Gairah Ranjang Kakakku

Gairah Ranjang Kakakku
Kamu hanya milikku


__ADS_3

Angin pantai di siang hari yang begitu sejuk menerpa rambut Vania yang terus bertebangan, ia menatap lurus ke arah kedua targetnya yang nampak menikmati ke indahan pantai Anyer. Ia lalu mendaratkan tamparan ke arah Randy yang masih menatap ke arah Pantai. Helena yang juga nampak terkejut langsung beranjak ke arah orang tiba-tiba menampar tunangan nya.


Namun orang yang ia lihat, malah lebih membuatnya kebingungan, ia melihat calon adik iparnya yang berdiri di depan nya.


" lho, Vania kamu kenapa disini," Ucap Helena yang kebingungan.


Randy yang juga terpaku karena melihat Vania hanya terdiam membisu sembari menghela nafas panjang.


" Kenapa, kaget ya tiba-tiba aku bisa ada disini," Ucap Vania menatap Randy dengan tatapan sinis, apalagi menatap wanita di sampingnya.


" Van, kakak bisa jelasin, ayo kita bicara dulu," Randy langsung menarik tangan Vania menjauh dari keributan itu tanpa memperdulikan Helena yang masih di sampingnya.


Brian yang dari tadi mengekor pada Vania tiba-tiba mematung di tinggal oleh teman nya bersama tunangan orang lain. Namun tidak dengan Helena, ia langsung terkejut untuk kedua kalinya, kali ini karena menatap Brian, ia masih mengenali betul wajah Brian, tepatnya setahun silam saat ia masih di Paris memamerkan lukisan buatan nya.


" Apakah kamu Brian," Ucap Helena dengan wajah yang pucat seakan tidak percaya.


Brian yang ditanya namanya langsung mengangguk dengan cepat sedikit canggung.


" Apa kakak kenal saya," Ucap nya bernada sedikit hati-hati.


Tanpa bertanya lagi, Helena menyambar tas nya dan meninggalkan pesisir pantai tadi, Pria itu masih kebingungan karena tingkah Helena yang begitu aneh.


Apalagi Tunangan kakak Vania itu mengenal nya dan mengingat namanya, setiap mengingat-ingat bahwa mungkin ia kenal di suatu tempat tetap saja memori otak nya gagal mengunduh kenangan itu.


Siapa ya, aku tak ingat sama sekali, apa di acara pesta pertunangan dia sama kakak Vania, tapi aku sama sekali tak hafal wajahnya, tapi kenapa dia bersikap aneh padaku, Gumam Brian di dalam hatinya mengingat-ingat.


Dan di sebelah pesisir pantai dua orang insan sedang berbicara dengan suasana sedikit serius.


" Vania, kenapa kamu bisa disini," Randy begitu terkejut dengan masih menggenggam tangan Vania.

__ADS_1


" Kenapa, kamu kaget ya, aku bisa nyusul disini, ingat ya kak, jangan harap aku akan tinggal diam kakak ninggalin aku terus mesra-mesraan dengan wanita lain," Ucap Vania mendengus kesal.


Randy memejamkan matanya sejenak, ia mencoba mengatur nafasnya demi menghadapi istrinya yang sangat keras kepala.


" Vania...kakak cuma menjalankan bisnis, tidak ada hal lain lagi," Ucap Randy bertutur halus.


" Apa...?  Bisnis, sambil ketawa-ketiwi, mesra-mesraan gitu ya kakak bilang hanya menjalankan bisnis," Vania semakin beradu argumen kepada lawan bicaranya. Randy lantas memegang pundak Vania dengan lembut.


" Vania, kakak disini cuma menemani Helena saja bertemu seniman lain yang akan bekerja sama dengan nya, seniman itu juga tertarik dengan perusahaan kita, apalagi sekarang status kakak juga tunangan Helena, tidak ada salahnya hanya melakukan perjalanan bisnis bersama," Tutur Randy terus menenangkan Vania.


" Aku cemburu kak, aku nggak mau kakak dekat-dekat Helena," Ucap Vania sambil memeluk suaminya.


