
Helena menatap ke arah ibu Brian yang begitu terpukul, banyak sekali bodyguard yang menjaganya di pintu kamar ruangan icu nya. Helena hanya bingung harus bagaimana, ia menatap dengan pandangan kosong, ia menerawang tentang sebuah rahasia yang ia simpan seorang diri.
Ingatan tentang dua bulan silam, dimana ia tak sengaja melakukan one stand Night dengan seorang Pria yang baru saja ia kenal malam itu, baik Helena pun bahkan tidak ingat betul bagaimana kejadian malam itu berlangsung. Yang ia ingat hanya saat ia mabuk berat setelah pesta perayaan pembukaan pameran seni di Paris.
Helena begitu antusias karena adanya Randy yang ikut hadir sebagai perwakilan perusahaan gabungan Ayah nya untuk mensponsori acara pameran seni itu, hingga acara telah selesai sebuah kisah tentang rahasia nya dimulai.
Saat pagi menjelang ia membuka mata, ia sudah berada di atas ranjang dan hanya tertutup selimut, seorang pria yang juga berada di samping ranjang nya nampak tertidur pulas membelakangi nya.
Pria itu dari belakang nampak seperti Randy, ia juga memiliki badan yang kekar dan bahu yang begitu bidang. Helena yang baru bangun dari tidur nya mengira bahwa itu benaran Randy, Hati nya seakan berbunga-bunga, Pria yang dari dulu ia idam-idamkan kini bersama nya dalam satu ranjang, namun kegembiraan nya langsung sirna saat pria itu membalikkan badan nya dengan mata yang masih terpejam.
Dia bukanlah Randy, melainkan pria asing yang ia lihat dalam perayaan semalam secara sekilas, Helena terus mengucek matanya berharap pandangannya salah, namun Pria itu memang bukanlah Randy yang ia idamkan. Helena langsung mengacak-acak rambutnya tak karuan, ia seakan kehilangan akal.
Dengan cepat ia mengenakan kembali baju yang berserakan di lantai dan segera pergi meninggalkan Pria yang masih terlelap itu sendirian. Helena terus menyimpan rahasia cinta satu malam itu tanpa memberitahukan siapapun, hingga dua bulan berlalu begitu saja.
" Hueekkk,"
Helena nampak mual ketika sedang melukis bersama Cassie.
" Kamu tidak apa-apa Helena," Ucap sahabat nya terlihat begitu khawatir.
Namun Helena hanya menggelengkan kepalanya, ia lantas segera berlari ke kamar mandi untuk muntah karena begitu terasa mual. Helena menatap ke depan cermin wastafel, wajahnya begitu pucat pasi, apakah ia hamil..?
__ADS_1
Jantungnya begitu berdebar, seolah ia memang sedang tidak baik saja, ia lantas kembali ke ruang melukis bersama dan segera menyambar tas nya tanpa berbicara sepatah katapun kepada Cassie, yang membuat sahabat nya bingung.
Helena langsung ke apotik terdekat untuk membeli test pack, apakah kecurigaan nya memang benar...?
" Positif" Garis dua.
Helena langsung tersungkur di toilet rumahnya, ia begitu bingung, bisa-bisanya ia hamil hanya dengan melakukan cinta satu malam yang ia tak ingat sama sekali, apalagi dengan orang asing. Perasaan panik bercampur kecemasan menjadi satu, ia terus menyesali nya kenapa bukan Randy yang tidur dengan nya malam itu.
Dengan perasaan takut dan gegabah Helena langsung menegak pil sehat datang bulan sebanyak 4 butir, hal itu membuatnya operdosis dan dilarikan kerumah sakit.
Kedua orang tua nya yang tinggal di indonesia langsung terbang ke paris setelah mendengar kabar putri tunggal kesayangan nya masuk rumah sakit.
Diagnosis keadaannya pun terkuak, bahwa ia tengah mengandung selama 2 minggu, namun karena banyak nya pil yang ia minum membuat janin yang belum genap satu bulan itu telah gugur.
Sedangkan Helena sendiri, masih belum siuman dan terbaring di rumah sakit. Ibu nya terus menangis sambil mengusap rambut Helena, ia juga sama nampak begitu sedih. Langit-langit atap yang begitu asing menyambut kesadaran Helena.
" Syukur lah kamu sadar nak," Ucap ibu Helena dengan memeluknya begitu sedih.
" Katakan Helena siapa pria itu, biar Papa datangi dia," Ucap pak Anton yang sudah tidak bisa mengontrol emosional nya.
" Tenangkan dulu Pah, anak kita baru siuman," ibu Helena terus menenangkan suaminya agar tidak membuat Helena syok.
__ADS_1
Wanita berambut sebahu itu nampak melamun, ia terdiam saat kedua orang tuanya tahu dan menanyakan siapa pria yang telah menghamili nya, meski pun anak itu sudah gugur tapi tetap saja kehormatan keluarga Candradinata merasa di injak-injak.
Namun Helena tetap bungkam dan tak mau mengatakan siapa ayah anak yang telah gugur itu.
Dengan segenap rasa penuh ke khawatiran kepada anaknya, akhirnya Helena tidak di ijin kan lagi menginjak kan kaki di Negara prancis bahkan selama beberapa bulan ia di suruh tinggal di Indonesia dan berobat ke psikiater karena kondisi psikis nya yang mengkhawatirkan.
Selama berbulan-bulan ia menjalani therapy untuk menghilangkan rasa ketakutan dan ke khawatiran nya, namun tetap saja orangtuanya tidak tahu siapa pria yang meniduri nya hingga hamil, karena Helena memilih diam, ia tak ingin hal itu menjadi bumerang dia bisa menikah dengan Randy.
" Nona," Ucap salah seorang polisi membangunkan lamunan Helena yang terpaku di depan ruangan icu. Polisi itu memintai nya keterangan atas kecelakaan yang mereka alami barusan, Helena pun bersedia di mintai keterangan, hingga akhirnya kasus itu ditutup karena terbukti murni kecelakaan karena licin nya Medan di jalanan akibat turun salju.
Helena masih terus datang ke rumah sakit meskipun kondisi nya sudah pulih, nampak nya ia ingin melihat kondisi Brian dari kejauhan.
Setelah hampir ke sepuluh kali nya ia mengendap diam-diam melihat ke arah kamar Brian di rawat, barulah ia melihat Pria itu siuman, banyak sekali bodyguard yang menjaga kamarnya sehingga ia harus menyamar sedemikian rupa agar tidak di curigai, berbekal topi, masker beserta jaket kulit penyamaran nya terlihat sempurna.
Kala itu Helena melihat ibu Brian nampak menangis bahagia karena anak nya akhirnya bangun dari koma nya selama hampir dua minggu, namun sebuah hal terjadi yang membuatnya seakan bernafas lega.
" Aku dimana," Ucap Brian yang kebingungan karena tempat asing yang ia lihat setelah ia siuman dari koma.
Namun saat ibunya mengatakan bahwa ia dirumah sakit tiba-tiba ia mengatakan lagi pertanyaan yang membuat seisi kamar itu gempar, bahkan dokter yang turut memeriksa keadaan nya setelah siuman juga terkejut.
" Siapa anda, kenapa aku disini?" Ucap Brian yang nampak kebingungan dari tadi, bahkan ia tak mengenal ibunya sendiri.
__ADS_1
Dokter yang memeriksa nya langsung menggeleng, dan mengatakan secara pribadi kepada ibunda Brian bahwa anak nya mengalami gagar otak dan kehilangan separuh ingatan nya, karena orang yang ia ingat pertama kali adalah nama Vania dari keluarga Widjaya.