Gairah Ranjang Kakakku

Gairah Ranjang Kakakku
Mama tahu


__ADS_3

Mata cantik nan menawan yang bermuram durja sedang menatap Vania, wanita cantik itu lalu memeluk Randy di kamar yang sudah mereka kunci.


" Ayah ingin menjodohkan mu dengan keluarga Lesmana yaitu Brian," Ucap Randy begitu lirih.


" Ya, aku tahu, kamu tahu kak kenapa aku begitu bahagia hari ini," Ucap Vania yang melepaskan pelukan Randy demi menatap matanya.


" Karena dijodohkan dengan Brian...?," Ucap Randy begitu kesal.


Vania malah memincingkan alisnya lalu tertawa dengan menahan agar tidak menimbulkan kebisingan.


" Ya nggak lah, aku bahagia karena kak Randy cemburu, dari tadi aku memperhatikan kamu di meja makan," Ucap Vania memeluk lagi dada bidang Randy yang membuatnya merasa nyaman.


Randy lalu mengusap rambut halus Vania, ia mencium wangi aroma sampo bunga chamomile di rambutnya.


" Kakak begitu mencintai kamu, kakak juga tidak ingin ada orang lain yang merebut kamu dariku," Ucap Randy lalu mencium bibir istrinya dengan lembut untuk menghindari h@sratnya agar tidak memuncak, Vania juga membalas ciuman itu dengan hangat.


" Selama nya aku juga akan mencintai kamu kak Randy, kita hadapi semuanya bersama," Vania tersenyum menatap wajah Randy yang membuat hatinya begitu teduh.


Kedua insan yang masih dimabuk cinta itu saling menguatkan hatinya, mereka terus bersabar untuk menunggu saat yang tepat meminta restu kedua orang tua mereka. Sedangkan di ruangan lain Pak Rahardian menatap meja kerjanya dengan terus berfikir, ia lantas meraih ponselnya untuk menghubungi asisten pribadinya.


" Halo, tolong Ikuti anak perempuan ku besuk ke kampus nya," Ucap pak Rahardian dari seberang telepon.


Kali ini ia memperkuat firasat nya, bahwa ada rahasia di balik hubungan kedua anaknya yang akhir-akhir ini begitu mencurigakan. Bu Sandra yang sedari tadi berdiri di depan pintu telah mendengar percakapan suaminya lewat telepon barusan.

__ADS_1


" Sudahlah Ayah kenapa begitu membatasi anak-anak kita dengan mengikuti mereka," Ucap bu Sandra sedikit menasehati suaminya.


Suaminya yang berdiri tepat di depannya lantas memegang tangan nya dengan lembut.


" Kamu juga pasti merasakannya bukan, aku hanya ingin memastikan nya saja, semoga itu semua hanya kecurigaan ku saja," Ucap Pak Rahardian kepada bu Sandra yang nampak gelisah.


Ia lalu teringat kejadian tiga hari yang lalu saat pagi-pagi sekali ia membuka pintu kamar anak perempuan nya, ia mengetuk pintu namun sama sekali tak ada sahutan dari Vania, ia lalu membuka gagang pintu yang ternyata tidak terkunci, Vania tidak ada dalam kamarnya, bu Sandra berfikir apakah anak perempuan nya tidak pulang semalam, namun tak berselang lama terdengar suara langkah kaki yang begitu pelan seakan menghindari kegaduhan.


Benar saja, ia melihat kedua anaknya baru pulang pukul 4:30 pagi. Ia lantas beranjak menemui mereka dengan niat hati untuk menasehati anak-anak mereka yang baru saja pulang, namun tak sengaja ia melihat kedua anak mereka berciuman layaknya pasangan kekasih, sontak hal itu membuat bu Sandra kaget bukan main, ia lantas menutup mulutnya karena takut memekik, di balik pintu bu Sandra mengendap menguping perbincangan mereka yang melontarkan kata-kata cinta yang begitu mesra.


