Gairah Ranjang Kakakku

Gairah Ranjang Kakakku
Pertemuan dengan keluarga Lesmana


__ADS_3

Selain dari segi kedudukan keluarga yang sangat terpandang, Brian adalah orang yang juga menyukai Vania, nampak jelas terlihat dari sorotan matanya memandang Vania. Hal itu yang membuat Randy menjadi benci jika melihat wajahnya, lawan nya kali ini cukup berbobot apalagi restu dari Ayahnya sudah pasti ia dapatkan.


Malam ini ada pertemuan antar perusahaan yang menjalin kerja sama bisnis mengenai peluncuran produk baru, sang tuan rumah Lesmana Grup yang mengundang para tamu investor.


Saat keluarga Widjaya datang, Vania nampak Familiar dengan rumah mewah ini, Brian tempo hari lalu pernah mengajaknya kerumah untuk mengambil baju sebelum mereka berangkat ke pantai Anyer.


Malam itu putri dari pak Rahardian Widjaya nampak terlihat sangat cantik dengan memakai gaun putih dengan renda hitam, meskipun riasan nya begitu tipis namun malah membuatnya begitu cantik alami, nampak dari kejauhan seseorang melambaikan tangan nya.


" Vaniaaa...," Teriak Putra dari Lesmana Grup memanggil nama anak terakhir keluarga Widjaya.


Sontak tamu-tamu yang hadir disana langsung tertuju pada keluarga Widjaya yang nampak masih bertegur sapa di dekat pintu masuk, meski mereka menjadi sorotan namun pak Rahardian malah tersenyum dan berjalan menghampiri keluarga Lesmana.


Nampak nya sang Ayah pak Indra Lesmana langsung tertarik dengan keluarga Widjaya karena anak nya yang memanggil salah satu putri kolega nya, pak Indra begitu terheran pasalnya putra tunggal nya itu tidak pernah terlihat dekat dengan perempuan apalagi berpacaran, namun dalam acaranya malam itu ia tak segan malah memanggil nama Vania sambil berteriak.


" Selamat malam pak Indra Lesmana bagaimana kabarnya, senang bisa bertemu kembali dalam acara malam ini," Jabat pak Rahardian kepada koleganya yang nampak tertarik dengan putrinya yang berdiri di belakang nya.


" Baik pak Rahardian, ngomong-ngomong ini putri bapak, cantik sekali sampai anak saya dari depan pintu saja sudah memperhatikannya," Ucap pak Indra yang akhirnya membuka percakapan hangat antar keluarga itu.


Brian yang baru mendekat diantara dua keluarga itu lantas menyalami kedua orangtua Vania yang sudah ia kenal.


" Lho kamu sudah kenal Brian," Ucap pak Indra Terheran saat anaknya menyalami koleganya itu.


Pria itu hanya tersenyum sambil mengangguk mengingat ia datang tiba-tiba kerumah Vania karena khawatir.


" Iya, kemarin nak Brian datang kerumah menemui Vania," Ucap pak Rahardian yang begitu sumringah bisa berbincang dengan pemilik Lesmana Grup.

__ADS_1


" Pantas saja, mungkin kita bisa berbincang antar keluarga lebih dekat lagi mengingat anak-anak kita juga sangat terlihat akrab," Ucap pak Indra yang langsung memberi lampu hijau kepada pak Rahardian.


Kedua keluarga itu nampak berbincang mengenai urusan bisnis mereka, membuat kedua keluarga itu semakin akrab saja. Randy hanya bisa memantau dari kejauhan Vania yang tiba-tiba menggeret tangan Brian sedikit menjauh berbicara menghindari keramaian.


" Apa sih Van, cengkeraman tangan kamu kuat banget bikin sakit," Ucap Brian sambil menggenggam pergelangan tangan kanan nya.


" Brian, apa-apaan ini, kenapa keluarga kita malah main jodoh-jodohin segala," Ucap Vania sedikit kesal.


" Keluarga kita kan memang menjalin bisnis antar perusahaan, wajar saja sih jika jadi dekat," Ucap Brian mencoba menjelaskan kepada Vania.


