Gairah Ranjang Kakakku

Gairah Ranjang Kakakku
Apakah kita bisa bersatu #2


__ADS_3

Perhatian, ini hanya Novel semata, semua tokoh, karakter dalam cerita hanya fiksi belaka, apalagi kesamaan nama tokoh dan latar cerita itu tidak di sengaja, happy Reading 🙂


Kabut salju semakin lebat, suhu yang minus 25°C membuat orang enggan melakukan aktifitas nya, namun tidak dengan pak Rahardian yang masih sibuk mondar-mandir mencari informasi tentang pencakokan sum-sum tulang belakang ke berbagai rumah sakit ternama di negara Italia, ia tak mau hanya mengandalkan belas kasih dari keluarga Randy yang terus menolak untuk mencangkok kan sum-sum tulang belakangnya, bahkan Lasane bibi Alm. Azhalea sudah tak menganggap nya keluarga lagi semenjak di tebus oleh Pak Rahardian dan meninggalkan Turki.


Namun sebuah keajaiban datang, ia mendapatkan kabar bahwa salah satu rumah sakit di Italia ada yang memiliki sum-sum tulang belakang yang cocok untuk operasi Randy, ia harus secepatnya mendapatkan donor itu karena operasi akan di adakan secepatnya atau bahkan malam ini.


" Ayah, kamu tidak kasihan dengan Vania dia sedang mengandung, bagaimana kalau kita sewa apartemen untuk Vania beristirahat, jangan disini terlalu bising," Ucap Bu Sandra mengkhawatirkan anak perempuan nya.


Pak Rahardian hanya mengangguk menuruti perkataan istrinya, entah apa yang ia rencanakan hanya saja kali ini fokus nya terpecah untuk kesembuhan Randy dahulu.


Kali ini ia benar-benar mendapatkan pendonor itu dan menunggu jalan nya operasi, sudah seminggu semenjak Operasi pertama Randy tak sadarkan diri alias koma.


" Waktu operasi membutuhkan kurang lebih 3 sampai 4 jam, mohon keluarga untuk sabar menunggu dan memberi dukungan doa," Ucap salah seorang perawat dengan aksen bahasa Italia.


Kedua orangtuanya mengangguk baik pak Rahardian maupun Bu Sandra menginginkan yang terbaik untuk anaknya, Vania masih di ruangan umum belum di pindahkan kemana-mana, seperti nya ia kelelahan karena seharian di dalam pesawat dan belum istirahat sampai ke rumah sakit.


Tidak terlihat lagi Helena yang setia menemani, seperti nya ia masih syok atas pengakuan Vania kemarin yang membuat suasana begitu tegang.


Entah kenapa pak Rahardian sama sekali tidak mencemaskan hal itu, entah ia sedang berfokus atas kesembuhan Randy atau ia sebenarnya sudah memiliki rencana cadangan.


Penantian yang begitu lama menunggu jalan nya Operasi kedua itu akhirnya selesai, dokter John kenalan pak Rahardian yang memimpin jalannya Operasi keluar memberikan kabar baik bahwa operasi berjalan dengan lancar.


" Syukurlah respon pasien terhadap pencakokan sum-sum tulang belakang memberikan tanda kecocokan, dalam kurun waktu kurang lebih 3 harian, pasien mulai siuman," Ucap dokter John menepuk bahu kenalan nya.

__ADS_1


Pak Rahardian dan Bu Sandra mengucapkan kalimat rasa syukur dan bersujud kepada sang pencipta atas keberhasilan operasi Randy. Mereka menatap bahagia, akhirnya anak pertama mereka di pindahkan dari ruang ICU. Perawat yang bertugas juga sudah menyopot alat-alat medis tambahan tidak seperti di ruangan sebelum nya.


" Cepat sembuh nak, kita mulai dari awal lagi," Ucap pak Rahardian mengelus rambut anak nya yang masih terasa lembut.


Bu Sandra yang menangis bahagia juga merasa lega di hatinya, kiranya yang maha kuasa masih memberikan umur dan kesehatan untuk anak pertama nya.


Setelah operasi selesai pak Rahardian lantas menelepon seseorang dengan sedikit menjauh dari istrinya.


