
Halo Readers, konten bermuatan dewasa, diharapkan bijak dalam membaca ya 🤫
Semalam penuh Vania & Randy melampiaskan hasrat sebagai pasangan pengantin baru meskipun belum sah di mata hukum. Ranjang pengantin itu benar-benar sebagai saksi bisu gairah cinta mereka yang begitu menggebu.
Apalagi Randy yang sama sekali belum pernah menyentuh perempuan, diam-diam malah yang paling mendominasi di Ranjang, hal itu membuat Vania terheran.
" Kakak tahu dari mana gaya-gaya ini," Ucap Vania yang mulai mencoba gaya bercinta baru arahan Randy.
" Aku belajar dari Film anime," Ucap Randy sambil berbisik lembut di telinga Vania.
Vania yang mendengar bisikan itu langsung memutar bola matanya sembari menghela nafas, ternyata kakaknya punya hobi menonton film anime kimochi. Vania terus mengerang kenikmatan atas hujaman Randy yang kian mempercepat ritme gerakan nya.
" Sayang, mau coba gaya lain lagi," Ucap Randy dengan nafas terengah-engah.
Vania yang juga masih mengatur nafasnya begitu terkejut atas stamina suaminya yang begitu prima, setelah istirahat selama 5 menit mereka melanjutkan lagi percintaan panas nya dengan gaya baru lagi dengan posisi saling duduk membelakangi kamera.
Mereka terus saling berciuman tiada henti, hingga saking banyak nya gaya yang mereka lakukan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 dini hari.
Vania dan Randy meninggalkan hotel dan pulang kerumah mereka, Randy ternyata sudah menduplikat kunci rumah sebelum ia dan Helena bertunangan, seperti nya mereka akan sering pulang dini hari.
Dengan penuh kehati-hatian Randy membuka pintu samping yang dari arah dapur, ia sengaja memilih pintu itu karena tidak terlalu menimbulkan banyak suara serta mereka meninggalkan mobil mereka di basemant apartemen dan pulang menaiki taksi.
Aksi diam-diam masuk kerumah dengan mengendap-endap itu berjalan lancar, tidak ada satupun yang terbangun baik itu orang tua mereka maupun bi Anum.
Randy bernafas lega akhirnya bisa kembali ke kamarnya dengan selamat, namun Vania tetap mengikutinya, ia enggan untuk berpisah dengan orang yang sudah menjadi suaminya.
" Van, ini di rumah bisakah kita menjaga jarak dulu," Ucap Randy dengan berbisik.
Namun wanita muda itu malah menggeleng dan terus memeluk punggung Randy, dengan menghela nafas Randy akhirnya mengajak Vania masuk ke kamarnya dan segera mengunci pintu nya.
Mereka menghabiskan sisa waktu menjelang pagi itu dengan tidur dengan pelukan yang begitu hangat, hingga jam menunjukkan pukul setengah tujuh pagi Randy bangun dan segera bergegas mandi, seakan hal itu sudah menjadi kebiasaan nya untuk bangun pagi.
__ADS_1
Ia juga memiliki firasat jika Helena akan kerumah pagi ini, karena semalaman Baterai handphone nya mati dan ia sama sekali tidak mengisi nya.
" Vania, bangun ini sudah pagi, kembalilah ke kamarmu," Ucap lembut Randy di telinga Vania dengan mesra.
Namun wanita muda itu hanya mengiyakan tanpa membuka matanya, Randy hanya menghela nafas, Pria berparas menawan itu sudah selesai mandi dan berpakaian rapi, ia lalu mengecup kening Vania yang sama sekali tidak mau bangun, ia pun menuju ke lantai bawah, namun sebelum ia sampai ke lantai bawah, ia bertemu bi Anum yang hendak membangunkan Vania ke kamarnya.
Dengan sigap Randy mencari alasan agar Art dalam rumah itu mengurungkan niatnya, bahaya jika bi Anum tahu Vania tidak di kamar malah tidur di kamarnya, apalagi sampai mengadukan ke Ayahnya.
