
...Perhatian...
ini hanya Novel semata, semua tokoh, karakter dalam cerita hanya fiksi belaka, apalagi kesamaan nama tokoh dan latar cerita itu tidak di sengaja, happy Reading ๐
***
Vania terus memutar bola matanya kesal, kenapa Helena bisa terus lolos dari kejaran mereka. Ia menatap Brian yang masih fokus menyetir, mereka melaju ke arah pinggiran kota sesuai perkataan kepala keamanan tadi.
" Bagaimana cara nya mencari nya, meskipun pinggiran kota tetap saja luas,"ย Ucap Vania yang nampak putus asa.
Brian terus memberikan senyuman untuk Vania, seolah ia tahu keberadaan mereka. Meskipun ia sudah tak bisa meminta bantuan kedutaan besar namun ia tetap memiliki koneksi tentang penyewaan rumah seperti Agen Properti.
Brian nampak memarkir kan mobilnya di depan sebuah Agen Properti, ia teringat saat dulu mencari karyawannya yang kabur membawa uang perusahaan dan dapat menemukan nya melalui Agen Properti ini, karena karyawan nya menyewa perumahan pinggiran kota untuk tempat nya bersembunyi.
" Silahkan ada yang bisa saya bantu," Ucap seorang Pak tua memakai syal berlapis dengan aksen Belanda begitu kental.
Brian lalu menceritakan kronologi tentang Seseorang yang ingin di carinya kepada pak tua didepan nya.
Entah mengapa Pria tua itu merasa iba, lantas memberikan berkas-berkas rekapan Minggu ini, tentang siapa saja yang menyewa rumah maupun apartemen di pinggiran kota.
Mereka melihat satu persatu berkas yang terlihat menumpuk, dalam seminggu banyak sekali yang menyewa rumah maupun apartemen.
Brian dan Vania mencari satu persatu dalam tumpukan berkas dengan teliti. Bahkan para Bodyguard yang mereka sewa di kerahkan untuk ikut membantu, meskipun sekarang sudah era digitalisasi namun Agen Properti milik pria tua itu masih serba manual, ia masih menggunakan cara manual tanpa adanya komputer. Namun meskipun demikian Agen Properti ini begitu akurat untuk mendapatkan informasi tentang perumahan serta Apartemen yang bagus.
Tak sedikit yang mendatangi tempat ini untuk mendapatkan tempat yang mereka inginkan dengan budget ekonomis.
" Ketemu," Teriak salah seorang bodyguard sewaan Brian menunjukkan selembar kertas kepada Brian dan Vania.
Tertulis atas nama Helena menyewa apartemen di pinggiran kota 500 meter di bawah permukaan laut, tidak aneh untuk negara yang mengeringkan laut untuk dijadikan pemukiman.
Dengan imbalan sepantasnya Brian memberikan tips serta rasa terima kasih kepada pak tua yang mau membantu nya meskipun sebenarnya data dalam berkas itu adalah bersifat privasi, mereka lalu pergi menuju Apartemen sewaan Helena.
__ADS_1
Jarak yang tergolong dekat membuat Vania begitu bersemangat karena ia lelah dengan perjalanan yang begitu jauh.
Mereka pergi masih membawa Bodyguard sewaan untuk berjaga jika terjadi hal yang tidak di inginkan. Apartemen mewah yang jauh dari kata kumuh terlihat di kawasan yang tertera di alamat tersebut, Mereka lalu masuk dan menaiki lantai nomor 27.
Brian menekan bel berkali-kali, hingga seseorang membuka kan pintu untuk mereka.
Helena langsung membulatkan matanya terkejut mendapati Brian dan Vania menemukan Apartemen yang ia sewa. Dengan cepat ia menutupnya kembali, namun belum sempat ia menutup, Brian sudah menahan pintu itu dan mendobraknya.
" Siapa Helena," Ucap Randy yang mendatangi arah kegaduhan itu.
Helena tak bisa menahan mereka lagi, kedua mata yang sudah sangat rindu itupun bertemu. Vania melihat Randy yang masih bertumpu dengan tongkat berdiri di hadapannya.
