
Nadira Terkejut melihat Sagar yang sudah ada di rumah. Karena ini masih pukul lima sore. Bahkan walau pun pulang lebih awal biasanya Sagar datang pukul delapan malam.
" Kamu sudah pulang? " Tanya Nadira heran. Ia melihat Sagar menata beberapa tanaman di dekat jendela.
' Ah apa ini? ' Sebelumnya rumah mereka terlihat kosong tanpa ada tanaman, tiba tiba sekarang sudah ada berbagai tanaman di dalam pot.
" Kamu pulang lebih awal ya? Aku kira kamu pulangnya lebih malam. " Kata Sagar dengan senyuman manis.
" Harus nya aku yang tanya! Biasanya kakak pulangnya sangat larut. Kenapa sekarang tiba tiba ada di ruma? " Nadira melihat beberapa tanaman yang di tata Sagar.
" Apa ini semua? " Tanya Nadira penasaran.
" Hadiah. " Sagar tersenyum manis.
" Ayo kesini. " Sagar menarik tangan Nadira untuk melihat tanaman yang baru saja Sagar beli.
' Ada apa lagi? Kenapa tiba tiba kakak jadi begini? ' Batin Nadira.
' Dia tidak sedang merayuku untuk berhubungan fisik lagi kan? '
" Lihat ini! Ini adalah tanaman Zamio, dia cocok sekali di taruh di dalam ruangan seperti ini. Selain cantik, dia juga tidak terlalu membutuhkan air, kita tidak perlu setiap hari menyiramnya, karena daun nya yang tebal bisa menampung air dari sana. Bahkan dia bisa hidup hanya dengan di tancapkan daun nya. " Sagar memperkenal kan satu tanaman kepada Nadira.
" Dan ini adalah begonia, selain cantik bunga ini juga mudah perawatan nya dia mudah untuk berkembang biak dan konon katanya jika bunga ini di tanam di dalam rumah akan membawa keberuntungan untuk penghuni rumah. " Sagar mengangkat bunga begonia yang masih kecil.
" Yang ini peace lilies, dia bisa menyerap racun dan udara kotor, kita hanya perlu mengeluarkan dia dua minggu sekali untuk mendapatkan sinar matahari. Dan dia bisa bertahan hidup lebih lama. " Sagar mengangkat pot bunga peace lilies.
" Yang ini rosemary, dan itu ivy yang bagus untuk pernafasan dan juga bisa untuk menghilangkan rasa sakit dan nyeri otot. Tanaman ini bagus untuk kesehatan, dan mereka dapat bertahan hidup lama. Perawatan nya juga mudah. "
' Entah lah, aku melihat semua sama, tumbuhan yang berdaun. ' Batin Nadira.
" Ayo coba tebak! Aku akan memberikan pertanyaan kepadamu. " Sagar tersenyum.
" Pertanyaan apa? "
" Apa persamaan dari mereka semua? "
" Aku tidak tau. " Jawab Nadira.
" Ini semua adalah kesukaanmu. " Sagar tersenyum dan memegang kedua bahu Nadira.
__ADS_1
' Kesukaanku? ' Pikir Nadira.
" Aku suka mereka semua? " Tanya Nadira kepada Sagar.
' Bahkan aku tidak mengerti nama nama dari bunga ini. Ada juga yang baru pertama kali aku lihat. ' Batin Nadira.
" Iya, tanaman tanaman yang berdaya hidup tinggi... "
' Daya hidup? ' Batin Nadira. Dia mengingat perkataan Sagar yang tadinya tidak dia anggap terlalu penting.
"Ini adalah tanaman Zamio, dia cocok sekali di taruh di dalam ruangan seperti ini. Selain cantik, dia juga tidak terlalu membutuhkan air, kita tidak perlu setiap hari menyiramnya, karena daun nya yang tebal bisa menampung air dari sana. Bahkan dia bisa hidup hanya dengan di tancapkan daun nya."
"ini begonia, selain cantik bunga ini juga mudah perawatan nya dia mudah untuk berkembang biak dan konon katanya jika bunga ini di tanam di dalam rumah akan membawa keberuntungan untuk penghuni rumah. "
" Ini peace lilies, dia bisa menyerap racun dan udara kotor, kita hanya perlu mengeluarkan dia dua minggu sekali untuk mendapatkan sinar matahari. Dan dia bisa bertahan hidup lebih lama. "
"Yang ini rosemary, dan itu ivy yang bagus untuk pernafasan dan juga bisa untuk menghilangkan rasa sakit dan nyeri otot. Tanaman ini bagus untuk kesehatan, dan mereka dapat bertahan hidup lama. Perawatan nya juga mudah. "
' Ternyata dia ingat semua kesukaanku, yang selama ini aku perjuangkan. ' Nadira tersenyum haru.
