
"haloo bulek....."suara Gendis dalam telepon."iyaa nduuk...ini..nomor kamu yaa...ini bulek ke jogja nduuk..antar Sulis mendaftar kuliah diantar pak sopir nya pak Firdaus."jawab bulek Luluk diseberang telepon."oiyaa...hati-hati..bilang sama Sulis ya bulek disana harus jaga kesehatan..dan harus tetap giat belajar...ini nomorku..biar disimpan di hape Sulis ya..."kata Gendis pelan."mbaaak..aku nanti pulang dari jogja mau ke malioboro loo..mbak Gendis belum tau kan malioboro...?..nanti aku mau dibelikan sepeda...kata pak sopir..nanti kita juga ke candi borobudur,"teriak Arya kegirangan,Gendis yang mendengar suara bahagia Arya tiba-tiba meneteskan air mata dan "tuuuut.....tuuuuut....,"suara telpon terputus."hati-hati ya lis...selamat bersenang-senang," tulis Gendis di chat wa dengan Sulis.Sulis belum membalas mungkin sinyal kurang bagus di mobil.Gendis menunduk dan diatas rambutnya semakin banyak kupu-kupu menghampiri seolah menghibur hati Gendis."Ya Allah....kenapa hatiku sepedih ini..haruskah aku bersedih diatas kebahagiaan bulek dan Sulis??....Ya Allah biarkanlah hatiku ikhlas..."jerit Gendis dalam hati."heeeee.....ngapain kamu....?"kata yu Darmi mengagetkan.Gendis duduk tegap dan menghapus air matanya."loo kamu menangis...?"tanya yu Darmi heran.Gendis semakin terisak."apa kamu tidak bahagia dengan pernikahan kamu ndok??,"tanya yu Darmi sekali lagi."ehm.....tidak mbok....aku cuma kangen sama bulek,buleku dan sulis ke jogja hari ini alangkah senang nya kalo aku juga ikut bersama mereka."jawab Gendis berbohong."memangnya kamu belum pernah ke Jogja....?,"tanya bulek penasaran.Gendis hanya menggeleng."mbook....pak Firdaus itu apa...sering bawa cewek kemari??"tanya Gendis sungkan."heeeem...kamu penasaran too sama calon suamimu....?"goda Yu Darmi sambil menyenggol pundak Gendis.Gendis hanya nyengir pahit."sini...sini..biar mbok dar ceritain ya....calon bojomu iku....orangnya..baik...dia sejak kecil dari bayi oek oek itu..sama aku....dia rajin solat...dia itu patuh sama orang tua...lihat en semua karyawan disini semua kerasan..karena mas Firdaus menganggap semua keluarga....westoo kamu ngga akan menyesal nikah sama anak asuhku ituu.....kekayaan nya itu ga akan habis sampai tujuh turunanmu ndoook...."kata yu Darmi sambil mengusap kening Gendis."majikanmu itu sampah mbook...majikanmu itu penjahat kelamin....."kata Gendis dalam hati."oooo..kalo soal cewek....mas Firdaus belum pernah ngajak satu cewekpun kemari....yang ada...cewek-cewek yang ngejar-ngejar kemari....eeehm ada artis juga....kesini..tapi ngga digubris sama mas Firdaus....mbok dar ini...heran..umurnya sudah 28 tahun tapi belum punya cewek...tiap kali ta tanya kapan nikah...jawabnya ..tunggu gadis..kupu-kupu naik sepeda karatan katanya....ealaaaah ternyata itu kamu tooo......wahahahahahahahah....ga nyangka padahal kita sering ketemu..yo ndoook..."jawab yu Darmi sambil terbahak-bahak mengelus kening Gendis.Gendis yang bingung akan ucapan yu Darmi langsung bengong"gadis kupu-kupu naik sepeda karatan...?kapan dia pernah melihatku...?aku tidak pernah menjumpai nya sekalipun....."gumam Gendis sambil menunduk."ehm....tapi mbok........"kata Gendis kemudian berhenti karena melihat yu Darmi pergi ke arah bunga matahari dan mencabut rumput.Gendis terdiam dan melamun lagi."ahmad......impianku bersamamu hanyalah harapan kosong...semoga kamu menemukan gadis yang lebih baik daripada aku...,"kata Gendis dalam hati.
Malam berlalu,Gendis berbaring melihat medsos di hp nya, di atas ranjang setelah solat isya.Mobil Firdaus berhenti di depan dan Firdaus pun turun di ikuti pak Joko.tiba-tiba Ahmad berlari kearah Firdaus."paaaaak...saya mohon paaak....lepaskan ..gendis...biarkan..gendis menikah denganku....kami saling mencintai...lepaskan gendis paaak...,"teriak Ahmad sembari melipat tangan nya dihadapan Firdaus menghiba dan memohon."Ahmad...kamu lancang sekali....."teriak pak Joko."paaak..saya ngga mungkin nekat kalo..saya tidak betul-betul mencintai Gendis pak...biarkan kami bahagia....."jawab Ahmad menghiba."kamu sadar ngga ahmaad....kamu kuliah di biayai mas Firdaus....kamu bisa makan karena kerja sama dia...."teriak pak Joko geram.Firdaus mendekati Ahmad."ahmaad...kamu tau gendis anak yatim piatu...aku menolong mengangkat derajatnya..kamu tau kesedihanya selama ini..??tapi jika memang kamu memaksa baiklah....sekarang kamu pilih....kamu putus kuliah..dan tidak bekerja lagi denganku..juga ayahmu...dan kamu mendapatkan gendis....atau kamu pilih..tinggalkan gendis tapi kamu sukses maraih cita-citamu dan bisa berkerja di kantor pusatku...,"kata Firdaus memberi pilihan.Ahmad sangat bingung....di dalam hatinya berkecamuk antara karier ataukah Gendis."tentukan pilihanmu sekarang....kuhitung sampai lima,"kata pak Joko dengan nada tinggi."satuuu......"pak Joko mulai menghitung namun terhenti."tolong jaga...Gendis baik-baik paak...kasihan dia....anda tidak tau selama ini hidupnya sulit....,"ucap Ahmad sembari menitikan air mata dan pergi.Ahmad tidak sadar kalo pak Berong merekam pembicaraannya sejak awal.Firdaus dan pak Joko masuk kedalam rumah dan melihat Gendis menonton tivi bersama para pembantu di bawah tangga.Gelak tawa keluar dari Gendis dan semua orang, sambil menahan tawa Gendis menutup mulutnya,Firdaus yang memperhatikan Gendis tertawa menjadi hilang sekejap rasa lelahnya."hahahahahahaha......"tawa gendis bersamaan dengan ibu-ibu asisten dan anak-anak melihat tanyangan Youtube yang di sambung di smart tv.Gendis menoleh ke kiri dan ternyata di sudut ada Firdaus yang duduk santai sambil membuka kancing atas baju nya.Gendis berubah raut muka nya menjadi muram,Firdaus membalas dengan memberi kecupan menggoda,tidak ada satupun yang melihat kecuali Gendis.Gendis nyengir dengan penuh kebencian."tunggu besok gendiiiis..akan kulahap habis kamuuu....."kata Firdaus dalam hati sambil mengusap kasar dagunya.