
Halo Readers, konten bermuatan dewasa, diharapkan bijak dalam membaca ya 🤫
Hembusan angin yang begitu mendayu-dayu mengiringi percintaan panas di ruangan outdoor itu, bahkan menjadi saksi kisah cinta mereka, kedua insan itu terus menautkan ciuman panas, serta bisikan lembut Vania membuat sekujur tubuhnya bergetar.
Mereka melanjutkan percintaan panas mereka ke dalam sebuah ruangan dan berlanjut ke sebuah kamar yang sebenarnya sudah di siapkan untuk mereka kala itu.
Vania membuka dasi yang tadi di pakai Randy dengan susah payah, berlanjut ke Jaz dan kemeja nya. Gadis itu lantas menyerang Randy dengan sentuhan yang sangat nakal memanjakan junior yang kini telah berdiri tegak, ia menggunakan tangan nya sesekali memasukkan ke dalam mulutnya.
Hasrat yang begitu terpendam sekian lama tak dapat ia tahan, dengan segera ia menumpahkan cairan putih kental ke wajah Vania lagi. Vania memejamkan mata nya dengan sedikit kesal, karena ia selalu tak dapat mengindari c@iran cint@ itu.
Randy yang telah melepaskan nya terlebih dahulu langsung mencium bibir Vania, ia merem@s kedua benda kenyal Vania dengan lembut namun penuh dengan hasrat, ia lantas berpindah ke leher dan dada nya, Vania benar-benar menikmati kedua benda di dadanya di his@p secara perlahan, rasa hangat yang membuat badan nya bergetar hebat.
Pria itu lalu menjam@hi area sensitif istrinya dengan sentuhan yang begitu lembut membuatnya melayang merasakan kenikmatan yang ia damba-damba kan selama ini. Setelah itu ia membuka kedua pangkal paha Vania dan mendekat kan wajah nya ke area sensitif itu, ia menj@mahi nya dengan memutarkan lidah nya secara perlahan, sesekali menarik nya dengan bibir nya, hal itu membuat Vania semakin mencengkeram sprei dengan kuat, ia semakin merasa di buat melayang oleh Randy.
Hingga gadis itu juga mengeluarkan c@iran cinta nya, membuat ia semakin menger@ng nikmat.
Randy yang sudah sangat tegang menciumi lagi bibir Vania penuh dengan rasa hasrat. Dengan pelan namun berirama ia membuka kedua pangkal paha Vania dan memasukkan Junior nya yang sudah sangat tegap berdiri.
Perlahan ia membuka dinding pembatas rongga itu, Vania nampak mengkerutkan kening nya semakin mencengkram sprei di tangan nya, hingga sebuah benda itu masuk memenuhi rongga sensitif nya.
Vania mulai merasakan sebuah sentuhan dari dalam yang begitu luar biasa, begitu pun Randy yang juga merasakan hal yang sama, meskipun sedikit perih namun kenikm@tan cinta mengalahkan segalanya.
Mereka saling berpacu, sesekali berganti posisi dengan Vania yang mendominasi, mereka juga bahkan berpindah ke sofa yang melekuk yang semakin menambah panas nya percintaan mereka, kadang juga di ruang tengah kecuali ruangan outdoor pastinya.
Berkali-kali mereka mencapai kenikm@tan bersama, namun lagi-lagi Randy melepaskan nya tanpa memberi aba-aba, yang membuat wajah Vania terkena c@iran cinta itu.
" Kakak!!!!," Teriak manja Vania sambil memejam kan mata nya.
__ADS_1
Randy yang masih merasakan perasaan lega penuh kenikm@tan itu terkejut, ia memandang wajah Vania dengan cipratan c@iran putih seperti susu kental manis.
Pria itu refleks mengambil tisu di samping ranjang nya dan mengusap dengan lembut wajah Vania sambil berbisik.
" Panggil saja Randy sayang," Bisik Pria di atasnya begitu menggoda di telinga Vania yang masih memejamkan matanya.
Hampir dua jam lamanya mereka beradu percintaan panas pertama mereka, nafas yang sudah terengah-engah membuat kedua insan sah di mata agama itu menyudahi nya dan saling memeluk berbagi selimut bersama.
" Randy, maksudku kak Randy, acara pertunangan itu tinggal satu jam lagi, apakah kamu akan kembali...?," Vania berbicara pelan kepada pria di sampingnya dengan nada murung.
