Gairah Ranjang Kakakku

Gairah Ranjang Kakakku
Di antara dua hati


__ADS_3

Halo Readers, konten bermuatan dewasa, diharapkan bijak dalam membaca ya 🤫


Gemerlap nya pesta pertunangan Randy dan Helena di tutup dengan sebuah singer menyanyikan lantunan musik yang syahdu, namun membuat kedua insan itu semakin merasakan kesedihan, mereka hanya bisa menatap dalam diam.


🎼Walau badai menghadang...


Ingatlah ku kan slalu.. setia menjagamu...


Berdua kita lewati... jalan yang berliku... tajam 🎼


Lantunan lagu indah nan bermakna mendalam itu bukan ditujukan untuk sepasang insan yang baru resmi bertunangan tadi, namun hubungan mempelai pria dengan perempuan lain yang tak bisa di ungkap di khalayak ramai.


Sebagai pasangan yang sudah terikat pertunangan Helena terus menempel di samping Randy dengan senyuman yang terus mengembang, wanita itu sedikit pun tak memberi celah Randy untuk pergi menemui orang lain seorang diri.


Dari jauh Vania nampak terus memperhatikan mereka, namun Randy tak bisa berbuat apa-apa, Helena terus merangkul tangan nya dengan erat. Pak Rahardian dan Pak Anton sedang asyik berbincang menyangkut kerja sama bisnis didampingi istri mereka masing-masing.


Hingga acara itu selesai, baru lah kedua keluarga itu berkumpul di sebuah lobby hotel bintang lima bernuansa kaum borjuis.


" Sudah malam, kalian beristirahatlah kami sudah memesankan kamar untuk kalian," Ucap Pak Anton untuk kedua pasangan itu.


Vania yang mengekor dari belakang langsung angkat suara.


"  Bukankah Kak Helena dan kak Randy baru bertunangan, sebaiknya tidur masing-masing dahulu, untuk menghindari rumor yang tidak mengenakan, kecuali kalau sudah menikah sah-sah saja,"  Ucap lantang Vania dengan berani.


Kedua keluarga itu langsung memikirkan baik-baik ucapan Vania, meskipun terkesan lancang, wanita yang masih berstatus adik Randy ada benarnya juga, untuk menghindari rumor negatif menyangkut reputasi perusahaan keduanya mengiyakan perkataan Vania.


Randy langsung bernafas lega, sementara Helena, terlihat sekali menorehkan kekecewaan di wajahnya. Randy lalu melepaskan rangkulan tangan Helena sembari memeluknya.


" Tidurlah, hari sudah malam, kita bisa bertemu lagi besuk," Ucap Randy pada tunangan nya.


Wanita bergaun warna selaras dengan nya itu nampak sedikit kesal, ia lalu berjalan meninggalkan nya dengan menaiki mobil mewah bersama keluarga nya untuk pulang.

__ADS_1


" Ayah dan mama juga mau pulang, kalian tidak pulang," Ucap bu Sandra yang melihat kedua anak nya malah mematung.


" Iya Randy dan Vania akan pulang, kami mau berbicara sebentar," Ucap Randy seakan meminta kedua orang tuanya untuk segera pulang.


Kedua orang tua itu mengangguk dan mewanti-wanti untuk jangan pulang larut malam, namun sang Ayah, Pak Rahardian memandang kedua anak nya dengan tak biasa, ia sedikit memincingkan alis nya sebelah pertanda ada keanehan, setelah mobil kedua calon besan itu meninggalkan hotel, Randy langsung memegang tangan Vania.


Ia benar-benar tak ingin istrinya salah paham atas kejadian dalam acara tadi saat ia di cium Helena.


" Vania, bisakah kita bicara," Randy memohon padanya. Randy bahkan sudah memegang kartu akses kamar hotel yang di pesan tadi.


" Kita bicarakan di kamar," Ucap Randy mengimbuhkan.


Keduanya memasuki kamar yang di dekorasi layaknya pengantin baru, ada lilin aroma lavender serta bunga-bunga mawar merah yang di tebar di kasur.


Randy meraih korek api di atas meja dan menyalakan lilin itu, Semerbak aroma therapy Lavender langsung memenuhi ruangan menambah kesan suasana romantis.


