Gairah Ranjang Kakakku

Gairah Ranjang Kakakku
Hilang ingatan


__ADS_3

Ruangan icu yang begitu ketat dijaga bodyguard ternyata masih bisa kecolongan oleh seseorang. Wanita yang berpakaian ala koboi dengan topi dan kacamata hitam mengintip ruangan Brian.


" Dimana aku, siapa anda..?," Ucapan itu terlontar dari mulut Brian saat ia pertama kali siuman, bahkan dokter yang menanganinya mendiagnosis Gagar otak yang menyebabkan amnesia sebagian.


Helena yang mendengar ucapan dokter, seakan bingung harus sedih atau bahagia, karena pria itu pasti lupa akan cinta satu malam dengan nya.


Tapi entah kenapa tiba-tiba ada perasaan sedih dihatinya. Helena yang sudah tak kuat menahan perasaan sesak di hatinya lantas pergi dari rumah sakit dan kembali ke Apartemen nya di paris.


" Dimana Vania..?," Ucap Brian menyebut nama Vania yang ternyata tidak ia lupakan.


Ibunda Brian langsung terpukul karena anaknya tidak mengenali nya, namun malah menyebut orang asing yang tidak dikenal ibunya.


Dokter yang berjaga memberikan suntikan obat penenang agar pasien nya dapat tenang, hal itu lumrah bagi pasien yang mengalami cedera trauma di kepalanya, karena ia hanya mengingat ingatan yang begitu dalam baginya, perasaan yang cenderung berpengaruh besar terhadap hidupnya.


Dokter juga menenangkan ibunda Brian, bahwa ingatan nya akan segera pulih dengan therapy walaupun tidak semuanya akan kembali.


Sedangkan Helena, Ia memantapkan untuk meninggalkan paris keesokan harinya, palingan hanya beberapa waktu saja ia akan kembali untuk pameran seni seperti saat itu.


Mulai saat itu Helena melupakan masa kelam nya dan membuka lembaran Baru untuk menjalani semangat hidupnya lagi.


Ia masih berharap bisa meraih Pria pujaan nya dari dulu yakni Randy Widjaya.


" Helena, kenapa hari ini kamu melamun terus, apa lebih baik aku mengantarmu pulang saja, sepertinya kamu lelah dan harus beristirahat ," Ucap Randy menatap mata Helena yang terlihat begitu sayu, yang memudarkan lagi lamunan nya mengingat masa lalu.


" Aku tidak apa-apa, aku begitu rindu padamu, sebenarnya aku ingin habiskan waktu bersama mu, tapi.. ," Ucap Helena ragu menatap mata indah Randy yang begitu mempesona.


" Aku antarkan saja kamu pulang ya, kalau kamu merasa sudah fit, aku pasti akan menemanimu kemana pun kamu mau," Ucap Randy begitu lembut pada Helena.

__ADS_1


Lagi-lagi Helena dibuat mabuk kepayang oleh nya, pesona serta tutur katanya yang begitu lembut setiap berbicara dengan nya seolah menjadi pelet ampuh agar ia tak bisa melupakan nya, Helena pun menggangguk menuruti ucapan Randy.


Dan Randy sendiri bukan nya ia tidak tegas hanya saja Randy adalah pria yang begitu menghormati seorang wanita, siapapun dia.


Setelah mereka selesai makan siang di restoran chinese food, Randy dan Helena melaju lagi ke arah rumah Helena, Wanita berlipstik merah itu meminta Randy mengantarkan nya ke rumah, sepertinya ia memang harus beristirahat seperti ucapan Randy tadi.


Setelah perjalanan selama kurang lebih 40 menit mereka sampai di kediaman keluarga Helena, disana hanya disambut oleh Art di keluarga nya karena kedua orang tua Helena sedang ada perjalanan bisnis di Macau.


Sebenarnya ingin sekali ia bisa bermesraan dengan Randy, namun pikirannya kali ini di penuhi oleh Pria yang ia temui di Bandara tadi.


Dengan berat hati ia melepaskan Randy pulang begitu saja setelah ia memeluknya begitu erat.