Sebuah kebimbangan kembali lagi, ia telah melupakan sejenak acara pertunangan itu dengan melarikan diri sejenak mencari pujaan hatinya, namun ia memiliki sebuah janji, hutang budi dan perasaan bersalah kepada Pak Rahardian. Ia memeluk erat tubuh hangat Vania sambil memejamkan matanya sejenak.
" Entahlah Van, aku tak ingin beranjak, aku sangat mencintaimu, namun....," Randy menghentikan ucapan nya saat ponsel nya berdering, tertera di layar ponsel.
" Ayah". Randy menghela nafas sejenak lalu mengangkat panggilan Ayah nya.
" Randy sedang bersama Vania, Randy tidak akan mengecewakan Ayah," Ucap Randy dengan berat hati lalu tak lama mengakhiri pembicaraan.
Seketika Vania langsung murung, Pria berparas tampan itu sedang mengatur hati nya, lalu menatap ke arah Vania dengan tersenyum.
" Aku mencintaimu Vania, selamanya akan tetap mencintaimu," Ucap Randy dengan lembut lalu mencium bibir Vania.
Kedua nya berjalan ke arah bath up untuk mandi bersama, namun lagi-lagi mereka memulai percintaan panas mereka lagi yang seakan belum selesai.
Guyuran air shower menambah kesan syahdu, namun membuat durasi yang tak begitu panjang. Hanya lima belas menit mereka bercinta dan saling membersihkan badan bersama dengan penuh canda tawa, lalu bersiap.
Randy dan Vania menaiki mobil bersama meninggalkan Apartemen, acara di mulai 30 menit lagi, Randy semakin menaikkan kecepatan mobil nya, walaupun suasana hati keduanya sangatlah sakit.
__ADS_1
Sesampainya di depan gedung, mereka tidak langsung turun dari mobil, Randy menatap istrinya dan mengusap rambutnya, lalu Vania mencium bibir Randy, meskipun Randy akan terus mencintai Vania namun ia merasa bahwa suaminya seakan bukan lagi menjadi miliknya satu-satunya.
Keduanya saling meneguhkan hati, barulah Randy turun dari mobil terlebih dahulu, ia langsung ke arah pintu belakang, ia yakin Helena masih di ruangan make up tadi.
" Randy... aku kira kamu benar-benar pergi meninggalkan ku," Helena langsung memeluk calon tunangan nya dengan masih tersedu, wajah nya sedikit sembab akibat menangis.
Randy menepuk pelan pundak Helena, ia memejamkan matanya dalam-dalam.
" Maafkan aku Helena, karena pergi tanpa pamit Padamu," Ucap Randy menjawab kegelisahan wanita yang di peluk nya.
Helena menatap mata Randy dengan sayu, lalu menyentuh pipi pria itu.
" Aku takut kamu pergi, aku tidak ingin kehilangan kamu," Helena semakin menjadi tangisan nya, ia terus menggeleng tak mau kehilangan Pria di depan nya.
Keluarga mereka yang ikut pusing mencari akhirnya bernafas lega, penata rias dengan sigap merias wajah Helena lagi karena riasan nya luntur terkena air mata.
Sedangkan Randy, ia terlihat tegang menatap mata tajam Pak Rahardian mengarah padanya, ia benar-benar tak berani menatap mata orang yang sudah berjasa menyelamatkan ibunya dulu.
Sisa waktu itu cukup untuk menata ulang riasan Helena, Tepat pukul 8 malam acara dimulai, kedua mempelai naik ke altar untuk saling bertukar cincin tunangan mereka.
Di antara tamu undangan itu terdapat Vania yang nampak menegak minuman menatap suaminya saling bertukar cincin dengan wanita lain.
Riuh tepuk tangan meramaikan peresmian sepasang insan yang mengikat hubungan pertunangan itu, dengan cepat Helena mencium bibir Randy yang membuat Vania langsung mengalihkan pandangan nya, ia enggan untuk menatap pemandangan yang mengiris hatinya.
Randy yang nampak terkejut atas aksi spontan Helena, langsung menatap Vania yang sedari tadi memantau nya, perasaan bersalah langsung melanda nya, sejujurnya ia juga tersiksa karena dipaksa untuk bermadu, bahkan hatinya merasakan kehampaan karena bukan Vania yang berdiri di sampingnya untuk mengumumkan cinta kasih mereka.
Author juga sedih, Nggak tega sama Vania nih Readers 😢
__ADS_1
Boleh komen nih, saran dan kritikan nya thanks...