
...Perhatian...
Ini hanyalah Novel semata, semua tokoh, karakter dalam cerita hanya fiksi belaka, apalagi kesamaan nama tokoh dan latar cerita itu tidak di sengaja, happy Reading 🙂
Helena tersenyum, ternyata ingatan Brian memang belum pulih sepenuhnya, bahkan ia berdoa agar ingatan itu tak pernah kembali. Brian menatap Helena lagi yang tersenyum manis kepada nya.
" Kenapa kak," Ucap Brian yang heran karena tiba-tiba Helena tersenyum kepada nya.
" Ah tidak apa-apa, hanya senang saja ternyata kamu baik-baik saja," Ucap Helena spontan.
Brian mengangguk sambil menarik nafas, ia seolah menyesali kenapa ia harus tumbang disaat situasi saat ini. Bagaimana dengan Vania dan Randy disana, ia merasa kesal karena tak bisa memantau mereka berdua.
" Bisakah aku pulang hari ini, badanku sudah enakan," Brian bertanya kepada Helena yang kebetulan juga ada perawat di sampingnya.
Perawat yang mendengar ucapan Helena lantas mengangguk dan menguruskan surat untuk kepulangan nya. Helena pun mulai mencari lagi informasi tentang seseorang yang sempat tertunda tadi.
" Aku keluar sebentar," Ucap Helena yang di beri anggukan oleh Brian.
Helena mencoba terus mengorek informasi tentang Mr.Craight yang telah selesai di operasi.
Asisten yang mengabadikan diri pada Mr.Craight berhasil ia hadang demi informasi yang ia butuhkan.
Sebenarnya Asisten itu enggan memberikan informasi padanya, namun karena Helena bilang ia tunangan anak yang di cari Mr.Craight ia lantas membukakan pintu lebar-lebar untuk nya.
" Mr.Craight juga belum pernah bertemu dengan anak kandungnya, namun sepuluh tahun lalu ia mendapatkan informasi jika istrinya di jual di rumah bordir di pusat kota Turki, namun sayangnya ada yang menebusnya yakni Pria yang bernama Rahardian Widjaya,"
Ucap salah seorang asisten Mr.Craight menceritakan dengan detail. Helena tersenyum lebar, tanpa di cari pun ia mendapat sendiri emas yang ia cari untuk di jual kepada seseorang yang begitu membutuhkan nya.
" Apakah anda benar tunangan Anak yang dicari Mr.Craight..?," Asisten itu bertanya lagi kepadanya untuk memastikan.
Helena dengan tersenyum mengangguk.
" Saya jamin, anak yang di cari Mr.Craight adalah tunangan saya," Ucapan Helena terdengar sangat percaya diri.
__ADS_1
Asisten itupun mengangguk, mereka akhirnya membuat kesepakatan kerjasama untuk saling bertukar informasi.
" Saya tolong Nona Helena untuk segera membawa putra Mr.Craight secepatnya karena mengingat riwayat penyakitnya yang kita tidak tahu sampai kapan bisa bertahan hidup," Ucapan Asisten itu bernada memohon kepada Helena.
Helena mengangguk tersenyum menyanggupi, kini ia mendapatkan kartu AS untuk membuat Randy bisa kembali padanya.
Brian nampak berdiri di ruang Administrasi untuk membereskan pembayaran, ia benar-benar ingin pulang hari ini juga, tak sengaja matanya menangkap Helena yang masih duduk berbincang dengan orang asing di sudut koridor.
Pria itu mengerutkan keningnya, dan setelah salah seorang resepsionis mengulurkan kartu debitnya ia berjalan ke arah Helena di sudut koridor.
" Kak Helena," Ucap Brian yang membuat Helena terkejut.
" Ah, Brian bisa tunggu sebentar di parkiran saja," Ucap Helena sedikit kikuk.
Brian lantas mengangguk dan memberikan sapaan isyarat kepada orang asing di samping Helena.
" Dia teman ku, kebetulan dirawat kemarin dan hari ini sudah boleh di ijinkan pulang," Helena menjelaskan kepada Asisten disampingnya.
