Gairah Ranjang Kakakku

Gairah Ranjang Kakakku
Restu Bu Sandra


__ADS_3

Ia teringat dengan kenangan masa lalu dan menerawang cakrawala dimana bu Sandra saat masih muda pernah di usir oleh orang tua nya karena begitu mencintai pak Rahardian yang kini menjadi suaminya, Kedua orang tua nya tak memberi restu karena pak Rahardian adalah anak dari keluarga miskin dan tidak terpandang.


Namun meski tanpa restu mereka tetap mengikrarkan janji suci di depan penghulu dan membina bahterai rumah tangga hingga saat ini, Perkataan Vania barusan seakan menampar hatinya, jika ia menentang hubungan yang sudah sah di mata agama itu, sama saja ia dengan orang tua nya dulu yang tidak memberi restu serta mengusirnya.


Tak terasa air mata nya menitik mengingat kenangan pahit nya yang kelam itu. Dengan segala keikhlasan hatinya Bu Sandra menggenggam kedua tangan anak nya.


" Mama merestui kalian berdua, mama akan membantu kalian untuk meminta restu Ayah juga," Ucap bu Sandra dengan pilu menatap kedua anak-anak nya.


Perkataan bu Sandra barusan membuat Vania dan Randy terkejut, seakan dengan mudahnya mereka meminta restu kepada orang tua yang telah membesarkan mereka.


" Mama serius memberi restu pada kami," Ucap Vania yang seakan tidak percaya dengan ucapan mama nya barusan.


Bu Sandra dengan mantap mengangguk ia mengusap air matanya bahagia karena telah menang mengalahkan rasa egois nya dan tidak meniru perilaku orang tua nya dulu.


Baik Vania maupun Randy langsung bersimpuh di kaki mama nya begitu berterima kasih, mereka seakan hampir mencapai garis finish memperjuangkan cinta mereka, hanya tinggal satu langkah lagi yaitu Ayah mereka pak Rahardian. Bu Sandra dengan cepat membangun kan kedua anaknya yang bersimpuh di kakinya.


" Sudah sayang, mama bahagia jika kalian bahagia, apalagi Randy selamanya akan tetap menjadi anak mama," Ucap bu Sandra menatap mata Randy yang sama-sama saling berkaca-kaca.


" Ma, terimakasih, maafkan Randy yang belum bisa membalas semua kebaikan dan hutang budi kepada mama," Ucap Randy yang langsung memeluk wanita yang telah membesarkan nya.


Bu Sandra terus menggeleng, ia begitu menyayangi Randy seperti anaknya sendiri, baginya tidak ada kata hutang budi bagi orang tua kepada anaknya. Akhirnya pembicaraan mereka pagi itu berakhir bahagia karena restu yang begitu mereka idam-idamkan akhirnya mereka dapatkan. Namun sebelum mereka benar-benar pergi meninggalkan Cafe Breakfast itu, mereka setuju untuk merahasiakan dahulu sampai waktu yang tepat untuk memberitahukan ayah mereka.


Bu Sandra pulang naik taksi sedangkan kedua pasangan yang baru saja mendapat restu dari mama nya menaiki lagi mobil mereka, Vania di antar Randy ke kampus dan ia menuju ke kantor seperti biasanya.

__ADS_1


Tak biasanya pagi ini ada rapat dadakan dan kedatangan para investor saham, pak Rahardian melirik anak laki-laki nya yang menyelinap masuk pelan-pelan ke dalam rapat yang sudah dimulai itu, tak biasanya ia telat masuk ke kantor, Randy adalah anak yang terkenal disiplin dan pekerja keras.


Saat rapat telah usai, pak Rahardian memanggil anaknya yang masih terduduk merapikan berkas di atas meja.


" Tumben sekali kamu terlambat, apa macet di jalan..?," Tanya pak Rahardian kepada anaknya dengan kesan wibawa nya.


" Ah iya ayah, tadi ada kemacetan kecil sebelum mengantar Vania ke kampus," Jawab Randy sedikit ber alibi.


