
Pagi hari seusai solat subuh Gendis dan Firdaus merebahkan diri diatas ranjang dan memulai aktifitas bercinta rutin mereka,Gendis pun pulas tidur karena kelelahan,sementara Firdaus beranjak ke kantor setelah mendapat telepon penting dari Mita.
"kemana...dia..tumben ngga pamit aku,"gumam Gendis lalu beranjak mandi.
"semua sudah sarapan ya mbok....,"tanya Gendis melihat jam sudah pukul 09.00
"iyaa...tadi mas firdaus melarang bangunin kamu...katanya nanti ditelpon..."jawab yu Darmi sambil menyiapkan sarapan Gendis.
"maaf ya mbok...aku tadi habis solat subuh tidur..tiduran lagi..."kata Gendis tak enak hati.
"eeeeeh....kenapa kayak gitu..to ndook....kamu ini pemilik rumah ini..nyonya kami...kenapa ngga enak...?mau tidur sampai siang juga ngga papa ..wahahahahah..,"jawab yu Darmi."jangan gitu to mboook...aku tau siapa aku...aku ngga lupa diri mbook..."jawab Gendis pelan sambil menatap wajah yu Darmi.
"aku ngga merasa sudah jadi nyonya dirumah ini....aku tau siapa diriku..siapa tau nanti ms Firdaus bosan sama aku dan ganti sama wanita lain...aaaah...yang penting anaku sehat ya naak...."ucap Gendis dalam hati,sambil mengelus perutnya yang sudah buncit.
Di dalam kamar Gendis merenung.
__ADS_1
"apa aku sudah jadi istri yang baik buat mas firdaus?apa dia benar..benar menyayangiku..?ataukah hanya nafsu belaka...tapi kenapa dia menikahiku...banyak wanita yang mengejarnya...apa mungkin karena aku ini gadis yang bodoh tidak pernah sekolah sehingga dia akan mudah membohongiku..?aaah...apa sebaiknya aku bicara nanti setelah dia pulang ya...tapi kenapa aku ingin tau perasaanya...?apa aku sudah mulai mencintainya?kenapa aku sangat ingin di dekatnya setiap waktu?apa karena anak ini?baiklah..kita ikuti Takdir Tuhan ya naaak....mari kita susul ayahmu di kantor..kamu sudah tidak sabar kaan..ingin mengganggunya...?"gumam Gendis sambil melangkah keluar dan pergi ke kantor Firdaus.
"pakde selamet...sata minta tolong ..antar saya ya...ke kantor mas Firdaus..."kata Gendis sopan kepada pak Selamet."mas Firdaus ijinkan ndaak....?sudah minta ijin kan...?"tanya pak Selamet ragu.
"ayooo...pak...kasih kejutan...nanti biar dia kaget..dia malah senang kalo aku kesana..biasanya dia yang maksa aku ikut pak..."jawab Gendis membunuh keraguan pak Selamet.
Mobil melaju pelan dan akhirnya sampai di depan kantor.
"pakde..tunggu ya...aku cuma bentar aja kog ngasih makan siang ini aja..."kata Gendis dan keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya ke ruang Firdaus.Di meja sekertaris, Mita tidak terlihat disana,Gendis berjalan dengan penuh ceria seolah ingin membuat bahagia Firdaus dengan kedatanganya."mari..kita buat ayahmu kaget...."kata Gendis pelan sambil mengelus perutnya."cekreeeek.....,"dibukanya pintu ruangan Firdaus."as........."salam Gendis yang terputus karena kaget melihat Firdaus yang sedang mesra dengan seorang wanita dengan pakaian keduanya sudah hampir terbuka,wanita itu berhadapan dengan Firdaus dan membelakangi Gendis.Betapa kagetnya Firdaus dan langsung melempar tubuh wanita di depanya,
"apa..kamu bilang....?aku ******....?teganya kamu..setelah sekian lama kita tidur bersama..bukankah setiap kali kamu yang memintaku datang kemari...?betapa kamu ketagihan dengan aroma tubuhku...haaa.."teriak wanita yang terus memegang lengan Firdaus.Seperti tercabik seluruh tubuh Gendis,kakinya gemetar dan badanya seakan lemas tak berdaya.
"pergi kamu dari sini...jangan merusak rumah tanggaku..."teriak Firdaus dan melempar tubuh wanita itu keluar pintu hingga terjatuh di lantai,pakaianya yang sudah terbuka membuat wanita itu seolah seperti sampah dan menjadi tontonan seluruh karyawan.
Gendis lemas dan mencoba bertahan dengan duduk di sofa.rantangya yang hampir jatuh namun Gendis mencoba tetap kuat menahan."Ya Allah aku bukan siapa...siapa...aku...bukan apa..apa....inilah jawabaanMu Tuhan....."teriak Gendis dalam hati.Firdaus mengampiri Gendis dengan kondisi baju yang masih berantakan."sayang..ini ngga seperti yang kamu lihat...dia mencoba menggodaku..."kata Firdaus sambil berusaha memegang pundak Gendis untuk dipeluk,namun,Gendis menolak dengan halus.
__ADS_1
"benahi dulu pakaianmu,kancingkan bajumu..."kata Gendis pelan menahan sakit.
"sayaang..ini tidak seperti yang kamu kira...ini ada cctv sayang..kamu bisa lihat...apa yang dia lakukan...,"kata Firdaus sangat kebingungan,Firdaus berusaha mengancingkan bajunya namun sayang kancing bajunya sudah terlepas,Gendis yang melihat semakin ta kuasa menahan pedihnya.
Gendis menahan sekuat tenaga dan meremas bajunya sendiri.Firdaus meremas tangan Gendis dengan penuh kesakitan dihatinya dan meletakan tangan Gendis di dadanya.
"sayaang kamu percaya kan..sama aku..?"tanya Firdaus pelan dan menghiba sambil meneteskan air mata.
pedih perih yang dirasakan Gendis seolah dirasakan pula oleh Firdaus."iyaaaa....."jawab Gendis dengan suara bergetar.
"makanlah ini....tadi sengaja kubawakan..."kata Gendis menahan tangisnya.Firdaus langsung memeluk tubuh Gendis dan merekatkan kepala Gendis ke dadanya.
"jangan tinggalkan aku..jangan marah sama aku ya..."kata Firdaus sambil mencium kening Gendis.seolah Firdaus paham akan apa yang terjadi,tubuh Gendis tak kunjung dilepaskan dari tubuhnya.Gendis menitikan air mata dan tidak mampu menahanya.Gendis berusaha menutupi tangisnya dan segera mengusap air matanya."sudah ini dimakan...."kata Gendis pelan.Gendis membuka rantang dan menyiapkan nasi serta lauk untuk Firdaus.Firdaus tak melepaskan matanya dari memandang istrinya yang nampak pucat.
"apa kamu percaya sama aku...?"tanya Firdaus sekali lagi.
__ADS_1
"bukankah kemarin kamu sudah cerita bahwa nanti aku akan bertemu banyak wanita dari masa lalumu...?aku sudah menyiapkan hatiku...pastinya ini bukan apa..apa...aku sudah siap mas..."jawab Gendis menenangkan Firdaus.Firdaus lalu makan sambil tak henti memandang wajah Gendis penuh dengan rasa bersalah.