Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Firdaus yang Menggoda


__ADS_3

Gendis gelisah tidur sendiri diranjang,matanya menatap Firdaus yang menyelimuti seluruh tubuhnya."kenapa dia begitu maraah..tadi sebelumnya dia tidak apa..apa...kenapa..aku gelisah dia marah...aaaaach..terserah dia marah....bukan urusankuu...."gumam Gendis dalam hati,sudah hampir satu jam Gendis bolak balik ke kanan dan ke kiri tak bisa tidur."aaaaaaach..kenapa ga bisa tidur....."teriak Gendis dalam hati lalu duduk dan ke kamar mandi.Firdaus tertawa lirih di dalam selimut tebalnya."rasain...kamu..ngga dikelonin sebentar aja..ga bisa tidur kaaan..ketagihan kamu..sama badan kuu...wahahahahaahhaah....,"ucap Firdaus menelan ludah karena melihat Gendis membuka selimutnya dan melihat baju tidur seksinya tertarik ke atas.Gendis masih tidak bisa tidur hingga berjam jam Firdaus yang terus mengawasi sambil pura-pura tidur semakin bahagia.Gendis bangun dan menghampiri Firdaus."heeeeeeeeh.....heeeeeeh....."kata Gendis sambil menusuk-nusuk jari telunjuk ke selimut Firdaus.Firdaus pura-pura tak mendengar."dasar kebo....dibangunin ngga bangun...bangun..."gumam Gendis dalam hatinya.Gendis naik di sebelah Firdaus dan tidur di sampingnya di sofa.Firdaus terjatuh karena sempit."blaaaaaaaaak.....,"suara tubuh Firdaus terjatuh di lantai."aduuuuuuh....apaaan iniii.....kenapa kamu bisa tidur di sofa....?"kata Firdaus pura-pura kesal padahal batinya terbahak-bahak.".....eeeeeeehm....aku ngelindur...."jawab Gendis berbohong,Firdaus makin ta kuasa menahan tawanya.."nglindaar nglindur...bilang aja..kamu pengen dikelonin....."kata Firdaus dalam hatinya.Firdaus bangun dan pindah ke ranjang."sudaaaah kamu tidur aja di sofa....biar kamu ngrasain kemarin aku kan tidur di sofa juga...."kata Firdaus pura-pura kesal.Gendis hanya diam bengong dan mencoba tidur.

__ADS_1


Jam menunjukan pukul 23.30,Gendis masih belum bisa tidur,dilihatnya Firdaus sudah lelap,Gendis kesal."kenapaaaa aku ini....kenapa aku ngga bisa tidur..."tanya Gendis dalam hatinya.Lalu Gendis menuju ranjang dan memberi aba-aba di depan mata Firdaus dan melihat Firdaus tidak memberi respon."aaaaah..dia sudah mimpi.....kali..."kata Gendis lirih.Lalu Gendis naik keatas ranjang dan tidur di sebelah Firdaus,Gendis menarik pelan tangan Firdaus dan menaruh diperutnya.Firdaus yang pura-pura tidur tertawa puas dalam hati sambil pura-pura tak sadar mendekap Gendis.Gendis akhirnya tidur dalam dekapan Firdaus.

__ADS_1


Pagi hari pukul 04.00 Firdaus bangun dan mencium kening Gendis,lalu membangunkan Gendis dan solat subuh berjamaah.selesai solat Firdaus membaca AlQur'an,Gendispun menyimak bacaan Firdaus."suaranya merdu sekali...tajwidnya benar dan fasih....."gumam Gendis kagum."sodakaLLahuladzim....."Selesai mengaji Gendis membereskan ranjang nya dan merapikan kamarnya.Firdaus menelan ludahnya melihat Gendis yang seksi."sabaaaaar....sabaaar..untuk meraih yang besar kadang harus menahan sebentar...."gumam Firdaus dalam hati,Firdaus melangakah keluar dari kamar."heeeeeh...mau kemana....."tanya Gendis mengagetkan Firdaus.Firdaus berbalik,"emangnya dikamar mau ngapaiiin...."jawab Firdaus pura-pura malas."yaaaa ...ini kan masih gelap...eeehm....yasudah..."jawab Gendis salah tingkah."dasar laki..laki...plin...plan...biasanya nempel terus kaya lintah..sekarang aku dicuekin kaya...sampah...."gumam Gendis pelan."kamu ngomong...apa...?"tanya Firdaus mengagetkan Gendis,tangan nya meraih kearah belakang Gendis hingga Gendis terjatuh di kasur dan tubuh Firdaus menindih tubuh Gendis,Gendis memejamkan mata,dia mengira Firdaus akan mencium nya seperti biasa."iniii...diaa..hapeku..ternyata dibawah bantal...."ucap Firdaus sambil meraih hape dibawah bantal diatas kepala Gendis,Gendis yang sadar ternyata Firdaus tidak menginginkan dirinya menjadi malu,Firdaus membalikan badan sambil nyengar nyengir.Tubuh Gendis masih rebahan diatas kasur dan wajahnya kecewa."sialaaaaaaaan.....kenapa akuu.....kenapa dia..cuek sama aku.....hiiiiks...hiiiiiks...hiiiks..."tangis Gendis pecah,Firdaus membalikan badan dan menghampiri Gendis."kamu kenapa......?"tanya Firdaus pura-pura tidak paham sikap Gendis."eeeeehm.....ngga pa...pa...aku hanya kangen bulek...."kata Gendis berbohong."aaaaaah...sudahlah...aku sudah ngga tahan juga sama kamu ndiiiis....mari kita selesaikan pekerjaan yang tertunda...."ucap Firdaus dalam hatinya."yaaaa...nanti kita kesana sebentar yaaa..."kata Firdaus sambil mencium kening Gendis dan turun mencium lama bibir Gendis,Gendis menyambutnya hangat dan mereka melakukan nya hingga akhirnya berpelukan diatas kasur."kamu mau ganti rugi apa.....?sudah kamu fikirkan...?"tanya Firdaus sambil memeluk tubuh Gendis."aku pasrah kamu mau apa...aku ngga punya apa..apa...aku ngga tau mau ngasih apa...?"jawab Gendis pasrah."jadilah istriku...benar...benar istriku....layani aku dengan keikhlasan hatimu...."jawab Firdaus sambil mencium rambut Gendis.Gendis menghayati kata-kata Firdaus."dia ada baiknya juga ternyataa....."ucap Gendis sambil mengeratkan tubuhnya di dekapan Firdaus."akan aku usahakan...."jawab Gendis pelan."apa kamu sekarang sudah mencintaiku....?"tanya Firdaus mengagetkan Gendis."beluuum....ayoo bangun..sudah siang...kamu ngga kerja....?"jawab Gendis sambil berdiri dari tempat tidurnya."yaaaa beginilah...habis manis sepah dibuang...sudah puas....aku ditinggalkan...tega sekali wanita ituuu...."kata Firdaus keras,Gendis yang mendengar hanya menahan tawa."emang aku wanita apaan..."ucap Gendis sambil melangkah ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2