
"ngga...pak..saya ngga mau jadi istrinya Firdaus lagi...saya mau pisah..."jawab Gendis murka.nafasnya berat menyimpan segala kepedihan.
"mba..gendis..mas firdaus sekarang sekarang sedang sekarat menunggumu.."jawab pak Berong memohon.
"untuk apa dia menungguku...?dia bisa mendapatkan wanita yang berbeda setiap waktu....jangan mengusik kehidupanku...aku ini bukan siapa .siapa..aku ngga punya kelebihan...pergilah pakde..."kata Gendis meminta dan memalingkan mukanya.
"mbak gendis...jangan berlarut..larut dalam kesalah pahaman...lihatlah ini...video rekaman dari ruangan mas Firdaus....lihatlah...aku mohon...."kata Pak Berong sambil memohon .
Gendis mengambil hp pak Berong dan melihat isi video.
Vera datang ke ruangan Firdaus dengan pura-pura menangis lalu mendorong tubuh Firdaus hingga keduanya terjatuh,Vera menyobek bajunya dan baju Firdaus,Firdaus melempar tubuh Vera hingga Vera terjatuh,namun,Vera bangkit dan mencengkeram tubuh Firdaus dan saat itulah dirinya masuk.
Gendis menggigit tanganya sendiri,dan semakin keras tangisnya,entah penyesalan entah bahagia.
"dimana dia sekarang pak...."tanya Gendis berlari.
"mbaaak...mbak gendis..jangan berlari...ingat kandunganmu....."teriak pak Berong,namun Gendis tetap berlari."sini..saya bonceng montor..."kata Pak Berong mengejar Gendis yang terus berlari.
"gendiiiis.....ndoook...kamu......"teriak bu Luluk mengejar motor pak Berong.Gendis hanya menggeleng dan berlalu bersama pak Berong.
Sampai dirumah Firdaus,Gendis berlari masuk dan dilihat banyak orang sedang menangis,Gendis berlari menaiki tangga,"dia tidak ada....dia sekarang kritis karena dehidrasi...dia dibawa kerumah sakit...."kata Yu Darmi menangis terduduk di depan kamar Firdaus.
Semua mata seolah menyalahkan Gendis,semua memandang Gendis dengan penuh kebencian.
Gendis tidak perduli dan berlari.
"kita kerumah sakit pak ....naik mobil itu...."teriak Gendis memberi aba-aba.
satu jam perjalanan,akhirnya Gendis dan pak Berong sampai di rumah sakit.
"dimana dia pak....?"tanya Gendis pada pak Joko.Namun pak Joko membuang muka.Gendis berlari kearah pak Selamet."dimana.....?"tanya Gendis.
"di situ...entah apa yang terjadi..semua orang tidak boleh masuk..."jawab Pak Selamet menunduk.Gendis menerobos masuk kedalam ruang rawat Firdaus,dokter dan perawat sibuk dengan Firdaus.Firdaus tidak bergerak dan memejamkan matanya."kenapa..dia dokter....?"tanya Gendis ketakutan.
"dia dehidrasi untunglah segera dibawa kemari..entah berapa hari dia tidak makan tidak minum..terlambat sedikit saja sudah tidak tau...Tuhan masih menolongnya.. "kata Dokter sambil membenahi selang infus Firdaus.
__ADS_1
"kenapa dia tidur seperti itu...?"tanya Gendis khawatir.
"dia tidak tidur ...dia pingsan...tekanan darahnya menurun drastis..sebentar lagi juga siuman..."kata Dokter sambil beranjak pergi .
"maaf....maaf....bangunlah..."kata Gendis dalam hati namun tidak berani menyentuh Firdaus.
Pak Joko dan pak Selamet masuk.
"maaf pak..pasien akan dipindahkan keruang vvip...mohon semua perlengkapan dibawa..."kata Perawat dengan sopan dan mendorong ranjang Firdaus.
"maaf...maaf...."kata Gendis mellihat suaminya tidak bangun juga setelah satu jam.
Pak Joko mengusap kening Firdaus sementara pak Selamet memijit kaki Firdaus.
Gendis duduk di sofa dan tidak berani mendekat,hanya melihat wajah Firdaus yang pucat dari kejauhan.
"bangunlah...aku mohon.. "kata Gendis smbil menggosok-gosokan telapak tanganya.
Pak Joko melirik Gendis,Gendis sadar pandangan pak Joko begitu marah padanya.
"AlkhamduliLLah...mas ..bangun mas..."kata pak Joko sambil menggerak-gerakan wajah Firdaus.
