Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Hari Pernikahan


__ADS_3

Setelah lancar mengucap ijab Qabul,semua orang mengatakan "saaaaaaaah......,"suara terdengar gemuruh dan disambut "AlkhmduliLLah......"bisik bulek Luluk ketelinga Gendis."ndiiis akhirnya kamu menikah beneran sama pak Firdaus....aku kuliah di universitas dan ibuk punya rumah.....Ya Allah...ndiis kata...kata kita ternyata didengar malaikat....."kata Sulis sambil memeluk Gendis."suliiiis...andai kamu tau sebenarnya..mungkin kamu tidak akan mau kuliah....bulek tidak akan mau menerima rumah itu ....ya Allah berikanlah keikhlasan dihatiku....jauhkan lelaki mesum itu dariku .."kata Gendis dalam hatinya.Raut wajah Firdaus sangat bahagia dan semua tamu juga memberikan selamat."maaaas...akhirnya...kamu menikah juga....selamat...."ucap pak Joko sambil merangkul tubuh Firdaus.malam itu Firdaus memakai setelan jas hitam kemeja putih dan memakai kopyah hitam,wajahnya yang tampan membuat pesonanya semakin memancar."suamimu ganteng bangeeet lo ndiis....cocok sama kamu ndoook...nanti anakmu terus kaya apaaa.....Ya Allah Ndiiis....!"kata bulek Luluk dengan wajah berbinar-binar.Arya mencium pipi Gendis dan Gendis membalas dengan pelukan.Semua tamu makan bersama-sama dan memberi selamat kepada Gendis dan Firdaus,semua asik ngobrol hingga jam 11.00."sebentar lagi..solat duhur...monggo kita semua berpamitan agar pengantin baru bisa istirahat....,"kata pak Joko mengakhiri jamuan siang itu.Semua bergegas pulang setelah bersalaman dan para karyawan membersihakn sisa-sisa makanan."ayooook......"kata Firdaus mengajak istrinya keatas.Gendis begitu cemas..hal yang membuat trauma hidupnya akan terulang.tapi ingat kata-kata Firdaus adalah perintah Gendis pun menurut.Gendis dan Firdaus pun naik keatas.Firdaus memegang pinggang Gendis dan sambil berjalan membuka pintu Firdaus mencium bibir Gendis,Gendis tidak menolak sedikitpun,entah karena Gendis terbiasa ataukah Gendis sudah merasakan kenyamanan saat dicium Firdaus.Firdaus mengangkat Gendis keatas kasur,dan menaruhnya pelan."kita sudah sah..kamu istriku...kewajibanmu adalah berbakti padaku...tahukan kamu...menolak suami adalah dosa besar...melayani suami adalah pahala besar....."kata Firdaus membuat Gendis nyengir.tanpa panjang lebar dan tanpa penolakan akhirnya siang itu Firdaus berhasil melakukan hubungan suami istri dengan Gendis.Gendis bingung antara kebencian dan kwajiban nya."ayooo sayang...kita mandi dulu...setelah duhur aku mau lagi...."kata Firdaus menarik tangan Gendis ke kamar mandi dan mereka berdua pun mandi bersama.di dalam kamar mandi Gendis masih canggung dan Firdaus tak memberi celah sedikitpun untuk Gendis bergerak,tubuhnya menempel dikulit Gendis seperti lintah."dasar lintah ...nempel terus...."gumam gendis sambil menyiram tubuhnya dengan air.

__ADS_1


usai solat Firdaus menunggu Gendis di ranjang,sementara Gendis sengaja lama berdoa agar lepas dari Firdaus."ya Allah..aku sama sekali tidak mencintai orang itu...tapi sekarang dia sudah menjadi suamiku...apa Kau membenciku Tuhaaan...sampai sampai aku harus menikah dengan perasan seperti ini.…?bantulah aku agar bisa menerima ini sebagai bentuk hadiah dariMu....."kata Gendis memohon dalam doanya.Gendis melihat dari cermin Firdaus sedang memainkan hapenya dengan sengaja Gendis duduk di ruang solat agar jauh dari Firdaus."laamaaaa sekaliii..apa yang...dia minta sama Tuhan...Ya Allah kurang apa aku ini...."gumam Firdaus dan berdiri menuju keruang solat.dilihatnya Gendis sedang berdoa.Firdaus memegang pundak Gendis dan Gendis pun kaget."astagaaaa...kamu mau tidur apa berdoa...??sampai suamimu datang kamu ngga tau...lepas mukena mu..."gertak Firdaus sebal sambil menarik mukena di tubuh Gendis.Gendis sedikit takut,karena akhir akhir ini Firdaus sudah jarang menggertak.

__ADS_1


"aku mau lagi...."kata Firdaus sambil mencium leher Gendis dan mengajaknya berjalan kearah kasur.Tubuh kekar Firdaus sudah menindih Gendis."jangan tolak aku...aku sudah berusaha menahan berhari...hari...heeeem...."kata Firdaus sambil mencium bibir gendis lama dan akhirnya mereka melakukanya lagi.Seolah tidak ada puasnya Firdaus memaksa Gendis di sore harinya.

__ADS_1


Tiba dibawah semua sudah menunggu."bu selamet....kasihkan minum ini untuk suamiku yaaa....."kata istrinya pak Berong kepada bu selamet."laa emange beda too..minumnya...?"tanya balik bu selamet."aku..kasih obat perangsang buat si Berong...biar dia greng lagi...lihat badanya...kekar kaya gajah..tapi di kamar loyoo tidur terus...,"bisik bu Berong ke telinga Bu selamet."ingat yang warna biru yaa..."bisik bu Berong lagi."bereeeees...."jawab bu Selamet.Bu Selamet memberikan minum satu-satu dan tiba giliran Gendis "aaaah...nda usah..saya ambil sendiri...aja nda usah repot repot bude....."kata Gendis sambil merebut gelas dengan tutup warna biru..."wadoooh...biar keeee..mateeeeeng mateeeeng...."gumam bu Berong sambil memberi kode kepada bu Selamet."gimana too buuu.....kog bisa salah kasih....?"tanya bu Berong sambil mencubit tangan bu Selamet."la piyeeee...mbak..Gendis merebutnya..."jawab Bu Selamet bingung.

__ADS_1


__ADS_2