" Kak Randy," Ucap Vania begitu lirih menatap kekasih halalnya yang sudah lama tidak ia temui.
Begitupun Randy, meskipun ia tak berucap, namun ia juga sangat rindu dengan Vania. Wanita cantik itu langsung menubruk badan Randy dengan pelukan nya yang sangat erat di dera kerinduan yang begitu dalam.
" Kakak bagaimana, apakah sudah sembuh," Vania memegangi badan Randyย dan mengamati pasca operasi.
Helena membuang muka nya begitu kesal, sedangkan Brian hanya tersenyum tipis menatap wanita pujaan nya memeluk Pria lain.
" Kita sudah tahu tentang hubungan kalian, Vania yang mengatakannya," Brian berkata seolah ia merestui hubungan mereka dengan memberikan senyuman walaupun sangat tipis.
Namun tidak dengan Helena yang menaruh kedengkian begitu dalam.
" Hubungan kalian tidak akan pernah direstui oleh Ayah kalian, karena orang tua kalian yang akan menanggung nya," Helena berucap menaruh kedengkian.
Brian lalu mempersilahkan mereka berdua untuk pergi meninggalkan Apartemen dikawal Bodyguard sewaan nya, Helena dengan tak terima menahan tangan Randy dan berkata untuk jangan pergi, namun Brian melepaskan tangan Helena, dan gantian mencengkeram tangan wanita itu.
Rupanya Brian masih ada urusan dengan Helena yang belum selesai.
" Aku masih punya urusan dengan mu Helena," Ucap Brian menatap mata Helena tajam.
__ADS_1
Wanita itu seketika langsung panik, ia lupa bahwa ia juga masih punya urusan dengan Brian. Para Bodyguard sewaan Brian sudah membawa Randy dan Vania pergi meninggalkan Apartemen.
Menyisakan hanya mereka berdua, wajah Helena begitu pucat pasi tangan kanan nya di genggam Brian begitu kuat serta mata Pria itu menatapnya begitu tajam, suasana tegang menyelimuti disana.
Tiba-tiba Brian tersenyum lalu melepaskan tangan Helena yang ia Cengkram dengan kuat.
" Ah, maaf aku hanya ingin mengobrol santai saja denganmu," Ucap Brian merubah ekspresi nya seketika lalu duduk di sofa.
Helena yang sudah begitu tegang seolah bisa bernafas kembali dengan tenang, matanya terpejam sesaat.
" Aku tahu kak Helena jika kamu begitu mencintai Randy, tapi caramu salah, mereka akan terus memberontak jika kita memakai cara kekerasan," Ucap Brian lalu berdiri meraih apel di atas meja lalu menggigit nya.
Ia lalu mendekat ke arah Helena yang masih terpaku di tempat ia berdiri.
" Perlahan namun pasti," Ucap Brian lagi menatap Helena lagi dengan tatapan tak biasa. Helena melangkah mundur pelan-pelan.
Brian lalu tersenyum lagi, seolah ia mempermainkan Helena yang terlalu kaku menghadapi nya. Brian lantas pergi meninggalkan nya, namun ia baru teringat akan pertanyaan yang terus mengganjal di hatinya yang belum terjawab oleh Helena. Pria itu lalu memutarkan badan nya sebelum mencapai pintu keluar.
" Kak, apakah kita sebelumnya pernah kenal atau bertemu," Tanya Brian menatap Helena lagi, namun kali ini tatapannya terlihat serius.
Helena berkali-kali dibuat spot jantung olehnya, yang kali ini memang pertanyaan yang selalu ia hindari.
" Ah, seperti nya tidak," Ucap Helena menjawab sedikit gagap.
Brian hanya mengkerut kan keningnya setelah mendengar jawaban Helena.
" Tapi kenapa kak Helena selalu menghindari ku, apa jangan-jangan kakak punya rahasia yang disembunyikan," Ucap Brian berjalan mendekat ke arah Helena lagi yang kali ini benar-benar membuat jantungnya seakan berhenti berdetak.
Kira-kira Brian bakalan tahu tidak ya Readers ๐ค
Terimakasih dukungan nya, masih mencoba konsisten update ๐๐๐
__ADS_1