
Pak Firdaus menghampiri Gendis yang semakin lelap,dengan masih berbalut handuk,pak Firdaus mengangkat tubuh Gendis pelan ke atas ranjangnya.Gendis masih belum terbangun karena sangat mengantuk dari tadi pagi dikurung di dalam kamar dan mengobrol dengan yu Darmi,diturunkan pelan-pelan tubuh Gendis,rambutnya yang terurai menutup wajahnya membuat Gendis menggaruk hidungnya namun tidak juga bangun dari tidurnya."cantik sekali...anak ini...."gumam pak Firdaus sambil menelan ludah.diusap wajah Gendis dan merapikan rambutnya agar tidak menutupi wajahnya yang cantik,Gendis masih tidak terbangun.Pak Firdaus mendekat dan tidur disamping Gendis,dengan masih memakai handuknya lalu dengan sigap pak Firdaus menaiki tubuh Gendis dan mencium bibir Gendis.Gendis terbangun dan kaget ingin teriak tapi bibirnya saat itu di bungkam dengan bibir pak Firdaus...lama sekali bibir pak Firdaus mencium bibir Gendis,Gendis menitikan air matanya...tangan nya mencengkeram kepala pak Firdaus tapi pak Firdaus lebih kuat dan tangan pak Firdaus mengunci tangan Gendis,tak berapa lama baju Gendis sudah dilucuti pak Firdaus,berbagai perlawanan sudah dilakukan teriak sampai habis serak suaranya dan bahkan melempar remot tivi ke kepala pak Firdaus,tapi seolah kerasukan setan pak Firdaus tanpa ampun menyetubuhi Gendis.setengah jam berlalu hilanglah keprawanan Gendis,Gendis menangis sejadi-jadinya di karpet sambil menutupi tubuhnya dengan handuk yang tadi dipakai pak Firdaus,sementara pak Firdaus mengambil boxer pendek dan kemudian duduk di teras kamarnya sambil telanjang dada kakinya diangkat di meja,sambil menghirup rokok di tangan nya.Pak Firdaus masih telanjang dada,seolah puas dengan semua pak firdaus memandang lampu-lampu yang terlihat seperti bintang dari teras kamarnya.Tiba-tiba Gendis bangun dan handuknya terjatuh,Gendis tidak perduli,lalu mengambil pecahan kaca dan berlari kearah tempat duduk pak Firdaus,dengan sigap tangan pak Firdaus menangkap tangan Gendis yang ingin menghujam perutnya dengan pecahan kaca.Lalu dengan kuat pak Firdaus menarik lengan Gendis hingga gendis terjatuh di pangkuan Pak Firdaus hingga ta sengaja wajah Gendis mencium dada pak Firdaus.diangkat tubuh Gendis yang masih telanjang bulat,Gendis meronta-ronta dan pak Firdaus meletakan tubuh Gendis ke ranjang dengan pelan.Tangan Gendis keduanya di pegang erat oleh tangan kekar pak Firdaus."jangan sampai kamu nyakiti aku.....kalo sampai kamu nyakiti aku...bulekmu...dan kedua saudaramu akan menanggung akibatnya..."ancam pak Firdaus sambil melepaskan tangan Gendis.Gendis yang mendengar kata-kata pak Firdaus menjadi hilang kekuatan nya.lalu Gendis bangun dan mengambil pecahan kaca dan hampir menyayat tangan nya dengan pecahan kaca,tapi lagi-lagi pak Firdaus lebih sigap,dia mengunci tangan Gendis ke belakang dan membuang pecahan kaca dari tangan Gendis"jangan sampai kamu nyakiti dirimu sendiri.....baiklah jika kamu belum faham....jangan sampai antara aku dan kamu....tersakiti...kamu ga akan nyakiti aku ataupun dirimu sendiri...kalo sampai itu terjadi....Saudara perempuanmu akan jadi korban selanjutnya,dan entah apa yang akan aku lakukan sama keluargamu"bisik pak Firdaus ditelinga Gendis membuat Gendis geli dan meronta.Gendis terisak-isak dan menjerit namun sekeras apapun tak akan ada yang mendengar karena kamar pak Firdaus kedap udara."jangan menangis,aku akan menikahimu.....kamu akan jadi istriku,paklekmu sekarang tidak akan bisa menyentuhmu lagi!...pakai bajumu...seminggu lagi kita menikah...tetaplah disini dan turuti semua kemauanku apa kataku dan perintahku"kata pak Firdaus tegas sambil mencium bibir Gendis,Gendis mengelak."aku memang tak sanggup melawan mu tapi aq yakin Tuhan akan membalasmu dengan balasan yang lebih dari ini...semoga kau kelak minum air nanah di neraka dan tak ada kenyangnya....semoga kamu mati menjijikan..semoga keburukan semua menyertaimu....kamu adalah orang paling jahanam yang pernah kutemui....paklekku....tidak ada apa-apanya dibandingkan kamu...kamu adalah iblisnya iblis...ingat...seumur hidupku ta akan pernah kumaafkan perbuatanmu...!"teriak Gendis mengutuk pak Firdaus.Pak Firdaus hanya diam dan bahkan mencium bibir Gendis kembali.....Gendis semakin tak kuasa sampai-sampai air matanya tidak keluar.Pak Firdaus mengambil baju tidur yang telah disiapkan pembantu untuk Gendis dan menyerahkan ke Gendis."mandilah.....jangan ditutup pintunya....ingat sekali kamu tidak menuruti mauku..saudara perempuanmu jadi korban selanjutnya"bisik pak Firdaus dengan ancaman bohong."mungkin kamu bisa membuatku takluk,tapi ingat suatu saat nanti aku akan membalas,Allah tidak akan terima kamu perlakukan aku seperti ini,aku benci kamu seumur hidup ngga akan maafin kamu"teriak Gendis sambil memungut handuk dan sperti aba-aba pak Firdaus,Gendis pun tidak menutup pintu kamar mandinya.selesai mandi Gendis memakai baju tidur yang dieberikan pak Firdaus."sini...tidur di ranjang sini....aku akan tidur di sofa sana"kata pak Firdaus memerintah Gendis,Gendis yang takut ancaman pak Firdaus menuruti apak kata pak Firdaus."buleeeek.....suliiis.....aku ingin menyelamatkan kalian....biarlah aku membusuk disini asal kalian bisa hidup tenang".jerit Gendis dalam hati.