Gairah Ranjang Kakakku

Gairah Ranjang Kakakku
Apartemen kita


__ADS_3

Halo Readers, konten bermuatan dewasa, diharapkan bijak dalam membaca ya 🤫


Hampir 3 jam lamanya nya Randy & Vania tertidur dalam taksi yang membawa mereka meninggalkan pantai Anyer ke arah Jakarta Pusat.


" Permisi mas, ini sudah sampai," Ucap sopir taksi yang membangunkan Randy dengan pelan.


" Oh iya pak, terimakasih," Randy membuka matanya lalu membangun kan Vania juga yang masih terlelap dalam pelukannya.


Mereka kembali ke Apartemen mereka, Semula Randy hanya ingin mengambil mobilnya saja yang terparkir di basement Apartemen nya. Namun Vania malah mengajaknya untuk santai sejenak di Apartemen, ia melihat bibir merah Vania yang membuatnya tenggelam dalam desiran hasrat yang menggebu-gebu.


Keduanya malah naik ke lantai Apartemen mereka, sebelum benar-benar menutup pintu, Randy langsung menarik Vania ke dalam pelukannya, bibirnya ia satukan ke bibir Vania yang begitu menggoda, bahkan Randy dengan lihat memainkan lidah nya dan saling bertukar saliva.


" Tutup dulu pintu nya kak," Ucap Vania yang melepaskan ciuman itu lalu mengunci pintu Apartemen nya.


Randy yang sudah di mabuk asmara yang bergejolak tak kuasa ingin menciumi Vania dengan hasrat, tangan nya menggerayang masuk ke dalam T-shirt putih Vania dan mulai naik meraih buah dada yang begitu menggoda nya, dengan lihat ia merem@s nya dan memainkan ujung pangkal nya dengan lembut, hal itu membuat Vania merasakan desiran hasrat yang begitu luar biasa.


Mereka melanjutkan ke kamar dengan menanggalkan baju mereka satu persatu, Vania mencengkeram sprei tak kala Randy menyesap buah dada nya yang begitu ranum.


Sesekali mereka terus berciuman dengan mesra, hasrat yang tertahan selama tiga hari itu akhirnya tuntas sudah.


Randy mulai memanjakan area sensitif Vania dengan belaian hangat lidah nya, ia terus membuat Wanita cantik itu merasa kan sensasi luar biasa sebagai perempuan, Hingga akhirnya Randy menyatukan tuan perkasa dan Nyonya manja itu dengan penuh kelembutan membuat lembah kenikmatan Vania dibanjiri c@iran yang sangat licin.


Keduanya beradu kenikmatan di atas ranjang, hingga mereka berkali-kali mencapai puncak bersama, Vania tidak hentinya menciumi bibir merekah Randy yang terus membuatnya semakin berhasrat.


" Sayang, kamu nakal banget ng*lum bibir aku terus, bibir aku jadi bengkak," Randy berkata dengan manja yang membuat Vania semakin  gemas.

__ADS_1


Bukan nya menghentikan aksinya, Vania semakin menjadi-jadi yang membuat Randy menindih lagi tubuh wanita cantik yang terus menggoda nya, sepertinya ia lupa jika stamina Randy sangat Prima dan perkasa.


" Ahhh... Vania mulai mengerang kenikmatan lagi, keduanya saling berpacu lagi dalam hasrat mereka yang menggebu-gebu hingga saling memuaskan, sudah hampir 4 kali Randy membuat wajah Vania terkena cipratan cairan putih kental itu, wanita cantik itu lalu menggerutu kesal.


" Kakak mulai lagi deh," Ucap Vania sambil meraih tisu dan mengelap wajahnya.


Namun aksi manja Vania malah tidak di gubris lagi, Pria itu malah semakin menindih badan Vania dan mendekatkan wajah nya pada wajah imut Vania.


" Panggil Randy sayang, jangan panggil aku kakak, kita berdua sudah sah sebagai suami istri," Ucap Randy yang semakin membuat jantung Vania tidak karuan.


" Randy," Ucap Vania begitu manis karena rasa canggung nya, Pria berparas tampan itu malah gemas dan mencoba memasuki rongga sensitif Vania lagi.


" Ahhh... Randy!!!!," Vania terus merasakan kenikmatan cinta atas Stamina Randy yang begitu luar biasa.