Namun wanita berparas campuran Tionghoa itu malah tersenyum kecut.


" Memangnya aku bodoh, sudah jelas keluarga kita dekat karena ingin menjodohkan kita," Ucap Vania yang menyangkal ucapan Brian barusan.


" Memang nya kenapa jika keluarga kita dekat, siapa tahu kita memang bisa berjodoh," Ucap Brian mulai menggoda Vania dengan gaya manja nya.


" Kak Randy mana ma..?," Tanya Vania kepada mama nya, namun bu Sandra juga nampak kebingungan mencari anak pertama nya, karena mereka tengah asyik berbincang bersama.


Vania yang tidak dapat menemukan Randy lantas berjalan berkeliling di antara keramaian mencari nya, hingga terhenti di sebuah balkon yang letak nya juga jauh dari keramaian, ia nampak berdiri menatap keluar sambil berbicara di telepon genggam nya.


" Iya Aku tahu Helena, tapi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan untuk menyusul mu ke sana, apalagi akan ada produk baru, seperti nya aku akan sibuk Akhir-akhir ini," Ucap Randy yang sedang meyakinkan Helena di dalam telepon.


Nampaknya Helena ingin agar Randy menyusulnya ke luar negeri.


" Helena menyuruh kakak menyusulnya..?," Ucap Vania yang terlihat nampak cemburu jika mendengar nama Helena.

__ADS_1


Randy hanya mengangguk, ia lalu memasukkan ponsel nya kedalam saku celana dan menatap lagi ke arah luar.


" Kak Randy kenapa, tidak biasanya kakak murung terus," Ucap Vania yang mencemaskan kakak yang kini berstatus sebagai suaminya.


" Kakak hanya capek karena perusahaan akan meluncurkan produk baru," Ucap Randy berbohong.


Vania lantas membuang nafas nya secara perlahan namun pasti, ia juga menatap ke arah luar menikmati bintang yang bertaburan menghiasi malam.


" Kak, bagaimana kalau langsung bilang saja ke orang tua kita kalau kita sudah menikah, aku juga tak mau di jodoh-jodohkan seperti ini," Ucap Vania yang masih memandang langit malam yang begitu gemerlap.


" Aku tahu ini sangat berat Vania, Aku juga sangat muak dengan perjodohan ini, namun semua ini demi keluarga kita, Perusahaan sedang mulai berdiri lagi dan baru saja menerima suntikan dana dari para investor, jika kita membatalkan kerja sama bisnis ini, otomatis perusahan keluarga kita akan berdiri sendiri tanpa sokongan dana," Ucap Randy yang juga lemas untuk berkata lagi.


Vania menghela nafas begitu panjang, matanya terus menerawang ke depan, meraih sebuah harapan yang seakan tak ingin mendukungnya.


" Terimalah perjodohan dengan Brian, hanya sampai perusahan kita sudah bisa mandiri, aku berjanji akan bekerja keras demi keluarga kita," Randy memegang kedua pundak Vania meyakinikan wanita yang telah menjadi istrinya.


Tak terasa air mata keluar dan membasahi pipi mereka, sungguh berat jika hubungan cinta tapi harus ditutupi dan harus berkorban.


" Kenapa kamu begitu nyata tapi susah untuk aku miliki di kehidupanku," Ucap Vania menatap kakak nya dengan meneteskan air mata.


Randy hanya terdiam, ia juga merasakan hal yang sama namun ia dituntut untuk bijak dan dewasa dalam menyikapi nya.


" Aku selamanya akan menjadi milikmu, hatiku, jiwaku, ragaku semuanya," Ucap Randy mengusap air mata wanita yang amat ia cintai.


Kedua insan itu sekali lagi saling menguatkan hati mereka, namun mereka tidak sadar bahwa ada yang memperhatikan mereka dari kejauhan dan nampaknya sudah mengetahui hubungan mereka yang bisa di bilang terlarang karena tanpa restu dari keluarga.

__ADS_1


Dukung yuk kak dengan memberi kritikan & Saran.. Terimakasih ❤️


__ADS_2