
Di atas balkon itu Randy dan Vania saling menguatkan lagi hati mereka masing-masing. Tiba-tiba seseorang datang seakan mengejutkan mereka, seperti takut tertangkap basah, keduanya lantas melepas tangan mereka.
" Mama, sejak kapan mama disitu," Ucap Vania yang terkejut tiba-tiba bu Sandra datang menghampiri mereka.
" Mama dari tadi tuh mencari kalian berdua, kok malah menghilang," Ucap bu Sandra kepada kedua anak mereka seolah ia tidak mengetahui apa yang barusan terjadi. Tak berselang lama pak Rahardian juga menyusul mereka, seakan bu Sandra memang ingin mengejutkan mereka agar tidak ketahuan sang ayah.
" Ayo kalian malah disini, acara utama nya sebentar lagi," Ucap pak Rahardian yang lalu mengiring keluarga mereka kembali ke tengah-tengah keramaian lagi.
Vania menatap mama nya yang terlihat sedikit panik, wajahnya memucat tapi berusaha bersikap santai. Wanita cantik itu memiliki firasat jika bu Sandra telah mengetahui rahasia nya dan Randy.
Acara demi acara berlangsung begitu meriah, sampai akhirnya di ujung acara Pak Anton Lesmana selaku presdir dari Lesmana Grup mengumumkan dengan resmi bahwa anak nya Brian Mahendra Lesmana telah menjabat sebagai Ceo Perusahaan. Riuh tepuk tangan begitu ramai terdengar menyambut datangnya Ceo baru di perusahaan investor itu.
Pak Rahardian lantas menjabat tangan Brian yang ia nilai begitu luar biasa, baik Vania maupun Randy juga menjabat tangan nya memberi ucapan selamat.
" Selamat ya Brian, masih muda udah di beri tanggungan yang luar biasa," Ucap Vania sedikit berbisik dengan kecut.
Namun Pria ber jaz putih itu malah tersenyum lebar, membuat Vania malah bingung dibuatnya. Karena semakin Vania bersikap dingin dan jual mahal, semakin ia tergila-gila dengan wanita cantik itu.
" Terimakasih nih pujian nya," Ucap Brian yang semakin menjadi memberi kedipan mata genit kepada Vania.
Wanita cantik itu dengan sigap melepaskan tangan nya dengan cepat dan segera mendekati Randy yang terus memantau mereka.
Wajah kesal Randy begitu terlihat, hatinya benar-benar panas terbakar api cemburu setiap ada momen kedekatan Vania dan Brian. Hingga akhirnya acara itu berakhir, keluarga Widjaya pulang kembali ke rumah mereka.
Akhir-akhir ini memang seakan terjadi kerenggangan di dalam keluarga ini, kedua anak mereka langsung naik ke atas tanpa berbicara apapun lagi dengan alasan keadaan waktu yang sudah larut terlalu malam. Pak Rahardian hanya menatap kedua anaknya yang berlalu begitu saja tanpa bersuara, sepertinya ia juga lelah setelah menghadiri acara malam itu, ia lantas segera masuk ke kamarnya untuk segera tidur.
" Vania," Panggil Randy dengan pelan kepada istrinya yang baru mau masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Vania hanya menoleh tanpa menjawab.
" Tidur di kamar ku yuk malam ini," Ucap Randy sedikit malu-malu.
Namun tak biasanya wanita cantik itu menolak ajakan Randy, dengan tampang lesu ia menjawab tidak.
" Maaf kak Randy, malam ini aku capek banget mau langsung tidur," Ucap Vania yang langsung berlalu ke kamarnya dan menutup pintu.
Randy masih mematung di depan pintu kamar Vania, ia akhirnya kembali ke kamarnya dan memaklumi istrinya, padahal malam itu ingin sekali ia memeluk wanita pujaan nya karena rasa cemburu nya tadi yang begitu besar, Hingga malam akhirnya larut menjadi pagi.
Tak biasanya bu Sandra pagi-pagi sekali sudah begitu rapi dan menenteng tas Prada favorit nya, di meja makan sarapan pagi mereka, ia mengatakan ingin pergi bertemu teman arisan nya dan ingin menumpang bersama Vania dan Randy, karena katanya rumah teman nya satu arah dengan mereka.
