Gairah Ranjang Kakakku

Gairah Ranjang Kakakku
Sah


__ADS_3

Masih bermuatan dewasa, para Readers diharapkan tetap bijak dalam membaca 🤫


Adegan panas kedua insan itu berlanjut, rasanya keduanya sudah tak tahan untuk saling bersatu dalam sebuah kenikmatan cinta, Randy yang langsung ingin mendominasi lantas menindih badan Vania, keduanya berciuman mesra dahulu sebelum ia membuka kedua pangkal paha Vania dan ingin menerjangnya, namun aksi itu tiba-tiba ia urungkan, Randy langsung berhenti dan malah menutup badan indah Vania dengan selimut.


" Kak, kenapa tiba-tiba berhenti," Ucap Vania yang terkejut atas tindakan spontan Randy.


" Kakak tidak ingin merusak kamu Van," Ucapan itu tiba-tiba terlontar dari mulut Randy yang terdengar menjadi lagi seorang kakak untuknya.


" Kak, sudah terlambat kakak bilang seperti itu, aku sudah sangat h*rny," Ucap Vania yang mencium lagi bibir Randy.


" Lebih baik kita ke penghulu dahulu, Ayo kita menikah Vania," Ucap Randy yang langsung memantapkan kata pernikahan pada gadis cantik di depannya.


" Menikah," Vania mengulang lagi kata itu dengan gagap.


Randy langsung mengangguk dan menyuruh nya untuk memakai lagi baju nya, ia lalu mengemudikan laju mobilnya ke arah penghulu terdekat.


Sebelum mereka sampai di rumah penghulu, Randy mengajak Vania ke Salon sahabat nya untuk dirias secara sederhana namun tidak menghilangkan kesan cantik yang ada dalam diri Vania, ternyata ia sudah merencanakan semua ini untuk menikahi gadis pujaannya, mulai dari membeli Apartemen yang hanya diketahui oleh dirinya dan Vania saja.


Setelah berhias, Vania memakai Kebaya putih dengan sanggul modern yang nampak memberi kesan kecantikan elegan pada dirinya. Keduanya memantapkan menikah secara siri di sebuah rumah penghulu terdekat dengan wali hakim.


" Sah," seruan kata itu terdengar di mulut penghulu dan dua orang saksi asing yang ia bayar.


Walaupun pernikahan itu secara sederhana dan belum legal di mata negara namun setidaknya ia sah di mata Agama dan tidak dihantui rasa bersalah kepada gadis yang ia cintai.


Vania mencium punggung tangan Randy yang sekarang telah sah menjadi suaminya, ia benar-benar tak menyangka akan secepat ini melalui cinta yang sangat ia damba-dambakan.


Keduanya melajukan lagi mobil mereka kembali ke Apartemen untuk melanjutkan percintaan panas mereka yang tertunda.


" Van, maafin kakak yang hanya menghalalkan kamu lewat pernikahan siri dahulu, kakak janji kita akan menikah sah di mata hukum, kakak terpaksa melakukan ini soalnya...," Ucapan itu terhenti karena Vania yang sudah mencium bibir Randy.


" Terimakasih ya kak, karena sudah benar-benar menunjukkan keseriusan dalam cinta kita," Ucap Vania yang sangat bahagia hari ini.

__ADS_1


Randy tersenyum dan gantian menciumi Vania, Status mereka yang sudah suami istri malah membuat kikuk keduanya dengan panggilan canggung. Vania lalu mengatakan kepada Randy dengan tersipu malu.


" Aku mencintaimu suamiku," Ucap Vania sambil membuang wajah nya ke arah lain.


Keduanya nampak tersipu malu dengan status baru mereka, Begitupun Randy ia membalas ucapan itu dengan " Istriku" yang membuat keduanya saling tersenyum tak karuan.


Namun sehabis acara ijab Qabul Randy tidak langsung membawanya ke Apartemen, melainkan membawanya ke sebuah restoran Candelight dinner, pernikahan yang secara mendadak membuat mereka belum pernah merasakan kencan bersama, sore ini serasa spesial bagi kedua insan itu, biasanya Vania yang sering ngaku-ngaku sebagai kekasih Randy, namun kali ini ia benar-benar menjadi pasangan nya, bahkan menikah dengan pangeran berkuda putih itu.


Ia juga memberikan Vania bouquet bunga Daisy yang menggambarkan ketulusan hati, Randy yang dari dulu tidak pernah pacaran karena selalu bersama adiknya kini malah berani memutuskan untuk menikahi adiknya.