Siang itu mereka saling memuaskan hasrat bersama hingga sore menjelang.


" Aku tidak ingin pulang kak, rasanya aku tidak rela setelah kita pulang dari apartemen ini, karena seketika kamu jadi bukan milikku lagi," Vania berucap dengan murung sambil menggelengkan kepalanya.


Randy langsung mendekatkan wajah nya ke arah Vania, ia mencium pipi chuby wanita berparas cantik di hadapan nya.


" Kata siapa kakak bukan milikmu lagi, Aku akan tetap menjadi milik kamu, apapun yang terjadi, kita hanya perlu menunggu waktu untuk meresmikan cinta kita kepada Ayah dan mama," Ucap Randy lembut, dengan terus meyakinkan Vania atas kegalauan hatinya.


Mereka meninggalkan Apartemen dan menaiki mobil Randy yang telah terparkir berhari-hari di basement Apartemen nya.


Tidak bisa di pungkiri, ucapan Vania memang benar adanya, setelah mereka melaju meninggalkan apartemen suasana dalam hati mereka seketika berubah, tidak ada lagi kemesraan dan gelak tawa, hanya diam membisu yang terasa di sepanjang perjalan pulang mereka hingga sampai di sebuah perumahan menengah atas berwarna biru langit serta pagar kayu klasik yang tak lain adalah kediaman Pak Rahardian.

__ADS_1


" Ayo turun Vania," Ucap Randy mengajak Vania untuk turun dari mobil. Namun Vania enggan untuk turun, ia malah tetap berdiam di sisi kursi kiri mobil.


Randy yang sebenarnya merasakan hal yang sama di rasakan Vania lantas menghela nafas panjang, namun karena ia lebih dewasa dalam menyikapi suatu hal, ia dapat menghibur dan meyakinkan Vania meskipun di hatinya juga merasakan sakit yang teramat dalam.


" Ayo Vania, kita harus bisa, kita kuat, kita hadapi bersama," Ucap Randy terus meyakinkan Vania yang sudah enggan untuk pulang.


Vania pun menuruti perkataan Randy, ia turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah, perasaan bercampur aduk menyelimuti hati Vania, ia berjalan dengan sangat pelan, ia tahu jika orang tua nya pasti akan marah besar kepadanya karena tanpa sepengetahuan mereka ia menyusul Randy yang sedang bermulan madu bersama Helena.


Namun cengkaram tangan Randy menentramkam hati Vania, ia tahu suaminya itu pasti akan membela nya mati-matian juga jika orang tua mereka memarahi nya.


" Syukur, Non Vania sudah pulang, kita semua mencari non Vania kemana-mana," Ucap bi Anum yang sedang menyapu ruang tamu.


Vania dan Randy tersenyum atas sapaan barusan kepada Art kepercayaan keluarga nya selama bertahun-tahun. Benar saja dugaan Wanita berparas cantik itu, Pak Rahardian dan bu Sandra sedang menunggui mereka di ruang tengah dengan diam membisu.


" Astaga Vania, kamu kemana saja," Ucap bu Sandra yang langsung memeluk anak perempuan semata wayangnya.


" Maafkan Vania ma, karena pergi tanpa ijin kalian," Ucap Vania yang juga memeluk mama nya dengan erat namun tak berani menatap mata sang Ayah.


Pak Rahardian lalu berjalan mendekat ke arah pelukan ke dua orang tua dan anak, setelah bu Sandra melepaskan pelukan nya, suaminya baru angkat bicara.


" Kemana saja kamu Vania, kami beserta anak keluarga Lesmana mencemaskan mu," Ucap pak Rahardian yang lalu gantian memeluk Vania dengan erat.


Di luar dugaan, Ayahnya malah mencemaskan nya tanpa mengeluarkan kemarahan nya, Randy dan Vania malah saling bertatapan mata kebingungan atas sikap anak nya yang berbeda saat ini.


Namun tunggu, ia mengucapkan nama keluarga Lesmana, siapa dia dan apa hubungan nya dengan perubahan sifat Ayahnya..?

__ADS_1


Hemmm, sepertinya nama keluarga Lesmana tidak asing nih Teman2 Readers 🤔


__ADS_2