
"ayoo siap ..siap pulang..."kata Firdaus memanggil Gendis.Ternyata Gendis tertidur di ranjang ruang kantor Firdaus."anak...ini..bisa..bisanya dia enak..enakan tidur...!"gumam Firdaus sambil mengusap pipi Gendis.Lalu mencium kening dan bibir Gendis,hingga Gendis terbangun.Gendis hampir kehabisan nafasnya,"kenapaaa.....?ngga mau...?....siapa suruh tidur disini...?kamu mau menggodaku ya...?"ucap Firdaus pelan di telinga Gendis.Tubuhnya yang tertindih tubuh Firdaus sudah tidak bisa bergerak."kalo ada orang yang masuk bagaimana...?"tanya Gendis khawatir,Firdaus hanya menggeleng dan meneruskan aksinya,hingga keduanya lelah dan tertidur."kriiiiing....kriiiing....kriiing...."suara telepon diatas meja mengagetkan Firdaus.Firdaus memakai celana nya dan mengangkat telepon.,terdengar suara diujung telepon."paak...sudah jam...satu..bapak bilang mau ada acara,saya hanya mengingatkan ...."ternyata sekertaris yang menelpon."heeeeem.iyaa makasih....tuuut...tuuuut...."jawab Firdaus,kemudian menutup telepon nya.
"ada apa..?"tanya Gendis.
__ADS_1
"ayo mandi..."jawab Firdaus.
"ditanya apa jawabnya apa..."gumam Gendis sambil berdiri dan menutupi tubuhnya dengan selimut."heeeey...kenapa kamu mandi pakai selimut....,"kata Firdaus sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Gendis.
__ADS_1
"aaaaaaauuuuu.......,"jerit Gendis malu dan lari terbirit-birit ke kamar mandi."heeeeeh...memangnya apa yang kamu sembunyikan...?aku sudah tau semua...."teriak Firdaus sambil tertawa.Gendis pura-pura tidak mendengar dan mandi.Firdaus menyusul ke kamar mandi."aku mau lagi......"kata Firdaus sambil mencium bibir Gendis.
"lihat..pakde...wajah aslinya yang ceria sudah mulai terlihat sekarang....,"kata Firdaus sambil matanya tak henti menatap kearah Gendis.Mereka pun makan bersama,selesai makan semua berbincang-bincang seperti biasa.Gendis ikut membantu,"jangaaan mbaak ...biar kami saja...jenengan naik keatas....."kata salah satu pembantu.Wajah Gendis cemberut mendengar ucapan pembantunya.Firdaus menatap pembantunya dan menggelengkan kepalanya,"eeeeehm...baiklaaah mbak...monggo....tapi jangan yang berat..berat..hanya naruh piring aja ke sana..."kata bu Selamet membiarkan Gendis membantu.Wajahnya ceria kembali dan setelah selesai bersih-bersih Firdaus menggandeng tangan Gendis ke atas.Firdaus merebahkan tubuhnya di sofa,Gendis yang heran dengan tingkah suaminya menggaruk kepalanya sendiri."kenapa dia tidur di sofa....?"gumamnya dalam hati.Firdaus hanya melirik istrinya yang kebingungan."aku salah apa yaaa....?apa karena aku membantu cuci piring tadi yaa..sehingga dia merasa tidak dihargai...?...aaaah begitu saja dia marah ..terserahlaaah...malam ini ngga ada yang menggangguku ..yeees..."ucap Gendis dalam hati.
__ADS_1
"kita lihaaat sebentar lagi kamu pasti merengek minta tidur sama aku...beraninya kamu bilang ke bulekmu kalo kamu ngga butuh aku kelonin....awas aja..."gumam Firdaus menunggu gerak istrinya.
satu jam berlalu Gendis membalikan badan nya ke kanan dan kekiri,Firdaus pura-pura tidur."heeeeeh....heeeeh...kenapa kamu tidur disitu....??di ranjang sangat luas...kenapa kamu tidur di sofa...kalo punggungmu sakit jangan minta aku mengobatimu yaa....,"teriak Gendis ke arah Firdaus membuka selimutnya,Firdaus tertawa dalam hati.Gendis bangun dan berdiri di samping Firdaus"heeeeh....kenapa kamu tidur disini....?"teriak Gendis sekali lagi sambil menarik selimut Firdaus."apa...apaan ini...kenapa kamu mengganggu tidurku...?aku capek...besok aku ada acara di jogja...sudah tidur sana...jangan ganggu lagi .. ,"jawab Firdaus sambil menarik lagi selimutnya."awas kamu....sekarang siapa yang merengek minta tidur berdua..?"gumam Firdaus dalam hatinya.Gendis naik ke sofa dan menaruh tangan Firdaus ke atas perutnya,"aduuuuh kenapa disini jadi gerah....."kata Firdaus bangun dan beralih ke kasur yang tadinya ditempati Gendis.Dengan jengkelnya Gendis mengikuti Firdaus tidur diatas ranjang dan kembali menaruh tangan Firdaus ke atas perutnya.Firdaus menolak dan Gendis mengikat tubuh Firdaus dengan tangan dan kakinya.Firdaus menahan tawanya,kemudian mencium Bibir Gendis,Gendis membalas ciuman Firdaus dan mereka pun melakukanya lagi dan kemudian tertidur pulas.
__ADS_1