Pak Rahardian hanya mengangguk, lalu berlalu meninggalkan ruang rapat. Randy langsung menghela nafas panjang, ia belum siap jika Ayah nya tahu tenang hubungan mereka.


Drttttt...


Ponsel Randy bergetar dalam saku celana nya, tertera dalam layar ponselnya terlihat Helena mengirim pesan singkat padanya.


Helena : Sayang, aku rindu sama kamu, Siang ini jemput aku ya, aku sudah naik pesawat.


Ia lantas membalas pesan singkat itu dengan mengiyakan nya agar rencana yang sudah mereka susun sedemikian rupa dapat berjalan lancar.


Siang itu Helena sudah landing di bandara, ia mencari-cari tunangan nya yang berjanji akan menjemputnya, namun matanya sama sekali belum melihat keberadaan Randy, karena ia kurang memperhatikan jalan nya, koper yang ia seret menyenggol orang yang berpapasan dengan nya.


" Ah, maafkan aku," Ucap Helena sembari mengambil koper nya yang terjatuh, pria yang disenggolnya juga membantu mengambilkan kopernya.


Mata mereka sesaat bertemu, " Brian" Batin Helena dalam hatinya dengan wajah seketika memucat dan segera pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


Brian yang juga sadar jika ia tunangan kakak Vania langsung mengejarnya, ia ingat kejadian di pesisir pantai Anyer yang tiba-tiba ia pergi seolah ketakutan setelah melihatnya, ia hanya penasaran dan ingin menanyai nya saja.


" Kak Helena tunggu," Ucap Brian yang sudah mengingat nama nya, Pria itu terus mengejar Helena yang sudah lari sekuat tenaga karena tahu ia dikejar.


Helena belok ke arah kiri menghindari kerumunan dan bersembunyi di ruang tunggu yang terdapat deretan kursi terjajar rapi. Tiba-tiba ada seseorang yang memegang pundak nya dari samping yang membuat jantungnya seolah telah berhenti berdetak.


" Helena kamu kenapa, habis lari," Ucap seseorang yang ternyata ia cari dari tadi.


Wanita yang memakai celana jeans denim itu langsung bernafas lega setelah mengetahui bahwa ia adalah Randy dan bukanlah Brian. Randy masih menunggui ia menjawab dan mengatur nafasnya karena kelelahan berlari.


" Iya sayang, aku habis berlari tadi karena mencari toilet," Ucap Helena berkelit dengan masih mengatur nafasnya.


Randy hanya mengangguk dan mengantar nya ke arah toilet Bandara. Pria berparas tampan itu melirik ke arah Brian yang masih mencari-cari Helena, bukan tidak tahu, Randy ternyata sudah berada di bandara menunggui Helena landing, saat ia hendak memanggil Helena, wanita itu malah berlari dan bermain kejar-kejaran dengan Brian.


Sepertinya ada rahasia di antara mereka berdua, yang tidak ia ketahui, dengan cepat Randy mengeluarkan ponsel nya dari saku celana dan memanggil asisten setianya yang tak lain adalah teman dekat nya Gevan.


" Bantu aku cari tahu tentang Brian dari Lesmana Grup Bro," Ucap Randy yang secepatnya ia matikan Karena Helena sudah keluar dari toilet, terdengar kata oke dari sebrang telepon nya sebelum ia benar-benar mematikan ponselnya.


Helena masih saja celinguk kan ke segala arah berjaga-jaga tak ingin terlihat oleh Brian.


" Kenapa," Ucap Randy yang seolah tidak paham dengan gerak-gerik Helena.


Wanita itu sekali lagi berkelit dan bilang tidak terjadi apa-apa, padahal di dalam hatinya menyimpan kecemasan apalagi ada Randy di sampingnya.

__ADS_1


Sedangkan Brian yang tak bisa menemukan Helena dalam kerumunan padatnya Bandara, akhirnya menyerah dan menaiki pesawatnya yang dari tadi sudah menginformasikan jika pesawat yang ia tumpangi akan segera terbang.


Terimakasih kak atas dukungan nya, sehat selalu para Readers ❤️❤️❤️


__ADS_2