Pak Rahardian lantas manggut saja, dan memberi ijin kepada istrinya, dalam suasana mobil itu terasa begitu tegang, karena Vania dan Randy membatasi perbincangan mereka, salah takut berucap dengan sebutan sayang yang sudah menjadi kebiasaan mereka jika bersama dalam mobil.
" Rumah teman Arisan mama di mana nya..?," Ucap Randy bertanya kepada wanita yang sudah berkepala lima namun masih terlihat begitu cantik.
Namun Randy dan Vania malah pandang-pandangan pasalnya di persimpangan jalan itu tidak ada perumahan melainkan hanya ruko-ruko dan beberapa Cafe.
" Nah disitu, Ayo parkiran dulu mobilnya," Bu Sandra menunjuk sebuah Cafe Breakfast dan menitah Randy untuk menepi disana.
Saat bu Sandra turun ia juga mengajak kedua anaknya yang sebenarnya sudah sarapan bersama pagi tadi untuk masuk bersama.
" Ma, tapi kita kan sudah sarapan tadi, lebih baik aku dan kak Randy langsung berangkat lagi ya," Ucap Vania yang nampak kebingungan.
Bu Sandra meletakkan tas Prada yang masih di tenteng nya di atas meja sembari memegang tangan putri dan putra tercinta nya.
" Mama mau bicara mengenai kalian," Ucap bu Sandra bernada serius.
__ADS_1
Sontak keduanya langsung terkejut, jantung mereka langsung berdebar dengan begitu kencang, Randy dan Vania saling menatap cemas, Firasat Vania mengenai mama nya seperti nya memang benar. Sebelum ia berkata lagi, Bu Sandra menghela nafas dahulu sambil menyeruput teh hangat beraroma melati yang dipesan nya.
" Jujur, katakan pada mama apa hubungan kalian..?," Tanya Bu Sandra berkata dengan sedikit gugup namun masih begitu anggun.
Randy langsung menundukkan kepalanya, matanya terpejam kuat saat mama nya mengatakan ucapan barusan. Vania yang mau buka suara langsung di cegah Randy, ia mencoba untuk menjadi seorang gentleman dengan bertanggungjawab.
" Randy dan Vania sudah menikah siri Ma," Ucap nya begitu mantap namun tak berani menatap wanita yang telah membesarkan nya.
" Dan kami saling mencintai, Randy akan terima apapun konsekuensi nya demi bisa bersama Vania," Ucap Randy lagi dengan lantang.
Vania yang mendengar ucapan pria di sebelah nya begitu tersentuh, ternyata suaminya itu begitu tulus mencintainya. Bu Sandra yang mendengar itu langsung memijit pelipis nya, matanya ikut terpejam merasakan pusing karena pengakuan anak laki-laki nya.
" Sudah berapa lama kalian menikah siri..?," Tanya bu Sandra lagi bernada sedikit menginterogasi mereka.
" Saat Randy kabur sejenak di pesta pertunangan," Jawabnya lagi.
Bu Sandra tambah pusing namun kali ini dengan sedikit syok, ia menggelengkan kepala nya berkali-kali.
" Kalian berdua begitu nekat, bagaimana jika Ayah kalian tahu, apalagi Helena beserta keluarga nya tahu mau di taruh dimana muka keluarga kita," Ucap bu Sandra yang masih bernada santai namun sedikit gementaran.
" Tapi Vania begitu cinta dengan kak Randy Ma, apapun rintangan nya kita akan jalani bersama," Ucap Vania yang langsung menggenggam erat tangan Randy.
" Meskipun tanpa restu mama dan Ayah," Ucap Vania mengimbuhkan.
Bu Sandra langsung tersentak dengan ucapan putrinya barusan yang langsung teringat dengan dirinya saat masih seumuran Vania. Ia juga rela pergi meninggalkan keluarga nya meskipun tanpa restu orang tua nya demi bisa menikahi suaminya sekarang.
Guys minta dukungan nya ya dengan like komen dengan saran yang membangun, thanks..
__ADS_1