tenang saja, kemarin aku sudah di ajarin oleh bibi. Lebih baik sekarang kamu mandi dan bersiap untuk pergi ke kampus. "

__ADS_1


" Baiklah. " Nadira pergi meninggalkan Sagar dengan pekerjaan nya.


Setelah selesai bersiap, Nadira keluar dari kamar. Terlihat ada makanan yang tersaji di meja makan dan ayah ibunya serta Sagar tengah menunggu kehadiran nya.


" Mengapa kalian tidak makan dulu?" Tanya Nadira seraya duduk di kursi makan sebelah Sagar.


" Kami memang sedang menunggumu. Ibu ambilkan nasi ya buat kalian berdua? “ tidak usah bu, biar Nadira ambil sendiri, dan aku akan mengambilkan untuk suamiku. " Nadira tersenyum manis.


" Ini beneran masakan nak Sagar? " Tanya ibu Nadira.


" Iya, Suamiku memasak ini khusus untuk ayah dan ibu. " Nadira membanggakan suaminya.


" Makanan nya sangat enak. " Kata ayah Sagar.


" Iya, nak Sagar kenapa bisa masak se enak ini sih? Ibu tidak menyangka, ternyata kamu bisa memasak. "


" Ibu dan ayah terlalu berlebihan. Sebenarnya baru kemarin aku belajar memasak seperti ini dari bibi. "


" Wah, cepat sekali kamu belajar langsung bisa. Memang beda ya dengan yang jenius. "


Sagar hanya menanggapinya dengan tawa. Mereka kembali menyantap hidangan sarapan pagi buatan Sagar. Setelah selesai makan, Sagar sengaja meminta kepada ibunya untuk tidak membereskan ini semua, karena Sagar sendiri yang akan membereskan nya, hari ini Sagar izin cuti satu hari untuk menemani orang tua Nadira. Dia juga ingin yang terbaik untuk kedua mertuanya itu. Dia tidak ingin kunjungan nya kemari dia merasa capek karena ikut beberes rumah.


****


" Terimakasih ya nak Sagar. " Kata ibu Nadira dari dalam mobil.


" Sepertinya waktu menyelesaikan segalanya ya. " Ayah Nadira tersenyum dan menepuk bahu Sagar.


" Aku dulu pernah merasa kecewa karena aku mengira Nadira selalu menyembunyikan masalah percintaanya selama ini. Tapi setelah seiringnya waktu aku menjadi faham, itu semua pasti sangat berat untuk Nadira jalani. Kamu tau kan? Jaman sekarang mana ada anak yang menyembunyikan kisah cintanya? Rata-rata semua orang akan membuat acara anniversarry untuk merayakan hari jadinya. Dan menerima ucapan selamat dari banyak orang. Nadira bahkan tidak membicarakan hal itu atau hal sekecil apa pun kepadaku atau ibunya. Itu semua ia lakukan pasti karena menjaga perasaan Sagar dan takut membuat masalah untukmu. "


" Hahaha, iya benar. "


" Melihat dia melindungi cintanya, aku merasa sangat bangga. "


Ayah Sagar memegang bahu Sagar dengan penuh harap.


" Nadira masih sangat muda, pasti ada banyak hal yang dia belum mengerti. Aku minta tolong kepadamu, tolong jaga dia ya! Meskipun dia membuat kesalahan tolong maafkan dia. "


" Iya ayah, pasti aku akan menjaga Nadira dengan sepenuh hati. "

__ADS_1


****


Setelah pulang dari kuliah, Nadira mendapati rumahnya sudah sepi. Dia tau pasti orang tuanya sudah pergi.


Nadira masuk ke dalam rumah dan melihat Sagar duduk di ruang keluarga sambil melihat acara televisi. Nadira duduk di sebelah Sagar.


" Kamu sudah pulang? " Tanya Sagar.


Nadira menjawab dengan anggukan.


" Terimakasih banyak ya kak. Berkat kakak orang tuaku berkunjung kemari berakhir dengan baik. "


" Iya, oh iya.. Tadi ibu bilang sesuatu. "


" Bilang apa? "


" Katanya kamu itu masih seperti anak kecil dan kekanak-kanakan. Tapi anak kecil itu malah berani menikah. " Sagar tertawa.


" Terus kakak bilang apa? " Tanya Nadira sebal.


" Aku bilang jika umurku saja yang tua, tapi aku masih seperti anak kecil. " Sagar tersenyum melihat ekspresi Nadira yang melongo.


" Untuk itu, manjakan aku dong. " Kata Sagar manja dengan puppy eyes nya.


" Idih, geli ah. "


" Alasanya apa ya membuat kamu menjadi geli karena anak kecil itu aku. " Kata Sagar manja dengan memeluk Nadira. Ia hanya diam saja saat Sagar memeluknya seperti sekarang.


' Dulu, saat aku berada di sisi kakak, aku selalu merasa sesak dan tercekik. Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa sangat nyaman jika berada di sisi kakak. ' Batin Nadira dengan tersenyum.


" Harusnya saja, dulu bisa seperti ini. Tapi kenapa aku tidak pernah berusaha merubahnya? " Nadira membalas pelukan Sagar.


" Andai saja dulu kami mendekat satu sama lain tanpa adanya rasa salah paham mungkin hubungan kita akan semakin baik, jika kembali ke masa lalu kenapa tidak kembali saat pertama kali aku di lamar? " Batin Nadira.


" Oh ya, aku mau tanya sama kakak. "


" Tanya apa? "


" Jika seandainya kakak di beri kesempatan untuk mengulang waktu dan kembali ke masa lalu, dimana saat kakak ingin kembali?“

__ADS_1


" Oh ada. " Kata Sagar serius.


" Kapan? " Tanya Nadira sangat penasaran.


__ADS_2