Hal itu membuat bu Sandra tidak percaya namun itulah kenyataannya, ia lantas turun dari lantai kamar anak-anak nya Mencoba mencerna kejadian yang ia lihat barusan.


Ia menyimpan rahasia itu tanpa menceritakan kepada suaminya maupun Art nya, ia memikirkan nya sendiri selama berhari-hari, nampak wajahnya sedikit murung hanya berbicara seperlunya saja jika ditanya.


Ia tak mungkin menceritakan Hubungan kedua anak nya itu kepada suaminya, Ia tahu jika suaminya pasti akan marah besar jika mengetahui hubungan kedua anaknya, ia masih terus menimbang nimbang apakah ia harus merestui nya atau tidak, Karena ini bukan lagi tentang firasat tapi sebuah kenyataan yang ia lihat dengan mata kepala nya sendiri, demi kebaikan bersama ia masih menutupinya dan terus membujuk suaminya agar tidak menyelidiki Vania dan Randy.


Pak Rahardian lantas menghela nafas panjang, ia lalu mengangguk menuruti kata-kata istrinya. Bu Sandra terus gelisah, ia tidak bisa tidur nyenyak beberapa hari ini, ia menatap suaminya yang baru saja tertidur, ada perasaan bersalah kepadanya karena telah menyimpan rahasia ini.


                                       ***


Saat pagi menjelang seperti biasa, Vania mengendap-endap kembali ke kamarnya setelah semalam tidur berpelukan di ranjang hangat Randy. Ia lantas bergegas mandi untuk berangkat kuliah, kali ini ia benar-benar menuju ke kampus nya untuk bertemu Brian, ia memiliki hutang permintaan maaf kepada teman nya itu karena telah meninggalkan nya begitu saja di pantai Anyer kemarin.


" Brian...," Seru Vania memanggil nama teman nya setelah sampai di kampus.

__ADS_1


Ia melihat motor sport hitam terparkir di parkiran kampus beserta pemiliknya yang berpakaian gaya khas anak motor.


Pria itu lantas menengok dan segera turun melepaskan helm nya.


" Vania, syukurlah kamu pulang dengan selamat," Ucap Brian memegang rambut dan pundak Vania.


" Maafkan aku ya, kemarin pulang tanpa pamit," Ucap Vania sambil memutar-mutar bibirnya merasa tidak enak.


Brian hanya menghela nafas, memandang wajah imut Vania yang membuat nya tidak bisa marah.


" Iya, jangan seperti itu ya lain kali, aku ditinggal disana sendirian, nanti kalau aku di culik bagaimana," Ucap nya dengan nada manja mencairkan suasana.


Vania lantas mendorong kepalanya dengan pelan.


" Siapa yang mau nyulik orang yang bentukan nya kayak preman gini, " Ucap Vania menyilangkan tangan sambil menatap penampilan Brian dari ujung kaki hingga ujung kepala.


" Wah sekate-kate kalau ngomong, ganteng kayak gini di katain preman, coba kamu periksa mata ke dokter dulu sana," Ucap Brian mengusap rambutnya memperlihatkan ketampanan nya.


Vania tak mau panjang lembar berbicara dengan nya, ia lantas berlalu meninggalkan Brian dan berjalan masuk ke kampus.


" Vania, katanya mau traktir aku," teriak Brian yang berlari mengejar Vania.


Sedangkan Randy, ia sudah mulai masuk kerja lagi, ia hanya tak betah jika hanya dirumah karena Helena sudah kembali ke luar negeri dengan alasan jadwal pameran nya di majukan, namun Randy tidak ambil pusing tentang kabar yang terkesan mendadak itu, yang ia fikirkan adalah tentang wanita yang ia cintai yang akan dijodohkan oleh Ayahnya.

__ADS_1


Meskipun ia tahu sifat Vania yang tak mau dikekang oleh Ayahnya, namun tetap saja membuat hatinya merasa tidak nyaman karena saingan nya adalah kriteria pilihan Ayahnya, apalagi profil keluarga Lesmana begitu disegani di kalangan para investor.


Team mana nih...? Othor aja bingung 🤔


__ADS_2