
Sabtu siang dirumah Firdaus semua orang sngat sibuk,ada yang memasak ada yang membersihkan rumah dan menata dekorasi rumah,karena acara akan digelar secara sederhana,maka tidak ada kursi pengantin dan sebagainya.Rencananya besok akan duduk lesehan di karpet di aula rumah Firdaus.para suami yang biasanya di kebun hari ini semua dirumah untuk membantu mempersiapkan pernikahan."maaaas...apa ngga ada teman mas yang diundang besok?"tanya yu Darmi sambil memegang bahu Firdaus."nggak mbok...,"jawab Firdaus sambil melirik Gendis."mungkin istrinya banyak...sehingga mau ditutup...tutupi...pernikahan kami....dasar..lelaki mesum,"gumam Gendis penuh kebencian."sayaang....apa kamu mau teman...teman ku kantor aku undang..?pikirku nanti kita adakan acara di kota di hotel saja soalnya kalo diundang satu gaenak sama yang lain...jadi harus luas tempatnya...kamu mau pesta di kebun...di hotel ...atau di pantai..kaya artis...artis itu...,?"tanya Firdaus sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Gendis."dasar ta tau malu...."gumam Gendis sambil melihat sekeliling yang menatap Firdaus dan Gendis."terseraaaaaah...,"kata gendis berbisik sambil menggigit giginya...."hahahahahahahahaha......."Firdaus terbahak-bahak.Semua mata tertuju pada Firdaus dan Gendis."nda usaaaaah.....maaas....kita kan maunya sederhana aja....yaaa....,"kata Gendis sambil menekan-nekan tangan Firdaus,karena semua kaget dengan ucapan Gendis sebelumnya sehingga Gendis berusaha membenahi,Firdaus tersenyum puas dan gemas melihat wajah Gendis.Gendis pergi menuju gulungan karpet dan ikut membantu menata karpet."sini paaak saya bantu...,"kata Gendis pada pak selamet."sudah...pak Selamet..nata karpet sebelah sana...biar gendis sama saya,"tutur Firdaus pada pak Selamet.Gendis memandang Firdaus sebal,Gendis terpaksa bekerjasama dengan Firdaus.Setelah selesai menata karpet Gendis meneruskan dengan menata air mineral dan kue-kue di toples,Gendis duduk sambil melihat-lihat apakah sudah bagus penataannya apa belum,wajahnya menoleh kanan dan kiri,Firdaus menatap Gendis tepat di depan nya,semua orang menatap mereka berdua sambil menahan tertawa.Pak Joko hanya menggeleng-geleng kepala."apa kamu ingin mengundang ahmad....?"tanya Firdaus mengagetkan Gendis."jangan macam..macam..kamu...sudah janji..ga akan berbuat apapun sama dia...,"kata Gendis marah."apa kamu pikir ahmad itu mencintaimu dengan tulus?"tanya Firdaus serius."dia jauh lebih baik daripada kamu....,"jawab Gendis sadis."ow......lelaki yang mencintai dengan tulus..dia akan rela meninggalkan apapun demi orang yang dicintainya,"kata Firdaus dengan tatapan tajam."ahmad akan berbuat apapun demi aku...aku sangat mengenalnya....dia berani melawan paklekku....selama ini.."gumam Gendis dalam hati."pak...berong.....bawa sini hapemu..."teriak Firdaus meminta hp pak Berong.Kemudian pak Berong menyodorkan hp nya.Firdaus serius mencari rekaman video perbincangan nya dengan Ahmad kemarin,"naaaaaaah silahkan...dilihaaat nonaaa...."Firdaus memperlihatkan rekaman kepada Gendis.Gendis melihat ahmad yang lebih memilih kuliahnya dibanding dirinya,begitu terpukul dan tak bisa menahan air mata,lalu berlari ke atas.Untungnya semua orang sibuk sehingga tidak tau kejadian Gendis menangis,kecuali pak Joko dan Pak Berong.Firdaus menyusul Gendis ke kamar,dilihatnya Gendis menangis bersandar di ranjang."sini.....sini....kataku..."kata Firdaus memaksa Gendis menyandarkan kepalanya ke dada Firdaus."hiiiiiks.,..hiiiiiks.......hiiiiks...."tangis Gendis di dada Firdaus."kenapa kamu tega ahmad.....kamu ternyata....hanya mementingkan dirimu sendiri...kamu diberi kesempatan untuk membawaku dari sini tapi kamu tidak mau...hanya seperti itukah...cintamu?"kata Gendis pedih dalam hatinya.Firdaus mendongakan wajah Gendis dan mencium bibir Gendis."jangan menangis untuk dia lagi...dia tidak berharga...."kata Firdaus menenangkan."jangan harap aku menganggapmu baik...meskipun kamu baik padaku..setiap detik aku akan mengingat kamu memperkosaku...aku akan ingat seumur hidupku.."ucap Gendis sambil menangis di dada Firdaus dan memukul-mukul dada Firdaus."nanti kamu juga cintanya sama aku....lihat aja..sekarang ...kamu nangis bilang benci..tapi meluk terus ga dilepas,"ucap Firdaus sambil nyengir dari atas kepala Gendis.Gendis tertidur dalam pelukan Firdaus dan Firdaus pun tanpa sadar ikut tidur pulas sambil mendekap Gendis.
__ADS_1
Pagi hari tepat pukul 04.00 Gendis terbangun dan merasa aneh dengan kepala nya,ternyata dia tidur sambil mendekap tubuh Firdaus dan keplanya berbantalkan lengan Firdaus."masyaAllah..kenapa begini lagi...,?"kata Gendis sambil menjauh dan bangun dari tidurnya."apaa.....ada apa....?"kata Firdaus kaget."eheeem...solat subuh....kenapa kamu tidak di sofa mu....,"tanya Gendis heran."tadi malam aku memelukmu dan ikut tertidur...."tapi kan kita ngga ngapa...ngapain sayang...."Firdaus menjelaskan sambil duduk merangkul Gendis yang berdiri di depan nya.Firdaus mencium perut Gendis dan Gendis geli dan ingin tertawa namun ditahan."ayooo solat...."kata Gendis sambil mennggoyang tubuhnya.Firdaus berdiri malas sambil merangkul pundak Gendis dan mereka pun solat berjamaah.
__ADS_1
Seusai solat Gendis hendak pergi ke bawah untuk membantu persiapan pernikahan hari itu.Tiba-tiba tangan Firdaus menarik Gendis hingga terjatuh di sofa,dan posisi Gendis menempel di di dinding dan di himpit tubuh Firdaus."apaan siih...."kata Gendis menolak dan menarik tangan Firdaus dari tubuhnya dengan kasar."kamu berani menolak ku?...apa kamu lupa...Sulis dan bulekmu...?"kata Firdaus pelan ke telinga Gendis.Gendis kembali menurut dan pasrah."dibohongi percaya aja...anak ini...wkwkwkwwkwk...siapa juga yang mau sama Sulis...,"gumam Firdaus dalam hati."nanti kita menikah...kamu sendiri yang bilang kan...."bujuk Gendis sambil sedikit bergeser."oiyaa.....baik...kita lanjut setelah sah tapi cium dulu.."kata Firdaus sambil mencium bibir Gendis lama."semoga sebelum nikah nanti kiamat...."gumam Gendis dalam hati.
__ADS_1