
dilantai bawah Firdaus memanggil pak Berong."pakde....usir Rusmin dari kampung ini...jangan biarkan dia kembali...beri dia uang untuk modal usaha diluar..katakan padanya jangan ganggu buleknya gendis".bisik Firdaus pelan."aku akan menikah dengan Gendis pakde...persiapkan segala sesuatunya..aku mau ijab qabul hari minggu besok..percepat agar tidak terjadi yang tidak seharusnya...."lanjut bisik Firdaus kepada pak Joko.pak Joko dan pak Berong mengangguk.Firdaus kembali ke kamar dan melihat yu Darmi mengelus rambut Gendis di balik selimut tebal."ini kog kayaknya Gendis sakit ow mas...."kata yu Darmi mengagetkan.Firdaus hanya memandang diam."mbook..siapkan makan malam nanti jam 19.00 keluarga Gendis mau datang untuk membahas pernikahanku dan Gendis."kata Firdaus tegas."AlkhamduliLLah.......akhirnya....kamu menemukan gadis yang baik....."sahut Yu Darmi sambil memeluk Gendis yang masih di balik selimut,Gendis hanya diam dan yu Darmi tidak tau kalo Gendis terus saja menangis,lalu memeluk Firdaus erat."mbook...semua orang nanti diajak juga karena kalian adalah keluargaku...masak yang banyak dan yang enak menyambut keluarga Gendis."kata Firdaus menjelaskan."tentuuuuuuuuu....."jawab yu Darmi sambil mencubit lengan Firdaus dan berlalu pergi,tapi sebelum keluar dari kamar yu Darmi menengok ke belakang dan melihat Firdaus naik ke ranjang mendekati Gendis."e.......mau ngapain...?belum muhrim loo yaaa...awas setan....mas Firdaus ingat..pesenkuu...."kata yu Darmi sambil menutup pintu dan Firdaus memberikan jempolnya.Firdaus menarik selimut yang menutupi kepala Gendis lalu mencium kening Gendis,tahu badan Gendis panas Firdaus bergegas mencari obat di kotak obat dan memberikan pada Gendis."ini obat panas dan anti nyeri....minumlah...."kata Firdaus sambil membangunkan tubuh Gendis yang sedikit lemas.Gendis menurut tanpa menolak sedikitpun dan langsung meminumnya lalu menutup tubuhnya dengan selimut lagi."mita....belikan baju untuk calon istriku...semua...dari baju tidur baju siang baju sore baju keluar....kirim sekarang juga.ukuranya sama seperti kemarin"kata Firdaus di telepon kepada mita sekertarisnya."siap pak...."jawab mita lalu menutup telepon.sejam berlalu Gendis tertidur dan obat yang diminum sudah bereaksi ke tubuhnya,keringat mengucur di tubuh Gendis,dan tanpa disadari Gendis membuka selimutnya dan baju tidurnya ikut naik sehingga paha mulusnya terlihat dan celana dalamnya kelihatan.Firdaus langsung membelalakan matanya,"bagaimana aku bisa menahan..seminggu kedepan....hadeeeeeeh...sabar.....sabaaaar."kata Firdaus pelan sambil menutup celana dalam Gendis dengan memebenarkan baju tidurnya.Gendis seperti kena bius sehingga tidurnya pun sangat lelap.Firdaus mengelus elus paha Gendis kemudian memeluk erat sampai ikut tertidur.
tepat pukul 12.00 Gendis terbangun,saat mebuka matanya hal yang pertama dia lihat adalah bibir Firdaus.Gendis antara takut dan jijik,tubuh Firdaus memeluk Gendis erat dan bibirnya menempel di kening Gendis.Gendis berusaha melepaskan,tapi tiba-tiba Firdaus terbangun."kamu sudah bangun??"tanya Firdaus tanpa melepaskan pelukan nya.Gendis pura-pura tertidur lagi karena takut.Firdaus bangun dan mengambil wudu lalu Gendis mengambil handuk dan ingin mandi tapi tiba-tiba dihalangi firdaus."mau kemana???badanmu tadi panas jangan mandi...mandi nanti sore..."kata Firdaus memerintah."aku mau duhur....apa ga boleh juga solat??"jawab ketus Gendis."laaa solat kan tinggal wudu sayaaaang...ngapain mandi??"jawab Firdaus sambil membelai pipi Gendis"naaaah batal lagi kan...."sahut Firdaus lagi."mana mungkin solat menjadi sah kalo habis berhubungan badan tidak mandi??"jawab ketus dari mulut Gendis,Firdaus kebingungan."laaa kan tadi pagi sudah mandi...mandinya sekali aja...lagian tadi malam kamu mandi lebih dari 7 kali...udah kayak dijilat anjing...."kata Firdaus lalu mengambil wudu lagi dan solat."memang kamu anjing"jawab Gendis dalam hati."berarti tadi dia ngga ngapa-ngapin aku.."gendis duduk di teras depan kamar dan merenung."biarlah kulalui neraka ini asalkan bulek dan Sulis bahagia.....ahmad...pasti kamu kecewa sama aku...aku mencintaimu maad...."kata Gendis dalam hati dan terasa sesak do dadanya lalu menangis lagi."udah sana solat dulu.habis ini kita makan,kamu mau makan berdua atau bersama dibawah?"tanya Firdaus sambil memegang pinggang Gendis dan mencium rambut Gendis."aku disini saja....kamu kesana sama yang lain"kata Gendis sambil melepaskan tangan Firdaus dan pergi,tapi Firdaus menarik dan mencium bibir Gendis."ingat kata kataku dan jangan sampai lupa...kamu tidak boleh menolaku meskipun itu hanya pelukan kecil seperti ini,atau ciuman seperti ini"bisik Firdaus sambil memegang pinggang Gendis dan mencium bibir Gendis."aku mau solat...kamu yang tadi memerintahkan ku solat kan??".jawab Gendis cemberut,lalu Firdaus melepaskan dengan terpaksa.