" Bi Anum tunggu di bawah saja, biar Randy yang bangunkan Vania," Randy masih menghadang art yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri dengan terus beralibi. Jantung Randy berdetak begitu kencang, jika ia gagal membujuk bi Anum mengurungkan niatnya, mati lah dia.
" Ya sudah Den ganteng, bi Anum mau siapin sarapan dulu ke meja," bi Anum langsung turun dari lantai atas.
Randy menghela nafas begitu lega, ia hanya belum siap jika orang tua mereka tahu hubungan mereka, apalagi ia juga sudah bertunangan dengan putri dari kolega dekat perusahaan Ayahnya.
Benar saja Helena sudah menunggu nya di ruang tamu.
" La itu dia Randy... tunjuk nya memberi tahu Helena, ia lantas melanjutkan ucapanya.
" Sayang, kamu kenapa dari tadi melamun," Ucap Helena yang masih mengencangkan sabuk pengaman nya.
Pria itu seketika terbangun dari Lamunan nya, ia masih terduduk di kursi kemudi tanpa menyalakan mesin, ia masih terbayang tatapan tajam Ayahnya yang seakan memiliki arti.
----***----
Selama seminggu penuh Randy dan Helena di beri waktu cuti untuk jalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama. Kegiatan itu sudah jauh-jauh hari direncanakan keluarga mereka.
Dan Randy tidak bisa menolak ajakan itu, ia menyetir mobil Helena dengan alasan mobilnya masih di bengkel karena mogok semalam. Ia memanjakan Helena ke manapun ia minta dengan liburan bersama tanpa adanya orang lain.
Sedangkan Vania yang masih di kamar Randy terbangun dengan mata yang masih sangat lengket, ia mencoba bangkit dari kasur hangat itu dan berjalan ke arah toilet.
Klotak!!!! bunyi suara seseorang membuka ganggang pintu kamar Randy.
__ADS_1
Vania yang baru tersadar bahwa ia masih di kamar Randy seketika langsung panik, dengan natural ia mencoba bakat akting nya.
" Lho Non Vania, kok disini," Ucap bi Anum dengan membawa sapu dan kemoceng.
" Iya bi Anum, Vania nyariin kak Randy, kok nggak ada ya, kemana ya," Ucap Vania dengan akting luar biasanya.
" oh, Den Randy tadi pergi sama Non Helena, pagi-pagi tadi dia datang," Ucap bi Anum yang tersihir akting Vania yang nampak begitu alami.
" Apa, Helena kesini," Jawab Vania dengan nada mendengus kesal.
" Iya Non," Ucap bi Anum yang nampak kebingungan dengan tingkah Vania yang tiba-tiba berjalan serampangan.
Vania kembali ke kamarnya dan bergegas mandi dan bersiap, ia tak mau jika Helena memegang miliknya.
" Kemana kamu Vania," Ucap Pak Rahardian yang melihat anaknya berjalan dengan terburu-buru.
" Ke kampus yah," Vania kembali ke meja makan hanya untuk mencium punggung tangan Ayahnya.
Dengan secepat kilat ia menghentikan taksi dan menelepon Randy.
" Kakak kemana," tanya Vania dari telepon.
" Kakak lagi bersama kak Helena di pantai Anyer," Ucap Randy yang terdengar nampak berakting di depan Helena.
Vania mengkerutkan alisnya, karena jarak pantai itu begitu jauh dari rumahnya. Ia akhirnya turun di kampus nya karena bingung harus naik apa untuk menyusul Randy, saat ia berjalan dengan menunduk lesu, seseorang mengagetkan nya dengan suara klakson yang terdengar nyaring.
" Lesu amat hari ini," Ucap seseorang yang masih menaiki motornya memakai helm fullface.
Vania yang melihat orang yang mengagetkan nya itu langsung tersenyum, sepertinya ia memiliki cara agar bisa menyusul Randy beserta wanita yang di anggap nya pelakor karena telah berusaha memiliki suaminya itu.
Diusahakan upadate tiap Hari ya Readers... Mohon dukungan nya agar othor tetap semangat menghadapi kenyataan hidup ðŸ¤
__ADS_1