Vania mengambil mawar merah yang telah di tebar di atas kasur, ia hanya tak menyangka begitu direstui nya cinta kakaknya dan Helena.


" Vania, aku sama sekali tak tahu jika Helena tadi tiba-tiba menciumku, aku sama sekali...,"


Suasana kamar yang syahdu serta aroma Lavender membuat amarah Vania mereda, bahkan sekujur tubuhnya malah ter@ngsang hebat ketika menatap paras wajah Randy.


Malam itu mereka melakukan lagi percintaan panas mereka di atas kasur pengantin yang membuat hasrat mereka semakin menggebu, Vania kini sudah bisa menyesuaikan dengan ukuran Randy yang terbilang besar, ukuran bule memang beda, Gumam Vania yang bersatu dalam kenikmatan cinta.


Ia benar-benar sangat puas dengan permainan Randy yang tak egois dan selalu mengutamakan kepuasaan pasangan nya. Hingga mereka mendapatkan puncak kenikmatan bersama.


" Randy, jangan sampai kena muka ku," Teriak manja Vania ke pada pria yang mendominasi nya.


Namun tetap saja, cairan putih kental itu mengenai wajah Vania. Keduanya saling tertawa sambil meraih tisu bersama yang sudah di sediakan pihak hotel. Mereka saling berpelukan berbagi kehangatan, sesekali bermain lagi namun dengan santai.


Hingga pagi hari menjelang.

__ADS_1


Pak Rahardian sudah memberikan cuti untuk anak pertamanya selama seminggu penuh, harusnya digunakan untuk pasangan yang baru bertunangan kemarin menghabiskan hari bersama, namun handphone Randy tidak aktif semenjak semalam, Helena yang dari pagi sudah sibuk menghubungi  Randy, terpaksa datang ke rumah kediaman pak Rahardian.


" Permisi Ayah mertua, bisakah aku bertemu Randy..?," Ucap Helena sambil duduk di kursi tamu.


Pak Rahardian yang ingat betul semalam kedua anak nya tidak satu mobil dengan nya, ia langsung nampak kebingungan, apakah kedua anak nya tidak pulang semalam..?


Ia lantas memanggil bi Anum untuk melihat kedua anak nya di kamar masing-masing, namun sebelum ART itu naik ke atas nampak seseorang sudah menunjukkan batang hidung nya.


" Pagi bi Anum, buat sarapan apa hari ini..?," Ucap Randy yang sudah terlihat berpakaian rapi namun memakai pakaian casual di padu jeans hitam.


" bibi buat nasi goreng sama telor ceplok kesukaan non Vania Den," Ucap art yang sudah nampak keriput itu lalu berjalan ke kamar Vania.


Randy dengan cepat mengalihkan aksi bi Anum yang akan mengetuk pintu kamar Vania.


" Bi Anum tunggu di bawah saja, biar Randy yang bangunkan Vania," Randy masih menghadang art yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri.


Bi Anum mengangguk, ia lalu turun menemui pak Rahardian yang menyuruh nya.


" Bagaimana bi Anum...?," Ucap majikannya.


Sebelum bi Anum membuka suaranya, lagi-lagi Randy sudah mendahului nya.


" Ada apa Yah...?," Ucap Randy yang seolah tidak mengerti sambil menekuk lengan jaketnya yang kepanjangan.


" La itu dia Randy... tunjuk nya memberi tahu Helena, ia lantas melanjutkan ucapanya.


" Ayah kira kamu belum bangun," Ucap Pak Rahardian yang berjalan meninggalkan ruang tamu sambil menatap tajam ke arah anaknya.


Dengan cepat Helena memeluk tubuh Randy yang begitu harum karena habis mandi, Pria itu masih memikirkan tatapan tajam Ayah nya barusan. Harusnya ia tidak tahu kan kejadian sebenarnya.


Meskipun sikap nya begitu santai, namun sebenarnya ia benar-benar gelisah karena Vania masih berada dalam kamarnya.

__ADS_1


Jangan ditiru ya Gaes, ini cuma Novel saja...


Tapi author tim Vania & Randy lovers 😍


__ADS_2