Ia sudah memikirkan matang-matang tentang konsekuensinya, dan sudah mempersiapkan diri untuk menemui orang tua Vania yang sekarang masih menjadi Ayahnya sendiri.


" Kak Randy, aku sangat bahagia hari ini, aku tidak menyangka bahwa hari ini kita malah menikah," Vania tersenyum lebar sambil mencium bunga Daisy yang di berikan Randy.


Mereka berdua menyantap makan malam itu dengan suasana yang begitu romantis, tak lupa gelak tawa selalu mengiringi perbincangan mereka.


Setelah melewati makan malam romantis mereka kembali ke Apartemen, kedua insan yang baru dimabuk cinta itu kembali melanjutkan aksi panas mereka termasuk melaksanakan malam pengantin, mengingat mereka sudah sah sebagai suami istri.


Keduanya saling membersihkan badan mereka terlebih dahulu dan saling berciuman untuk forepl@y mereka, namun sebelum mereka saling memadu kasih lagi, tiba-tiba handphone Randy berbunyi.


" Siapa..?," Tanya Vania kepada Randy.


Pria itu hanya menggeleng mendapati nomor asing tertera dalam layar ponselnya.


" Iya Halo," Ucap Randy menjawab telepon itu.


" Randy ini aku Helena, keluarga aku akan datang berkunjung lagi, apakah kamu sudah pulang kerja..?," Tanya Helena dari sebrang telepon.


Randy memejamkan matanya, Sepertinya malam syahdu nya harus tertunda lagi.


" Iya aku sedang perjalanan pulang, sampai bertemu nanti," Ucap Randy yang kemudian mematikan teleponnya.

__ADS_1


Vania yang mendengar suara wanita itu langsung berubah raut wajahnya, ia langsung menatap ke arah lain.


" Van, sepertinya kita harus pulang, keluarga Candradinata mau berkunjung lagi ke rumah," Ucap Randy berbicara pelan kepada Vania.


" Aku istri kamu sekarang, kenapa seolah-olah aku yang jadi selingkuhan kamu," Ucap Vania dengan kesal.


Randy yang sudah biasa akan situasi seperti ini langsung menenangkan Vania, ia mencoba membujuk gadis cantik itu agar ikut pulang bersamanya, hingga akhirnya anggukan Vania memantapkan nya.


Tepat pukul 7 malam mobil sport berwarna putih melaju meninggalkan apartemen, Vania enggan untuk berbicara meskipun Randy beberapa kali memulai percakapan.


Saat mereka sampai di rumah, Keluarga Pak Anton Candradinata sudah berada dalam kediaman rumah mereka.


" Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, sini nak Randy," Ucap pak Anton yang melihat Pria itu baru datang.


Dengan sigap Randy menyalami nya dan duduk di samping pak Rahardian, sedangkan Vania langsung duduk bersama mama nya sedikit berjauhan.


" Maaf ya keluarga pak Rahardian Widjaya, karena mendadak memberi kabar untuk bertamu, jadi kedatangan kami ingin menanyakan tanggal pertunangan putra-putri kita, karena Helena ada pameran pekan depan di Amsterdam," Ucap pak Anton menatap kedua pria yang duduk saling berdekatan itu.


" Bagaimana kalau kita tanyakan pada masing-masing anak kita, bagaimana Randy, kamu bersedia," Ucap pak Rahardian yang langsung menodong ke arah Randy.


Pria itu langsung pucat pasi, ia melihat mata Vania yang sangat tajam menatap nya.


" Ahh.. Randy ikut saja," Ucap Randy yang langsung menundukkan kepalanya.


Helena yang sembari tadi hanya menyimak langsung tersenyum melihat sikap gugup Randy yang baginya sangat manis.


" Saya setuju secepatnya, dan sama seperti Randy ikut saja rencana orang tua kita," Ucap Helena yang tak hentinya memandang Pria berdarah Turki itu.


Pertemuan malam itu hanya di adakan di ruang tamu saja, dengan kesepakatan lusa di adakannya pertunangan anak mereka.


Vania terus menatap tajam mata Randy, perasaan kesal dan cemburu menjadi satu bergelut di hatinya.

__ADS_1


Sedangkan sang Pria, ia berada di antara kedua kubu yang sama-sama ingin memilikinya tanpa mau ada seorangpun yang menyentuh, ia benar-benar bingung di hadapkan dengan gadis yang ia cintai atau wanita yang akan menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan.


Istri sah tetap nomer satu sih menurut author šŸ¤—Terimakasih atas teman-teman Readers tercinta.. menerima kritikan dan saran yang membangun


__ADS_2