Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Firdaus Putus Asa


__ADS_3

"aku akan mengantarmu pulang...."kata Firadaus sambil mengganti bajunya dengan baju baru di lemari ruanganya.


"tidak usah mas...aku tadi sama pak de selamet..dia nunggu aku dibawah...kamu ngga usah khawatir..aku ngga papa...ini lihaat..."jawab Gendis sambil berpura-pura senyum ceria.Firdaus lalu memdekat dan mencium kening Gendis.


"meeting sudah siap bos....Mr.Hengki sudah menunggu beserta yang lain diruang meeting...."kata Mita menggagetkan.Firdaus seperti kebingungan dalam hatinya ingin sekali bersama Gendis.


"sudah maas..sana...aku pulang sama pakde...muuuach...."kata Gendis dan mencium pipi Firdaus.Firdaus sedikit tenang dan melepaskan Gendis,"kamu baik...?"tanya Firdaus menghiba.Gendis menggangguk dan tersenyum.Hingga akhirnya,Gendis pulang bersama pak Selamet .


Firdaus berlari ke ruang meeting di ikuti Mita."mita..setelah meeting kamu ambil rekaman cctv dan kamu kirim padaku semuanya dari jam sepuluh sampai saat ini...."kata Firdaus tergesa-gesa dan masuk ke ruangan.


Sementara di perjalanan Gendis hanya diam dan memandang pak Selamet.


"jangan nangis Gendis...tahan...pak selamet pasti akan melaporkan gerak gerikmu..tunggulah waktu yang tepat..."kata Gendis dalam hati.


Sampai di garasi rumah Firdaus Gendis memasang wajah seperti biasanya dan tidak ada yang mencurigakan.


"pakde...saya masuk ya...tolong rantang itu di bawa ke dapur...."kata Gendis sopan.


Pak Selamet bergegas ke dapur membawa rantang,namun Gendis dengan cepat keluar rumah melalui pintu samping dekat klinik dan berlari sekencangnya.


"tidaak..aku tidak boleh kerumah bulek...aku akan kerumah mbah siti..disana tidak ada yang bisa menemukanku...aku pasrah tentang nasibmu sulis bulek dan arya...maaf aku sudah tidak sanggup menahan ini...ini sangat sakit rasanya...sangat...."gumam Gendis sambil terus berlari dan berhenti sejenak karena perutnya kesakitan."anakku...kamu adalah anaknya gendis..kamu harus kuat seperti ibumu nak....jangan menyerah..makan rumput ta apa nak..asal kita punya iman...jangan seperti ayahmu.."kata Gendis dan terus berlari menuju rumah mbah Siti.


"mbaaaaaah.......mbaaaah....mbaaaah....."teriak Gendis menjatuhkan tubuhnya di pangkuan mbah Siti.sambil menangis dan menjerit Gendis meluapkan rasa sakitnya.


"kenapa...ndoook...ada apa...?"tanya Mbah Siti bingung.

__ADS_1


"biarkan aku ikut embah...aku...biarkan aku disini..dan jangan sampai ada yang tau seorangpun termasuk bulek Luluk atau siapapun mbah..."kata Gendis memohon.


"iyaaa...ndook..iya....tenangkan hatimu..ambilah wudu dan solat..."kata Mbah Siti mengelus kepala Gendis.


Di kantor Firdaus sangat gelisah,dan segera mengakhiri rapatnya.Firdaus bergegas pulang,ditengah jalan Firdaus tak henti menelpon Gendis namun Gendis tidak menjawab,


"tuuuut.....tuuuut....heeem pak selamet..gendis dimana...?"tanya Firdaus menelpon pak Selamet.


"ada..di rumah..kayaknya tadi langsung naik keatas mas..ada apa ..."tanya Pak Selamet diseberang telepon.


"yasudah ..."jawab Firdaus dan menutup telpon nya.


Sampai dirumah Firdaus bergegas ke kamar dan tidak menemukan Gendis.Firdaus sangat frustasi dan berteriak kepada semua orang untuk mencari Gendis,setiap sudut rumah dicari namun tidak menemukan istrinya.


"tuuut....tuuut....ehm...sulis...apa Gendis menelponmu?"tanya Firdaus di telepon.


