Gairah Ranjang Kakakku

Gairah Ranjang Kakakku
Rindu


__ADS_3

Perhatian, ini hanya Novel semata, semua tokoh, karakter dalam cerita hanya fiksi belaka, apalagi kesamaan nama tokoh dan latar cerita itu tidak di sengaja, happy Reading 🙂


***


Vania menatap mata Brian dengan keyakinan. " Bisakah kita cari tahu dimana kakak ku berada," Ucap Vania mengeluarkan kalimat permintaan kepada Brian.


Pria berpawakan tinggi itu mengangguk menuruti permintaan Vania. Pak Rahardian dan Bu Sandra sudah terbang meninggalkan Italia, istri yang sangat setia itu kali ini bersikap dingin kepada suaminya yang ia anggap sudah sangat keterlaluan, pak Rahardian hanya terdiam menatap istrinya yang sedari tadi acuh padanya.


Pak Rahardian masih bungkam, tak mau memberi tahu keberadaan Randy berada, ia tahu istrinya pasti akan memberitahu kan kepada anak perempuannya tentang keberadaan Randy.


" Maafkan aku istriku, aku melakukan semua ini untuk kebaikan kita bersama, perusahaan sedang sangat goyah, apalagi demi keberlangsungan operasi Randy kita telah menghabiskan biaya yang tidak sedikit," Ucap pak Rahardian mencoba meraih tangan istrinya yang tepat di kursi samping nya.


" Tapi cara kamu salah Yah, kamu menyakiti hati mereka," Ucap Bu Sandra


Berkata yang masih tak mau menatap wajah suaminya.


" Ya Ayah tahu," Pak Rahardian membalas ucapan isterinya begitu cepat dengan wajah murung penuh rasa dendam di hatinya.


Bu Sandra terus mengatur nafas nya, ia masih begitu kesal dengan keadaan rumah tangga di keluarga nya yang semakin rumit.


Ia tahu semua usaha Suaminya demi keberlangsungan kehidupan mereka agar tetap sejahtera, semua itu bermula karena hinaan dari kakek dan nenek Vania yang menghina pak Rahardian karena dari anak keluarga miskin yang tidak terpandang, rasa dendam itu terus membekas di hatinya, membuatnya mudah berambisi agar tidak jatuh miskin.


Paginya mereka landing ke Indonesia setelah semalaman di dalam pesawat, ia masih terus bersikap acuh dengan suaminya hingga sampai di kediaman mereka.


" Syukurlah Nyonya Dan Tuan sudah pulang," Sambut hangat Art setia mereka membuka kan pintu.


Bu Sandra nampak memeluk bi Anum yang seakan begitu rindu dengan nya.


" Anak-anak, gimana nyonya," Ucap bi Anum yang membuat pak Rahardian langsung masuk tanpa membuka suara sedikitpun.


Art itu langsung terdiam mendapati sikap majikannya yang seolah dingin, seperti nya ia salah bertanya di saat yang tidak tepat.


" Biarkan saja bi, bolehkah buat teh aroma melati, aku sedang sangat pusing," Ucap Bu Sandra memijit pelipisnya.


Bi Anum dengan sigap langsung ke dapur membuatkan teh hangat beraroma melati pesanan majikannya.

__ADS_1


***


Dan di sebuah Apartemen di negara Italia, Brian dan Vania masih berbicara mengenai kerjasama nya, meskipun Vania tidak bisa menjaminkan hatinya untuk Brian, namun Vania begitu berterima kasih padanya.


" Aku memiliki kenalan Kedubes di Eropa dan Amerika, siapa tahu bisa membantu menemukan mereka saat tiba di suatu negara," Ucap Brian yakin sambil membuka laptopnya.


Vania tersenyum mendapati teman seangkatan kuliah nya masih memikirkan skripsi di waktu sekarang.


" Nggak usah senyum meledek seperti itu, aku optimis lulus tahun ini, ya walaupun telat ngumpulin nya," Ucap Brian yang masih mengetik tanpa menatap wajah Vania.


Vania hanya mengangguk dengan meninggikan alisnya.


" Ketemu..disini," Tunjuk Brian di salah satu titik negara di Eropa tanpa menunggu waktu lama.


" Ayo kita bersiap kesana," Ucap Brian langsung mengemasi barangnya yang sedikit di tas ransel nya.


Vania yang merasa bingung karena begitu mendadak hanya mengikuti semua langkah Brian, ia yakin dan percaya kepadanya.