" Operasi berjalan lancar nak, kamu bisa membawa Randy malam ini, tinggal di Amsterdam dulu tidak apa-apa, biar Om urus," Ucap pak Rahardian sedikit berbisik dalam telepon nya lalu mematikan panggilan.


" Ayah berbicara dengan siapa kok harus bisik-bisik seperti itu," Ucap Bu Sandra yang nampak sedikit aneh.


" Hanya Client saja, kalau Ayah bicara keras-keras takut mengganggu kenyamanan, apalagi ini dirumah sakit," Ucap pak Rahardian beralibi.


Bu Sandra yang tidak menaruh kecurigaan lantas pergi menuju ruangan umum tempat Vania dirawat, sesampainya disana anak perempuan nya belum juga bangun, seperti nya ada kandungan obat tidur yang sangat ampuh saat Bu Sandra mengatakan jika anak nya habis landing pagi tadi dari Indonesia.


Namun sayangnya, ternyata ada rencana yang disusun sedemikian rupa oleh pak Rahardian yang masih menginginkan kedua anaknya berpisah.


Sebelum ia sibuk mengurus pengambilan donor sum-sum tulang belakang untuk Randy, pak Rahardian menemui Helena dahulu yang ternyata juga belum meninggalkan negara Italia. Ia menjanjikan akan menyatukan lagi hubungan keduanya dan berjanji akan mengurus perceraian mereka yang belum tercatat di pengadilan negara.


Helena yang dibutakan oleh cinta menyetujui rencana yang telah di susun oleh calon mertuanya yakni membawa Randy ke negara tempat ia singgah sebagai seniman pelukis.


Malam ini mereka akan mengurus kepindahan Randy ke rumah sakit di Belanda, karena operasi berjalan lancar ia hanya butuh pemulihan saja di rumah sakit yang baru.

__ADS_1


Dokter John yang menangani Randy sempat menolak karena ia masih butuh perawatan disini, namun karena pak Rahardian memohon akhirnya ia menyetujui nya, tepat pukul sepuluh malam saat Bu Sandra terlelap menunggu Vania, mereka melakukan proses pemindahan perawatan medis menggunakan pesawat.


" Tolong jaga Randy, biar Istri dan anak om yang tangani," Ucap pak Rahardian mengantarkan keberangkatan pesawat medis itu hanya sampai lapangan terbang.


Malam itu Randy dan Helena pergi meninggalkan Italia dan menuju negara ibu kota Belanda.


Pagi harinya tepat seperti dugaan nya pasti akan ada percekcokan yang besar antara istri dan anaknya.


" Lho kemana Randy yah, kok kosong kamarnya," Bu Sandra nampak celingukan mencari keberadaan anaknya.


Pak Rahardian terdiam mencoba berbicara pelan agar tak membuat keributan yang besar.


" Ayah memindahkan Randy ke negara lain demi kebaikan nya," Ucap pak Rahardian yang membuat mata Bu Sandra membulat.


" Kapan, kok Mama tidak tahu, Ayah bahkan tidak mendiskusikan nya," Ucap Bu Sandra yang memegang kepalanya bingung.


" Semalam ma, tapi ini demi kebaikan anak kita baik Randy maupun Vania," Ucap pak Rahardian memegang pundak istrinya mencoba menenangkan.


Vania yang sudah kuat berjalan seketika terkejut mendengar ucapan Ayahnya saat ia sampai di ruangan Randy di rawat.


" Apa maksudnya Ayah memindahkan kak Randy lagi, sudah berapa kali Ayah mengoper nya seperti barang, karena aku...?, Ayah tega memindahkan nya, dia lagi sakit harus berpindah-pindah negara, kita yang sehat saja lelah apalagi kak Randy yang belum pulih," Vania meninggikan nada suaranya yang membuat perawat disana terkejut.


Pak Rahardian lantas membawa Vania keluar untuk di tenangkan karena membuat kebisingan dan mengganggu kenyamanan pasien lain.

__ADS_1


Kalau othor sih pasti akan marah juga sama seperti Vania, kadang memang orang tua itu tidak memihak kita, tapi tetap menghormati nomor satu ya Readers...


Terimakasih atas dukungan nya, maaf belum sempat balas komentar satu-satu, tapi pasti akan othor balas 🤩


__ADS_2