Pria berjas hitam itu lantas menganggukkan kepalanya.
Mereka kembali ke Apartemen, namun Brian menolak untuk mampir, ia kembali ke penginapan yang disewa nya dengan jarak yang tak jauh dari Apartemen Helena.
" Lain kali aku akan mampir," Ucap Brian turun dari mobil Helena, Wanita itu lantas mengangguk dan melajukan lagi mobilnya.
Brian nampak lesu untuk melangkah ke Penginapan yang ia sewa, ia melewatkan waktu seharian karena ia harus tumbang dan dirawat dirumah sakit.
Mungkinkah Randy dan Vania semakin dekat..? Batin Brian berkecamuk.
Body guard yang ia sewa masih setia berjaga di Penginapan yang ia sewa salah seorang menyapa nya dan memberitahukan bahwa Randy dan Vania sudah berkemas dan segera terbang ke Indonesia.
" Apa, kapan..?," Brian nampak syok, pasalnya mereka pergi tanpa pamit padanya.
" Sekitar dua jam yang lalu tuan, mereka bingung ingin mengabari anda, karena ponsel anda semalaman tidak aktif," Ucap seorang Bodyguard menjelaskan duduk perkaranya.
__ADS_1
Brian memejamkan matanya dalam, ia benar-benar merasa seolah kehilangan selangkah bersama Vania. Dengan sigap ia pun juga segera menuju Bandara siapa tahu mereka belum berangkat.
Brian mengeluarkan mobil Ferrari nya agar bisa melaju lebih kencang. Pagi itu Bandara begitu padat, Brian nampak kesulitan mencari kedua orang itu.
Jika dilihat dari layar monitor penerbangan untuk ke negara Indonesia masih sekitar satu jam lagi, jadi seharusnya mereka masih di dalam bandara.
Ia terus mencoba mencari ke segala arah, hingga ia menemukan Wanita yang ia cintai sedang berdiri berhadapan dengan saingan nya, ternyata disana juga ada Helena yang nampak sudah duluan menemui mereka.
Vania terus meyakinkan Randy untuk ikut pulang bersamanya namun entah kenapa Pria tampan itu malah terdiam berpikir sejenak seolah ragu.
" Apa yang kakak ragukan, Ayo kita pulang kak," Ucapan Vania begitu lirih hampir menangis karena suaminya itu mendadak berubah pikiran.
" Helena, apalagi yang kamu lakukan kepada suami ku hingga ia ragu untuk pulang bersama ku," Vania lantas menyalahkan Helena yang berdiri di tengah-tengah mereka berdua.
" Kenapa jadi menyalahkan aku, Randy sendiri yang berubah pikiran bukan karena aku," Helena menyilangkan tangan nya tersenyum kecut menatap wajah Vania yang sudah sendu.
" Kak Ayo pulang," Vania masih terus membujuk suaminya yang enggan untuk dia ajak nya pulang.
Brian yang baru datang berjalan ke arah mereka dengan raut wajah kebingungan. Ada apa lagi ini, Gumam nya juga ikut berpikir.
Vania yang terus memegangi tangan Randy akhirnya di tangkis olehnya, Vania hampir kehilangan keseimbangan karena hentakan tangan Randy yang begitu kuat padanya.
Brian dengan sigap menahan pundak Vania agar ia tak terjatuh.
" Kamu tidak apa-apa Vania," Ucap Brian nampak khawatir dengan nya.
" Kenapa begitu kasar pada Vania," Ucap Brian lagi yang tak terima dan ditujukan pada Randy.
Si Ratu akting tersenyum atas pertunjukan yang disuguhkan di depan matanya hari ini, ternyata benar Randy pasti akan patuh padanya jika mengenai orang tua.
Randy memang paling tidak kuat jika tentang orang tua baik itu kandung atau hanya sekedar angkat.
terimakasih atas dukungan nya maaf belum bisa Update rutin masih terus di usahakan kok Readers tercinta.
__ADS_1
salah hangat to be continued.