Randy yang terkena tubrukan badan Vania hanya menahan nya lalu membelai rambut halus Vania, ia terus meyakinkan istrinya agar tidak salah paham terus.


Tring...Tring...Tringg!!!


" Iya Halo Ma," Ucap Randy mengangkat telepon dari mama nya.


" Randy, Apa Vania sedang bersama kamu, dari semalam tidak pulang, mana handphone nya tidak aktif," Ucap Bu Sandra dari sebrang telepon.


" Iya ma, Vania sama Randy," Ucap Randy dengan santai.


" Syukurlah kalau sama kamu, mama minta tolong jaga Vania ya Randy," Ucap Bu Sandra yang akhirnya menutup panggilan telepon nya setelah Randy berkata iya.


" Vania, lebih baik kita pulang, orang rumah khawatir sama kamu, kakak mau tanya semalam kamu dimana...?," Ucap Randy bernada mengintrogasi.


" Aku juga menginap di Villa sama seperti kakak dengan Helena, beda nya aku bersama Brian," Ucap Vania sambil menunjuk Pria yang membelakangi mereka dengan masih bingung menggaruk-garuk kepalanya.


" Apa..? Kamu menginap dengan Brian," Randy langsung terkejut bukan main.

__ADS_1


" Jangan berpikiran yang negatif dulu, Brian anak yang baik, dia memesan 2 kamar, bahkan dia juga membawakan baju untukku ganti," Ucap Vania yang tersenyum menatap kaos yang ia kenakan.


Randy yang juga tersulut api cemburu langsung membawa Vania ke arah Parkiran meninggalkan pesisir pantai.


" Tapi kak Randy, bagaimana dengan Brian," Ucap  Vania yang kebingungan meninggalkan teman yang sudah setia menemaninya.


Namun Randy hanya terdiam, ia sudah sangat terbakar Api cemburu namun Vania malah mencemaskan pria yang pernah berduel dengan nya tempo lalu.


Mereka berada di parkiran pantai, sayang nya ia lupa bahwa mobil yang ia pakai untuk ke pantai Anyer adalah mobil Helena, karena mobil nya ia tinggalkan di Apartemen.


Tiba-tiba ponselnya bergetar, terlihat satu pesan singkat dari Helena yang meminta maaf karena ia tiba-tiba pulang sendiri tanpa berpamitan kepadanya, Randy hanya membalas pesan itu dengan lebih singkat lagi.


" Iya" Randy lalu membalas pesan dari Helena.


" Kita naik taksi saja ke Apartemen," Ucap Randy yang langsung memberhentikan taksi yang kebetulan lewat.


" Kenapa harus ke Apartemen," Tanya Vania bingung.


" Mobil kakak masih tertinggal disana, kamu lupa waktu itu kita meninggalkan hotel naik taksi," Ucap Randy dengan santai, namun membuat Vania teringat malam panas itu lagi, ia langsung memerah dan menatap wajah tampan suaminya penuh gairah.


Vania lalu menyenderkan kepalanya di bahu Randy dengan perasaan yang sedang dimabuk cinta lagi, sepanjang perjalanan yang begitu panjang itu ia terus tersenyum bahkan jantung nya terus berdebar tidak karuan, ia mengingat Stamina Randy yang begitu Prima dalam bercinta yang membuat ia begitu ketagihan, baginya mereka masih sepasang pengantin baru yang sangat mencintai, tidak ada yang bisa memisahkan mereka termasuk Helena yang sudah mengikat pertunangan dengan suaminya.


" Kakak, Kamu hanya milikku, tidak ada yang bisa mengambil siapa pun dariku," Vania terus memper erat kemesraan nya kepada Randy di dalam taksi itu menuju perjalanan ke arah Jakarta Pusat.


Randy pun juga sama, ia hanya mencintai Vania, tak menginginkan siapapun bersama nya apalagi merebut nya.


Dalam perjalanan panjang itu mereka saling menyenderkan kepala dan terlelap bersama hingga mobil taksi itu membawa mereka meninggalkan pantai Anyer.


Begitu syulit lupakan Randy, apalagi Brian baik ..😁

__ADS_1


__ADS_2