
"Bagaimana istriku?"tanya Firdaus tergesa-gesa.
Setelah semalam Gendis dirawat namun tidak juga turun panas nya,semalaman Gendis muntah-muntah,badanya lemas dan suhu badanya hampir 40 derajat.
"istrimu terkena DBD....!"jawab Firman membuat Firdaus lemas.
"sepertinya Gendis harus masuk ke ICU...karena kondisinya terlalu lemah...dokter akan terus megobservasi agar Gendis bisa membaik."kata Firman sambil menatap wajah Firdaus yang pucat.
Firdaus pergi ke kamar Gendis,ditatap wajah istrinya yang seperti susah bernafas,
"gendiiiis....kamu akan segera sembuh...kamu kuat kan??"tanya Firdaus sambil mengecup kening istrinya.
"kenapa kondisi Gendis bisa seperti ini mas firman?"tanya pak Joko sambil berfikir keras tentang kondisi Gendis yang menghawatirkan.
"saya juga belum tau ..sepertinya ada virus lain di tubuh Gendis..tapi terkadang DBD memang ada kasus komplikasi lain..tapi semoga Gendis bisa kuat...saya khawatir tentang kondisi bayinya juga apalagi bayi yang dikandung Gendis kembar...tetap berdoa ya pak...."kata Firman sambil menepuk pundak Pak Joko.
Firdaus menutup wajahnya dengan tangan.Pak Joko tau Firdaus menahan tangis melihat kondisi istrinya.
"maas....makanlah dulu...biar pakde yang jaga Gendis..."kata pak Joko sambil mengelus punggung Firdaus.Firdaus terlihat sangat kacau dengan kaos oblong yang lusuh dan rambut yang tidak rapi lagi,namun masih sangat tampan.
Gendis yang tertidur di ruang ICU,dengan banyak alat medis yang menempel di tubuhnya.Firdaus seolah bergetar seluruh badanya,lemas dari ujung kepala hingga kakinya,sekali ditatap wajah istrinya di ruang kaca ICU.
"kenapa...ndis...kenapa kamu...??kemarin kamu masih baik-baik saja...kenapa kamu drop setelah bangun tidur...?"tanya Firdaus dalam hatinya.
"seng tenang mas...berdoa insyaAllah tidak terjadi apa-apa...insyaAllah..."kata pak Joko menenangkan.
"fiir...."suara Firman memanggil Firdaus.Firdaus lari kearah Firman yang menuntun Firdaus masuk ke ruang dokter kandungan.
"kondisi Gendis menghawatirkan..selain DBD ...ternyata Gendis mempunyai asam lambung dan ada infeksi saluran kemih...."kata Firman hati-hati.
"katakan apa yang harus dilakukan...apa...??"jawab Firdaus sedikit membentak.
Pak Joko mengelus punggung Firdaus agar bersabar.
"sepertinya kandungan Gendis tidak bisa diselamatkan....maaf..."kata Firman pelan.
"sebenarnya ada dua pilihan ..selamatkan ibunya atau anaknya...."
kata Firman sekali lagi.
__ADS_1
"apa maksudmu aku harus memilih istriku atau anaku????" bentak Firdaus.
Firman hanya diam.
"kenapa kamu hanya diam?"bentak Firdaus kepada yuli.
"semua yang diucapkan Firman benar fir...aku ngga bisa berbuat apa..apa semua sudah diupayakan..."jawab Yuli pasrah.
"selamatkan istriku......"kata Firdaus putus asa.tak terasa air matanya menetes.
"maafkan aku ndis...pasti kamu akan kecewa sama aku..."kata Firdaus dalam hatinya.
"tok....took...took...permisi..."seorang perawat tiba-tiba masuk.
"maaf dok..pasien ICU atas nama Nyonya Gendis sudah sadar...dia mencari pak firdaus..."kata perawat tergesa-gesa.