" Terimakasih semuanya. Dengan adanya tanaman ini rumah kita akan semakin segar." Kata Nadira tanpa ekspresi.
" Kamu tidak menyukainya? "
" Tidak! Aku tidak apa apa kok. " Sagar berjalan mundur dan tidak sengaja menginjak pot hingga pecah.
" Aakhh!! " Teriak Sagar menahan sakit.
" Kakk! Kakak tidak apa apa? " Nadir berjongkok mengikuti Sagar.
" Tidak! Aku tidak apa apa kok. Kamu tidak perlu hawatir. " Kata Sagar.
" Biar kulihat kakinya. " Nadira mengangkat kaki Sagar.
" Tuh kan berdarah. Ayo duduk di atas. " Nadira membopong Sagar agar bisa berjalan.
" Pelan pelan. " Kata Sagar.
" Iya. " Nadira membantu Sagar duduk di sofa.
__ADS_1
" Kakak tunggu sebentar di sini, biar aku ambilkan obat dulu. "
Nadira menaruh tas nya di meja dan berlari ke ruang keluarga untuk mengambil kotak obat.
" Ini akan terasa sedikit perih. Tahan ya! " Nadira membersihkan luka Sagar dengan alkohol.
" Sakit ya? " Tanya Nadira di sela sela mengobati Sagar.
" Tidak kok. "
Nadira membalut luka Sagar dengan perban. Setelah selesai mengobati, Nadira kembali merapikan tempat obat dan hendak menaruh kembali kotak itu ke tempatnya.
" Ini tanaman apa kak? " Tanya Nadira saat melihat tanaman itu berserakan akibat di injak Sagar barusan.
" Rosemary, padahal itu manfaatnya sangat bagus untuk kesehatan. "
" Bagus untuk kesehatan apa nya?! " Kata Nadira dengan nada tinggi.
" Sudah jelas jelas dia melukai kakak barusan. "
" Hahahaha, itu karena aku tidak sengaja menginjak nya, dan yang melukaiku karena pecahan pot nya. " Kata Sagar tertawa.
" Dasar rosemary bodoh! " Umpat Nadira.
" Kamu benar benar tanaman menyebalkan. Seperti kakak tiga tahun yang lalu. " Omel Nadira.
' Bahkan saat dia ngomel seperti itu dia masih terlihat sangat manis. ' Sagar tersenyum berbunga bunga.
" Sekarang aku kan tidak apa apa. Terimakasih ya sudah mengobati luka ku. "
" Iya! Tapi kan takutnya lukanya jadi tetanus." Kata Nadira, dia bicara dari ruang keluarga.
" Memangnya kamu kira aku habis menginjak paku atau semacam nya? "
" Ya, kita kan perlu berjaga jaga. Jangan sampai gara gara ini kakak jadi terluka parah. Untuk memastikan lebih baik kita pergi ke rumah sakit saja. " Nadira duduk di sebelah Sagar dengan hawatir.
" Tidak perlu, aku benar benar baik baik saja." Sagar memeluk Nadira. Sedangkan Nadira berusaha melepaskan pelukan Sagar, dia takut terjadi seperti kejadian semalam, tapi Sagar memeluk nya dengan erat. Setelah itu Sagar melepaskan pelukan nya.
" Untuk kejadian kemarin malam, dan peristiwa itu, sebenarnya aku jadi sangat sulit untuk memiliki teman dan terbuka kepada orang lain. Aku bahkan menekan perasaanku. Jika ada perasaan yang aneh atau mengganjal, aku selalu membereskan semuanya di dalam otakku. Katanya rasa sakit di dalam tubuh muncul karena sinyal dari otak. Karena jika sakit, otak akan mengirimkan sinyal kepada tubuh bahwa itu sakit. Kalau terus terusan berfikir seperti itu semua perasaan akan menjadi kebas. Mungkin itu sebabnya. Dibanding kan dengan orang lain, aku ini kurang ber ekspresi. "
__ADS_1
Nadira menatap Sagar dengan perasaan menyentuh dan haru.
Bersambung....