Randy lalu mengemudikan lagi laju mobilnya kembali ke kantor.


Ia menatap ke arah jalanan yang nampak begitu padat, ia melihat wanita yang ia kenal sedang berdiri di ruas jalan nampak menunggu seseorang.


" Vania, mau kemana dia," Randy begitu kaget pasalnya istrinya itu nampak menunggui seseorang dan dijemput menggunakan mobil.


Randy yang sudah tak bisa berfikir jernih lantas pergi mengikuti mereka hingga terhenti di sebuah hotel bintang lima, dengan cepat ia mengeluarkan ponsel dan menelepon Vania.


" Halo Vania, kamu dimana," Tanya Randy dari sebrang telepon.


" Iya kak Randy, aku masih di campus sama Hana," Ucap Vania menjawab dengan sedikit gagap.


Randy tahu jika Vania berbohong, wanita yang sudah menjadi istrinya itu bukan nya di Campus melainkan masuk ke dalam hotel bintang lima.


Pikiran nya rancu dan benar-benar tak bisa berfikir panjang, dengan perasaan yang sudah tidak terkontrol Randy ikut masuk mengikuti Vania.

__ADS_1


Rupanya dugaan yang tak ingin ia benarkan ternyata terjadi, Vania nampak berjalan bersama seorang Pria dan menuju sebuah lounge hotel.


Ia terus mengikuti hingga Vania nampak duduk bersama Pria asing yang tak dikenalnya itu, karena Pria tadi menggeretkan kursi untuk Vania duduk.


Dengan cepat Randy berjalan menghampiri mereka, ia hampir saja mendaratkan satu pukulan bogem mentah kepada pria asing itu.


" Kak Randy jangan," Teriak Vania yang melihat aksi spontan Randy menyerang pria yang ternyata bodyguard baru ayah mereka.


Pak Rahardian yang baru datang untuk menghampiri anak perempuan nya di meja makan merasa terheran atas sikap Randy barusan.


Ia menatap kedua anaknya yang masih terkejut dan bingung atas sikap aneh mereka.


Rupanya Vania di ajak sang Ayah janji temu dengan Client nya untuk belajar mengenal saham, namun pertemuan kali ini nampak nya batal karena kejadian barusan yang di rasa begitu janggal bagi Ayahnya, dengan segera ia membatalkan janji temu nya dengan Client lewat telepon genggam nya.


Ia lantas mengajak kedua anak mereka untuk pulang kerumah karena alasan firasat nya yang begitu kuat.


Pak Rahardian seakan marah dengan masuk membuka pintu rumah mereka dengan kasar, ia menyerahkan tas kerjanya kepada bu Sandra yang nampak bingung karena sikap arogan suaminya yang tak biasa, ia juga melihat kedua anak mereka berjalan mengikutinya ke ruang tamu, keduanya seperti anak kecil yang siap di adili seperti anak kecil yang habis mencuri permen,


Pak Rahardian lantas merenggangkan dasi nya dan duduk di kursi ruang tamu menunggui kedua anaknya menjawab pertanyaan nya yang ia pendam selama ini.


Bu Sandra yang langsung dapat membaca situasi langsung memejamkan matanya, baru tadi pagi ia menyuruh kedua anaknya untuk merahasiakan hubungan mereka malah sore ini juga Ayah nya seakan memergoki mereka dengan sikap menginterogasi.


Ruang tamu itu seketika menjadi suasana yang begitu mencekam, karena terlihat sekali sorot mata pak Rahardian yang menatap tajam kepada kedua anaknya dengan pandangan yang tak biasa.


Ia menyentuh gagang sofa dengan sedikit mengatur ritme nafasnya yang sudah begitu tak beraturan.


" Vania dan Randy, Ayah ingin bertanya kepada kalian berdua, jawab lah dengan sejujurnya," Ucap pak Rahardian yang membuat jantung kedua anak mereka semakin kencang.

__ADS_1


Begitu pun bu Sandra dan bi Anum yang tak tahu apa-apa.


Maafkan atas update yang selalu telat ya, masih di usahakan agar tepat waktu, salam hangat..


__ADS_2