
Sore berlalu waktu menunjukan pukul 14.30,Gendis semakin bosan diam di kamar pak Firdaus,penasaran dengan apa yang akan terjadi Gendis hanya keluar masuk kamar ke teras depan,karena yu Darmi melarang Gendis turun ke bawah."ini...baju ganti mu..mandi disana ya....aku mau solat dibawah..kamu solatnya disana di pojok dekat meja besar itu ya..."kata yu Darmi menunjuk tempat terpojok.Gendis bergegas mandi dan mengganti bajunya dengan baju baru kemudian solat ashar.Yu Darmi masuk kembali dan duduk di dekat Gendis."ndook...kamu itu baik...kamu nurut sama mas Firdaus yo..insyaAllah nanti enak uripmu..ya..."kata yu Darmi menasehati,Gendis yang masih berfikir mau dijadikan pembantu hanya mengangguk."nanti apa aku boleh pulang apa aku harus tinggal disini seperti yang lain mbok?"tanya Gendis penasaran."sudaah nanti kamu tau sendiri"jawab singkat yu Darmi.
__ADS_1
Sementara di rumah bulek Luluk,Sulis Arya dan bulek Luluk menangis tanpa henti menanti kedatangan paklek Rusmin dan Gendis dari depan pintu,tiba-tiba paklek Rusmin datang dengan sepeda motornya,bulek yang melihat dibelakang suaminya tidak ada Gendis semakin keras suara tangisnya."paaaak....paaaak...dimana Gendis paaaak..."teriak bulek Luluk sambil menarik jaket lusuh paklek Rusmin."kembalikan Gadis paaaak ...bapak jahat.....aku ga akan maafin bapak kalo ada apa-apa sama Gendis".sahut Sulis sambil menunjuk wajah ayahnya tiba-tiba"plaaaaaaaaak....."suara tamparan keras dipipi sulis."aaaaaaaaa......bapak...."teriak Arya dan bulek Luluk bersamaan.paklek Rusmin tidak menggubris dia masuk dan melepas jaketnya kemudian duduk dengan santai di ruang tamu berukuran 3m×3m.tanpa penjelasan apapun dari paklek Rusmin,bulek Luluk dan Sulis tidak mau banyak bicara lagi,mereka hanya bisa berdoa dan berharap keselamatan Gendis,bulek Luluk semakin keras tangisnya jika ingat hari minggu nanti Ahmad akan datang melamar.
__ADS_1
Sementara hari semakin malam pukul 21.00 di rumah pak Firdaus,Gendis masih duduk melihat tivi dengan yu Darmi setelah solat isya' Gendis merasa gelisah apa yang dilakukanya di ruang itu hanya menontin tivi.Tiba-tiba ada seseorang membuka pintu."walah ..sudah pulang...mas..."kata yu Darmi menyambut hangat pak Firdaus.",iya mbok...hari ini banyak kerjaan"jawab pak Firdaus sambil melirik Gendis.yu Darmi beranjak keluar dan memberi kode kepada Gendis untuk melepas jas pak Firdaus,tapi Gendis geleng-geleng.Yu Darmi menutup pintu pelan dan meninggalkan Gendis bersama pak Firdaus.Tiba-tiba dada Gendis berdetak kencang...takut bingung.Pak Firdaus menatap Gendis memakai mini dres,baju yang baru dibelikan sekertarisnya tadi siang dan diantar karyawan nya."semakin cantik saja anak itu"gumam pak Firdaus dalam hati,Gendis masih diam duduk di karpet,pak Firdaus menuju ruang ganti kemudian keluar dari kamar ganti hanya berbalut handuk,dadanya terlihat gagah dan Gendis hanya tertunduk,ada perasaan takut dalam hatinya."aaaah..jangan takut...ndiis..pak Firdaus baik,bulek sering cerita pak Firdaus seperti malaikat"kata gendis menenangkan hatinya sendiri.Pak Firdaus masuk ke kamar mandi,lama sekali mandinya,sampai Gendis mengantuk ta sadar...saat pak Firdaus keluar dari kamar mandi tubuh Gendis sudah rebahan di karpet,rok Gendis tertarik keatas dan tubuhnya membelakangi kamar mandi,pak Firdaus yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi menelan ludah melihat pemandangan di karpet.Pak Firdaus tetap memakai handuk dan pergi ke depan kaca,sambil menyisir rambutnya."bangunlah......telpon bulekmu bilang kamu menginap dirumahku"perintah pak Firdaus,tapi Gendis sudah terlanjur pulas.
__ADS_1