
Dalam padatnya Bandara Randy dan Helena keluar menuju parkiran, ia masih terus memikirkan kejadian yang ia alami barusan, Randy yang masih fokus menyetir lantas membangunkan lamunan wanita di samping nya.
" Kamu tidak apa-apa, dari tadi kamu melamun terus..?," Tanya Randy kepada Helena.
Wanita di samping nya langsung tersentak terbangun dari lamunan nya. Ia lalu mencari alasan agar Randy tidak khawatir maupun curiga padanya. Mereka lalu berhenti di sebuah restoran untuk makan siang bersama, mereka memilih resto chinese food terdekat dari kantor Randy.
" Helena, kamu sakit," Tanya Randy untuk kesekian kalinya kepada Helena sembari memegang kening nya, seolah ingin mengagetkan Wanita di samping nya yang sedari tadi masih melamun terus. Lagi-lagi ia tersentak karena Randy mengagetkan nya dengan spontan.
Helena lalu teringat kejadian setahun silam saat ia masih menetap di Paris, dimana ia menjadi seniman pelukis yang sangat terkenal di sana, bahkan karya nya banyak yang di apresiasi dan mendapatkan lisensi hak cipta.
Kala itu Helena beserta rekan sesama pelukis nya sedang mengadakan pesta kecil-kecillan karena tim mereka menang di ajang olimpiade Paris, banyak sekali rekan-rekan lain yang ikut bergabung, teman nya yang bernama Cassie memiliki kedai anggur yang begitu terkenal di sana, ia bahkan memiliki banyak sekali timbunan anggur yang berusia puluhan tahun yang tak perlu di ragukan lagi kualitas nya.
Cassie sudah memperingatkan kepada Helena yang terkenal alkoholic bahwa anggur yang kali ini ia bawa berkadar alkohol tinggi, dan jangan mengkonsumsi terlalu banyak.
Namun usianya kalau itu yang masih terbilang muda begitu labil dan malah menantang teman nya dengan taruhan bahwa ia mampu menghabiskan sepuluh sloki anggur dalam semalam.
" Jangan Lena, itu kadar alkohol nya gak main-main, secukupnya saja untuk menghangatkan tubuh," Ucap Cassie yang nampak cemas akan aksi nekat sahabat nya.
Namun riuh tepuk tangan rekan-rekan nya di sana menambah jiwa arogan Helena keluar.
" Minum.. Minum..., " Teriakan yang begitu menggema terdengar sangat memprovokasi nya.
Dengan lantang penuh percaya diri, Helena menenggak anggur yang susah tersaji di atas meja..
__ADS_1
1 teguk, 2 teguk, 3 teguk, hingga gelas sloki ke 8, Helena masih kokoh berdiri sambil tersenyum atas kemenangan nya, banyak juga yang ikut bertaruh bahwa Helena mampu menegak semua sloki itu, hingga akhirnya kemenangan pun mereka dapatkan karena Helena masih kokoh berdiri sampai 30 menit berjalan.
Cassie yang menatap sahabat nya yang sudah memerah pipinya hanya menggelengkan kepala nya, perlu di ingat ia sudah memperingatkan sahabat nya bahwa kadar alkohol anggur yang ia bawa sangat tinggi, namun gubrisan itu tak di dengar Helena. Setelah acara selesai, kepalanya mulai berputar hebat, ternyata ratu alkholic itu mabuk berat.
Cassie yang mencemaskan nya ingin sekali mengantarkan Helena sampai pulang kerumahnya, namun bertepatan sekali ia dikabarkan bahwa adik Cassie mengalami kecelakaan akibat jalanan yang licin karena hari pertama turun salju.
Akhirnya sahabat itu mengantarkan Helena hanya sampai naik taksi saja, wanita itu bahkan sudah tidak sadarkan diri, menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang.
" Pak tolong antar kan di distrik 12B ya," Ucap Cassie dengan aksen bahasa prancis sambil mengulurkan tarif taksi.