" Butuh berapa lama kesana," Ucap Vania yang sedikit trauma menaiki pesawat karena Jetlag.


Meskipun umur nya tergolong muda namun ia sudah mengelilingi dunia untuk perjalanan bisnis keluarga nya.


" Tenang saja, Amsterdam kota yang aman, bahkan pusat perusahaan keluarga ku di negara Belanda," Ucap Brian menenangkan Vania yang seolah takut menjajaki negara asing lagi.


Vania hanya mengangguk mendengarkan ucapan Brian. Pak Rahardian lupa jika koneksi Brian begitu luas, ia juga belum mengenal betul karakter Brian yang tidak mudah terpengaruh, meskipun ia tergiur dengan semua tawaran Ayah Vania, namun ia berpegang teguh pada prinsipnya sendiri.


Mereka menemukan keberadaan Randy dan Helena hanya dengan waktu sehari saja melalui jalur koneksi Kedubes ( kedutaan besar) di sana.


Namun pak Rahardian tidak selengah itu, diam-diam ia menyuruh orang untuk mengawasi anaknya mulai saat di antarkan istrinya menuju Apartemen Brian menginap.


Mata-mata itu terus mengawasi dan melapor setiap gerak-gerik anaknya dan Brian kemanapun mereka pergi.


Di dalam kamar, pak Rahardian menutup teleponnya dengan tatapan kesal mendapati informasi dari mata-mata nya, rupanya Brian tidak mudah terhasut dengan ucapannya. Ia juga sudah tahu jika Randy sudah siuman dari Helena yang bersengkongkol dengan nya.


" Nak Helena, seperti nya kalian harus segera meninggalkan rumah sakit karena keberadaan kalian sudah di ketahui," Ucap pak Rahardian berbicara manis dengan Calon menantu idamannya.

__ADS_1


Helena yang sudah di butakan oleh cinta menurut setiap ucapan calon Ayah mertuanya, dengan sigap mengurus kepulangan Randy dari rumah sakit.


Randy yang nampak sudah pulih sedang membaca sebuah buku di atas kasurnya, ia nampak bingung melihat Helena datang bersama suster yang membawa kursi Roda.


" Mau kemana Helena," Ucap Randy melihat suster membereskan selang infusnya.


" Hari ini kita pulang, seperti nya kondisi kamu sudah membaik," Ucap Helena memapah Randy menaiki kursi Roda.


" Tapi orang tuaku dan adikku belum datang," Ucap Randy yang semakin kebingungan.


Helena terus tersenyum, ia mencoba menenangkan Randy dan meyakinkan nya bahwa keluarganya sedang menunggu di Apartemen.


Sebetulnya ia belum di ijinkan untuk pulang, namun Helena bisa menjamin nya dengan menyewa suster untuk perawatan dirumah.


Bagi pak Rahardian belum saatnya mereka bisa bertemu, ia ingin terus mengadu domba anaknya sampai salah satu dari mereka bisa menikah terlebih dahulu demi mengakhiri pernikahan yang ia sebut terlarang. Restu pak Rahardian memang sangat mahal bagi Vania dan Randy.


Di Apartemen Helena, semua penjagaan begitu ketat, ia bahkan mencari Apartemen yang jauh dari perkotaan untuk menghindari Vania dan Brian yang dapat merusak hubungan nya.


Bahkan ia masih berharap agar Brian sama sekali tak mengingat kejadian itu, jika ia mengingatnya hancur sudah harapan nya mempertahankan hubungan nya dengan Randy.


Pikirannya bercabang untuk mencari cara agar terus bisa menghindari Brian.


Perjalanan hanya memakan waktu 7 jam untuk sampai ke Belanda, Brian bahkan juga tahu rumah sakit yang mereka tuju.


Namun sayang, mereka kalah cepat karena Helena dan Randy sudah meninggalkan rumah sakit beberapa jam yang lalu sebelum kedatangan mereka.


Vania nampak lemas mengetahui bahwa Helena bergerak begitu cepat.


" Vania jangan menyerah, orang-orang ku pasti akan segera menemukan mereka, aku yakin mereka masih di negara ini," Ucap Brian meneguhkan hati Vania.


Sorry ya Guys, karakter Randy memang flower boy, namun kita belum tahu sebadas apa dia nanti di episode berikutnya yang membuat Ayah sambung nya klepek-klepek nanti, ikuti terus ya ✌️


Permintaan Readers tentang update Visual, kali ini Brian Lesmana


( Keturunan Tionghoa- Indonesia) juga, sama seperti Vania

__ADS_1



__ADS_2