"Gendis menghilang...aku bisa gila mencarinya...jangan sampai kamu menyembunyikan keberadaanya..atau kuliahmu aku putuskan..."kata Firdaus mengancam.


"maaf pak..saya lebih baik kehilangan gelar dokter dari pada kehilangan Gendis saya...tapi saya benar..benar tidak tau apa yang terjadi pada gendis...ada apa pak...?tolong...jelaskan paak...."tanya Sulis berteriak.


"sulis tidak tau...dia benar..benar tidak tau..sebaiknya aku pergi kerumah bu luluk...,"kata Firdaus menyalakan mobilnya dan bergegas ke rumah bu Luluk.


dengan wajah merah penuh kemarahan Firdaus seperti orang gila masuk kerumah bu Luluk.


"gendis dimana paaaak...Gendis...dimana...."teriak bu Luluk histeris,ternyata Sulis baru saja menelponya .

__ADS_1


"jadi gendis tidak disini...dimana diaa....dimanaaaaa.....?"teriak Firdaus dalam hati dan mengepalkan tanganya ke tembok.Keras pukulanya hingga tanganya berdarah.


"bu..luluk..saya mohon...tolong saya...saya akan memberikan semuanya...kasih tau saya dimana gendis..."kata Firdaus berlutut di kaki bu Luluk."pak...jangan seperti ini...saya yakin..Gendis tidak jauh...mari berusaha mencari dengan hati yang tenang....jangan seperti ini pak...."kata bu Luluk yang ikut duduk dihadapan Firdaus.


"Gendiiis kamu dimana ndoook....kamu sedang hamil...kamu dimana...kamu ngga tau jalan...Ya Allah Gendis...kamu dimana ndook .kamu ngga kasihan sama suamimu...."kata Bu luluk meratap.


Setelah menunggu beberapa jam dirumah bu Luluk akhirnya Firdaus pulang dengan rambut acak-acakan.


"mas...tenang dulu mas..anak buah kita dan semua petani sudah saya printahkan untuk mencari mba gendis.Bahkan,saya bilang siapa yang menemukan Gendis akan dapat bonus...,"kata pak Joko menghibur Firdaus.Namun,Firdaus yang tampak linglung langsung menuju kamarnya."mas...ini hapenya mba gendis..ditinggal di jok mobil...."kata pak Selamet dengan ketakutan.


Di dalam kamar


Firdaus berteriak dan mencium baju Gendis seperti orang gila."Gendis...kamu..ngga tau...aku ngga berbuat apa..apa sama vera...kamu harusnya melihat rekaman cctv ini...Gendis...bagaimana aku bisa tanpa kamu...aku ngga bisa...."kata Firdaus putus asa.


Sehari berlalu Gendis belum juga ditemukan.


Tiga hari berlalu belum juga ada kabar tentang Gendis,Firdaus sudah lelah menangis ,semua usaha sudah dilakukan,menyewa detektif,lapor polisi dan mengerahkan anak buah.


Sudah tiga hari Firdaus tidak masuk kantor,sehari makan sekali itupun hanya dua tiga sendok.


Seminggu sudah akhirnya Gendis menghilang,Firdaus dengan kondisi sangat lemah terbaring di ranjang ditemani pak Joko.


Yu Darmi mengompres kepala Firdaus karena badanya sangat panas."sudah dua hari tidak makan..ayo kita ke rumah sakit mas..."kata pak Joko bingung.Firdaus menggeleng.


"temukan istriku pakde...jika dia tidak ketemu..biarkan aku mati...aku tidak kuasa menahan siksa karena dosa menyiksa badanku sendiri...tapi aku juga tidak kuasa menahan sakitnya kehilangan istriku..dimana dia...dia mengandung anakku..apa dia sudah makan...?sedang apa dia..jangan..jangan dia tidak selamat..kemana perginya?bahkan sulis juga pulang..tidak mungkin dia di Jogja..."kata Firdaus lemas.

__ADS_1


Sementara di rumah Mbah Siti Gendis memetik daun bayam untuk dimasak hari itu.Pak Berong yang melihatnya langsung menahan tubuh Gendis.berlutut dihadapan Gendis."mbaaaak...tolonglah mas Firdaus...dia sedang sekarat di rumah....pulanglah bersamaku....tolooong...."pinta pak Berong menangis.


__ADS_2