Firdaus berlari ke ruang ICU dan masuk degan hati-hati.
Firdaus mencium kening istrinya dengan lembut dan merangkul tubuh Gendis.
"aku pengen pulang mas..."kata Gendis lirih.
"bagaimana ndis....kamu enakan...?"
tanya Firdaus.Gendis menganguk heran.
"suhu badan menurun ini bukan berarti sudah membaik ya..ini fase kritis harus waspada...makan dan minum yang banyak yaa..seharian kemarin kamu tidur...sekarang harus banyak makan dan minum..."kata Firman memberi semangat Gendis.Gendis senyum simpul melegakan hati Firman.
Firdaus masih terus memeluk tubuh Gendis.
"heeeeh....lepaskan istrimu...dia bisa sesak nanti..."kata Firman sambil menepuk lengan Firdaus.
Firdaus melepas pelukan nya.
"sepertinya kondisi Gendis mulai stabil...kita tunggu dan kita pantau terus perkembangan nya..nanti di usg ya...semoga semua baik...sekalian tunggu hasil lab nya nanti sore ya"kata Yuli sekali lagi.
Firdaus lega mendengar ucapan Yuli.
"entah apa yang terjadi kemarin Gendis kritis dan sekarang pulih dengan cepat...gendis itu seperti sebuah keajaiban...dia membawa keberuntungan untuk orang lain dan dirinya sendiri..."kata Firman dalam hatinya.
__ADS_1
"besok kalo kondisi Gendis makin baik dan trombositnya naik kemungkinan bisa keluar dari ICU...."kata Yuli.
Firdaus yang terus menatap wajah Gendis semakin berbinar matanya tanpa berucap sepatah katapun.
Firman dan Yuli meninggalkan kamar Gendis,tinggalah pak Joko dan Firdaus bersama Gendis.
"pakde...berikan sedekah untuk fakir miskin dan anak yatim beri uang dan sembako untuk janda miskin .."kata Firdaus memberi aba-aba pak Joko.
"siap mas...kapan akan saya laksanakan.."tanya pak Joko sopan.
"hari ini disiapkan besok dibagi...."jawab Firdaus singkat.
Gendis menatap haru wajah suami nya..
"mas firdaus orang baik....dia mensyukuri kesehatanku dengan berbagi hartanya..."kata Gendis dalam hatinya sambil memandang wajah Firdaus.
"mas...makan lah dulu...sejak kemarin sampeyan belum makan....!"kata pak Joko khawatir.
"kenapa mas firdaus ngga makan..??...sakitku ini menular mas..jangan sampai kamu ikut sakit...,"kata Gendis memelas.
"aku belikan nasi padang ya mas...."tanya Pak Joko menawari.
Firdaus menggeleng.
"maaaas....."kata Gendis lirih sambil mengernyitkan matanya.
"aku pengen makan tempe penyet aja....."kata Firdaus pelan dan di sambut tawa Gendis.
pak Joko menggeleng dan pergi.
"istrinya yang hamil dia yang nyidam...nyidam nya tempe...kenapa bisa begitu...."gumam pak Joko dalam hatinya.
Malam berlalu kondisi Gendis semakin membaik hasil lab dan Usg pun baik,sehingga pagi ini Gendis sudah di pindah keruang perawatan.
"aku sangat khawatir dengan kondisi Gendis pakde...aku takut dia drop lagi..."kata Firdaus yang duduk di sofa denga pak Joko,sementara Gendis tertidur pulas karena pengaruh obat.
"semua sudah membaik...jangan di khawatirkan lagi...sudah berlalu dan tidak perlu dibahas lagi."sahut pak Joko.
Setelah dirawat 12 hari akhirnya Gendis diperbolehkan pulang,namun dengan memakai kursi roda karena kondisi Gendis harus benar-benar dijaga.
__ADS_1
selama dirumah Gendis juga harus istirahat total.sementara Firdaus tak hentinya bersyukur.