Gairah Ranjang Kakakku

Gairah Ranjang Kakakku
Tentang Randy Pratama #2


__ADS_3

Malam kelahiran itu memberikan kebahagiaan sekaligus duka yang mendalam.


Azhalea wanita cantik itu meninggal dunia saat melahirkan anak pertama nya yang berjenis kelamin laki-laki. Bu Sandra menggendong bayi itu sambil menatap jenazah Azhalea yang nampak hanya tertidur.


" Azhalea, kamu tidak perlu khawatir, kami akan merawat bayi kamu seperti anak kami sendiri, tenang lah disana, surga menanti wanita baik seperti mu," Ucap Bu Sandra yang nampak sendu menatap wajah jenazah yang masih nampak terlihat cantik itu.


Sepasang suami istri itu beserta bi Anum mengantarkan Azhalea ke peristirahatan terakhir nya, serta memberikan iringan do'a untuknya. Bu Sandra menatap bayi laki-laki yang sangat tampan itu.


" Mas, mau dikasih nama siapa bayi laki-laki ini, tampan sekali, aku merasa menjadi ibu yang paling beruntung bisa merawatnya," Ucap Bu Sandra yang masih terus terkagum-kagum menatap anak Azhalea.


" Bagaimana kalau di beri nama Randy," Ucap pak Rahardian.


" Randy Pratama Widjaya," imbuh Bu Sandra sambil memegangi botol susu, ia tak hentinya kagum memandangi paras tampan bayi yang dalam pelukannya.


Pak Rahardian dan Bu Sandra menepati janji mereka merawat Randy seperti anak mereka sendiri dengan penuh kasih sayang.


Anak itu bagaikan berkah yang di kirimkan Tuhan untuk Sepasang suami istri yang sampai saat ini belum dikaruniai anak.


Randy tumbuh dengan segenap kasih sayang dari orang tua yang utuh dan harmonis. Ia tumbuh menjadi pribadi yang berpekerti luhur dan sangat pintar dengan segudang prestasi.


Kata hampir sempurna sangat cocok diberikan untuk anak laki-laki bernama lengkap Randy Pratama Widjaya.


Di usianya yang berumur 7 tahun, Bu Sandra akhirnya hamil setelah penantian yang begitu lama, Ia melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik seperti dirinya.


Bayi perempuan itu diberi nama Vania Larissa Widjaya, genap sudah kebahagiaan pak Rahardian dan Bu Sandra yang dikarunia sepasang anak laki-laki dan perempuan.


Namun kenyataan bahwa dia bukan anak kandung dari pasangan suami istri Widjaya diketahui olehnya saat ia berusia 15 tahun saat hendak lulus SMP, ia membersihkan gudang yang akan ia gunakan untuk ruangan komputer sebagai tugas kelompok bersama, kala itu laptop belum terlalu marak karena harganya masih selangit.

__ADS_1


Randy membersihkan gudang di bantu bi Anum dan Vania yang ikut merecoki saja, di sana ia mendapati sebuah kotak kecil bertuliskan.


" Untuk anak ku tersayang ".


Karena rasa ingin tahunya yang begitu besar, Randy membuka kotak itu tanpa sepengetahuan bi Anum yang ikut membantu.


Di dalam kotak itu terdapat pesan sebuah surat yang ditujukan untuk anaknya, di dalam pesannya terdapat kalimat maaf yang terus tertulis.


Tentang bagaimana pak Rahardian yang telah gigih membantunya serta kemurahan hati Bu Sandra yang dengan lapang dada menerimanya di rumah.


Tanggal dalam surat itu tertulis sepuluh hari sebelum kelahiran nya, Randy yang sudah dapat menebak siapa anak yang ditujukan dalam surat itu langsung meneteskan air matanya.


Ia lantas berlari pergi meninggalkan rumah, ke suatu tempat yang di rasanya aman, di sana ia dapat meluapkan segala emosi nya, Ia bahkan menangis sejadi-jadinya mengetahui bahwa ia bukan anak kandung keluarga Widjaya, bahkan langitpun ikut bersedih dengan turun nya hujan yang begitu deras, namun tempat yang ia diami melindungi nya dari hujan bahkan terasa hangat di dalam sana.