Supir taksi itu lantas mengangguk dan mengemudikan laju mobilnya.
Cassie yang sudah cemas dengan keadaan adiknya lantas menghentikan taksi lain nya dan segera pergi menuju ke rumah sakit.
Sedangkan Helena yang sudah kehilangan kesadarannya tertidur lelap di kursi taksi yang membawanya ke arah pulang.
Helena dan sang supir taksi yang saat itu dalam kondisi mabuk hanya mengalami luka ringan, namun lawan adu banteng nya mengalami cedera yang cukup serius.
Mereka di rawat di rumah sakit yang sama, rata-rata korban kecelakaan di ruas jalan karena medan yang terlalu licin sesudah turun salju.
" Aduh," Rintih Helena, mata nya membuka mendapati ruangan yang nampak begitu asing serta bau pekat obat.
Ternyata ia telah dibawa di rumah sakit meskipun mengalami luka ringan. Banyak sekali polisi yang datang di rumah sakit karena jumlah kecelakaan di hari itu begitu beruntun saat hari pertama turun salju.
__ADS_1
Matanya tiba-tiba tertuju pada isak seorang ibu mendapati anak nya yang koma karena kecelakaan, namun anehnya ia melihat sopir taksi yang mengantarkan nya pulang malam itu, meskipun kondisi nya mabuk berat kala itu tapi ia ingat wajah sang sopir taksi.
Helena yang masih sedikit pusing lantas mendatangi sedikit keributan di depan ruangannya, karena isak ibu itu yang seolah menyalahkan sang sopir taksi.
" Lihat putraku Koma, hanya dia tumpuan harapan kami," Ucap seorang ibu yang masih memukuli dada sang sopir taksi tak Terima anaknya ditabrak, namun aksi nya di lerai oleh petugas kepolisian yang datang olah tempat kejadian perkara.
Helena yang menatap dari arah kaca langsung terkejut, ia mengenali pria itu, pria yang sebenarnya membekas di hidupnya.
" Maaf Bu, apa anak ibu itu bernama Brian..?," Ucap Helena yang seakan tidak percaya.
" Kamu kenal anak saya, ia dia Brian Lesmana," Ucap ibu itu sambil menatap fokus mata Helena dengan berlinang air mata.
Dengkul Helena seakan langsung lemas untuk berdiri, seharusnya ia begitu bersyukur akhirnya bisa menemukan Brian, namun tidak dengan kondisi yang sekarang ini.
" Kamu penumpang taksi sopir itu ya..?," Ucap ibu Brian masih menanyai Helena.
Seketika Helena mengangguk, namun tangis ibu Brian malah semakin pecah.
" Mengapa hanya anak ku yang mengalami luka parah," Ucap seorang ibu yang begitu terluka karena anak satu-satunya terbaring koma menunggu kepastian antara hidup dan mati.
Ada kisah yang tersembunyi selain dalam peristiwa kecelakaan hari ini, tepatnya dua bulan silam, jiwa alkoholik nya yang begitu arogan melibatkan nya pada cinta satu malam yang ia tak sadar ia lakukan. Dan Pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Brian Permana Lesmana yang saat ini sedang terbaring koma di depan mata kepala Helena.
Lantas mengapa, Helena begitu takut bertemu dengan Brian saat tak sengaja berjumpa kembali ke Indonesia..? Bahkan Brian sendiri tak mengenali wajah wanita yang terlibat " one stand Night" dengan nya, yang pasti ada cerita lagi di balik nya, dan akan dibahas part dua.
__ADS_1
Terima kasih atas dukung nya ya Readers setia yang masih menunggu cerita ini.. Maaf ya Author jadi Reseller dadakan sama barang yang lagi marak minggu-minggu ini. Tapi tenang, othor janji gak bakal bolos update lagi..
Sehat selalu para Readers dimanapun berada..❤