Gendis berdiri dan menatap wajah Firdaus.Firdaus dapat melihat wajah istrinya yang cantik,matanya yang sayu.
"gendis...."kata Firdaus pelan dan tersenyum.
Gendis berjalan pelan mendekat Firdaus.
Pak Joko dan Pak Selamet menyingkir dan keluar dari kamar.Gendis menjatuhkan tubuhnya ke dada Firdaus dan memeluk suaminya erat.Pelukan Gendispun disambut hangat Firdaus.
"jangan marah lagi...jangan begitu lagi...bicaralah saat marah. kamu bisa mencaci ..memukul atau membuang benda di sekitarmu...tapi jangan pergi tanpa pamit....aku ngga bisa...saat ini kamulah keluargaku satu..satunya..dan anak kita..."kata Firdaus mengusap kepala Gendis berbalut jilbab lusuh.Kepala Gendis menempel di dada Firdaus dan terus terisak.
"apa kamu ngga kangen sama aku...?"tanya Firdaus pelan.Gendis menghadapkan mukanya tepat di hadapan Firdaus.Hanya memandang dan tanpa jawaban.
"baju siapa yang kamu pakai...ini...jelek sekali..."kata Firdaus sambil sedikit menarik baju lusuh Gendis.karena seminggu dirumah mbah Siti,Gendis terpaksa memakai pakaian nenek tua itu.Gendis menunduk dan masih tidak menjawab.
__ADS_1
"aku sangat mengkhawatirkanmu..aku takut...apa yang terjadi padamu .setiap sudut desa semua orang mencarimu dan tidak ada satupun yang tau...aku hampir gila..."kata Firdaus sambil membenamkan kepala Gendis di dadanya lagi.Firdaus memeluk erat Gendis.
"eeem....maaf..."kata Gendis pelan penuh penyesalan,hatinya terasa hancur melihat kondisi suaminya lemah,karena ulahnya.
"kamu harus membayar..semua ini dengan lelah setiap harinya....."kata Firdaus genit dan tersenyum,dipegangnya jemari istrinya dan mencium berkali-kali seolah tak percaya istrinya ada didekatnya.
Pak Joko dan Pak Selamet masuk saat Gendis menyuapi Firdaus dengan nasi lembek yang disediakan rumah sakit.
"pakai tempenya ndis..."kata Firdaus manja.Gendis menatap pak Joko yang masih acuh kepadanya.Gendis mengehela nafas panjang.
"makan yang banyak mas..."kata Pak Joko.
"pulanglah pakde...sudah ada istriku...besok aku pasti sudah bisa pulang kerumah...siapkan acara kehamilan Gendis sekaligus syukuran...sembelih beberapa sapi dari ternak kita...pilih yang paling besar...undang anak yatim dan bagikan sembako untuk warga..."kata Firdaus sambil duduk.Gendis melirik wajah Pak Joko yang dingin.Pak joko mengangguk dan pergi bersama pak Selamet.
"apa kamu sudah makan...?"tanya Firdaus pada Gendis sambil memegang lembut pipi Gendis.
"jangan memikirkan dirimu sendiri..pikirkan anak ini..makan jangan sampai telat.."kata Firdaus sambil memegang perut Gendis.
"setelah ini aku akan makan..."kata Gendis sambil terus menyuapi Firdaus hingga habis.
"haloo..pak selamet belikan makan dulu untuk gendis dan suruh heri kesini..jika sewaktu..waktu aku butuh bantuan...bilang sama mbok darmi siapkan baju gendis perlengkapan mandi dan jilbabnya bawa kesini..oya..mukena Gendis jangan lupa.."kata Firdaus menelpon pak Selamet yang baru saja keluar dari kamarnya.
"apa kamu ngga mau menciumku....?"tanya Firdaus manja.
Gendis mencium kening Firdaus lama."disini...."kata Firdaus menunjuk bibirnya sendiri.
Gendis mencium pipi Firdaus dan mencium bibir Firdaus namun Firdaus nakal dan menggigit bibir Gendis."eeeehm....sakit...."kata Gendis menarik wajahnya.
"itu hukumanmu yang pertama...."kata Firdaus genit.
"aku sudah sehat..duduklah di sampingku sini...."kata Firdaus sambil menggeser tubuhnya agar ranjang muat untuk berdua.
"ngga ah..nanti roboh ranjangnya...kata Gendis menolak.
"heeeh...ranjang ini dari besi...kita gulat disini juga aman..."kata Firdaus sambil menggoyang tubuhnya meyakinkan Gendis bahwa ranjangnya memang benar-benar kuat.
__ADS_1