Kepergian nya yang tak kunjung pulang di ketahui seisi rumah yang turut cemas mencarinya. Bu Sandra nampak sangat cemas kepada anak pertamanya itu, ia takut terjadi apa-apa dengan Randy.


Bahkan keluarga Widjaya sampai melapor polisi untuk membantu proses pencarian. Pencarian pun berlangsung hingga pagi hari namun belum juga menemukan keberadaan Randy.


" Kakak pasti pulang kok, do'ain kakak biar cepat pulang ya sayang," Ucap Bu Sandra memeluk anak perempuan nya.


Sedangkan anak remaja yang dicari banyak orang itu nampak tertidur karena lelah seharian menangis, ia adalah anak yang berperingai arif.


Ia tak ingin merepotkan orang lain, ia berpikir pasti orang rumah telah khawatir mencarinya.


Setelah matahari sudah di atas kepala, Randy akhirnya pulang ke rumah, di luar dugaannya ternyata banyak sekali yang khawatir dan mencarinya.


Bahkan ibunya, bu Sandra, terlihat sembab karena terus menangis. Ia melangkah kan kaki nya pulang ke rumah dengan perasaan bersalah.

__ADS_1


" Mama, maafkan Randy yang pergi dari rumah tanpa ijin," Ucap Randy yang berbicara kepada ibunya yang nampak sibuk dimintai keterangan kepolisian.


" Astaga sayang, akhirnya kamu pulang, mama takut kamu kenapa-kenapa," Ucap Bu Sandra yang langsung memeluk anak pertamanya itu.


Pihak kepolisian yang datang meminta keterangan langsung bernafas lega.


" Syukurlah, dek Randy sudah ditemukan, kami akan membatalkan laporan orang hilang dalam 1x24 jam," Ucap seorang polisi kepada Bu Sandra. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu mengangguk dan berterima kasih atas kesediaan polisi membantu pencarian.


Pak Rahardian yang juga merasa khawatir akhirnya bisa bernafas lega ketika melihat anak laki-laki nya pulang dalam keadaan sehat tak kurang suatu apapun.


" Ayah bersyukur kamu tidak kenapa-kenapa nak," Ucap pak Rahardian memeluk Randy.


Anak laki-laki itu tak kuat menahan Air mata ketika bertemu dengan pak Rahardian, ia lalu bersujud di kaki orang yang ia anggap sebagai Ayahnya sendiri.


" Terimakasih sudah membantu ibu saya dan Sudi merawat saya," Ucap Randy dengan meneteskan air mata.


Bu Sandra langsung menutup mulutnya karena hal yang mereka tutupi akhirnya terbongkar. Dengan sigap ia meminta bi Anum membawa Vania ke lantai atas.


Pak Rahardian yang melihat Randy bersujud di hadapan nya langsung memejamkan matanya, ia lalu memegang pundak Randy untuk segera berdiri.


" Nak, Ayah sudah menganggap kamu seperti anak Ayah sendiri, bahkan kami sangat bahagia punya anak yang begitu bijaksana seperti mu," Ucap pak Rahardian yang akhirnya tidak kuat menahan air matanya.


Suasana dalam ruang tamu itu berlangsung sendu, Bu Sandra terus menangis tak kala Randy gantian bersujud di kakinya.


" Kamu jangan seperti ini sayang, membuat mama menjadi sedih," Ucap Bu Sandra yang langsung memeluk anak yang sangat ia sayangi.


Kabar miring yang berasumsi bahwa ia anak angkat ternyata memang benar adanya, Ia sudah membaca semua tulisan yang ditinggalkan ibu kandungnya untuk nya saat ia pergi ke rumah pohon buatan ia dan teman-temannya dulu, meskipun hatinya hancur namun ia harus tetap bersyukur, karena tanpa adanya pertolongan Tuhan lewat Ayahnya sekarang, ia tak akan mungkin bisa menghirup udara segar kebebasan karena ia membaca surat ibunya yang dijual di rumah bordil.

__ADS_1


Jadi sekarang, ia memilih untuk berdamai dengan dirinya sendiri.


Keep positif thinking ya teman-teman 🤝


__ADS_2