Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Pagi hari setelah bangun tidur,tiba-tiba paklek Rusmin datang ke kamar Sulis."dimana dia??....".Tanya paklek Rusmin sambil matanya mencari-cari sosok Gendis,"di dapur pak...ada apa??"jawab Sulis kaget,dan langsung beranjak ke dapur mengikuti ayahnya."heeeh....siap-siap,dandan yang rapi,pinjam bajunya sulis,ikut aku!".perintah paklek Rusmin sambil melotot."kemana???...."tanya bude Luluk."sudah jangan banyak nanya,atau mau aku.....?"jawab paklek Rusmin sambil mengepalkan tangan ke arah bulek Luluk.Tangan Gendis mencengkeram pundak bulek Luluk,Gendis ketakutan,karena dulu pernah ada kejadian,paklek Rusmin mengajak Gendis ke suatu tempat,dan ditinggalkan di hutan,dengan susah payah Gendis menemukan jalan pulang.Gendis merinding membayangkan apa yang akan terjadi nanti."ambilkan bajumu yang paling bagus!...."perintah paklek Rusmin kepada Sulis,selama ini Gendis memang tidak pernah dibelikan baju,semua baju Gendis adalah baju bekas pemberian tetangga dan Sulis.Sulis segera berlalu ke kamar dan mengambil baju yang dianggapnya paling bagus.Setelah baju diserahkan ke Gendis,Gendis langsung memakainya."cepeeet..."teriak paklek Rusmin dari dalam kamar."paaaak jangan diapa-apakan Gendis paaaak..."ratap bulek Luluk menghiba,tapi paklek Rusmin tak menjawab sepatah katapun."buleeeek...aku takut....."kata Gendis pelan sambil dielus rambut Gendis,bulek Luluk meneteskan air mata,Gendis mengusap air mata bulek Luluk.Gendis menahan air matanya,dilihat sebelah kiri Sulis pun ikut menangis."paaak...jangan diapak-apakan Gendis...bawa pulang lagi dengan utuh. kalo nggak...."kata Sulis sedikit membentak."kalo nggaaak kamu mau apa....haaaa??"bentak paklek Rusmin lebih keras,Sulis hanya tertunduk dan memegang jemari Gendis.Gendis hanya diam kemudian memegang pipi bulek Luluk dan Sulis bergantian.kemudian paklek Rusmin menarik paksa tangan Gendis.Gendis berjalan terseret-seret sambil menengok kebelakang menatap bulek Luluk dan Sulis yang menangis tersedu-sedu.15 menit kira-kira Gendis naik motor dibonceng pakleknya,berhenti disebuah rumah yang besar,Gendis tidak asing dengan rumah itu,hanya terheran mengapa pakleknya memaksa nya kesitu,Gendis biasa datang ke rumah besar itu karena mengantar bulek nya priksa di klinik."tapi kenapa aku harus ganti baju,kalo cuma datang kesini?apa rencana paklek??aku mau diapakan?apa aku mau disuruh bekerja disini??semoga saja,aku senang jika memang aku diterima bekerja disini,pak Firdaus terkenal baik isnyaAllah aku bisa membantu bulek".gumam Gendis dalam hati,sedikit lega karena Gendis merasa pakleknya tidak berniat membuangnya ke hutan lagi."rooooong...berooong....."teriak paklek Rusmin menyapa pak Berong.Pak berong datang menghampiri,matanya langsung menuju kearah gadis cantik disebelah Paklek Rusmin."ow....iki?"tanya pak Berong,paklek Rusmin hanya menganguk."heleh-heleh ayuneeeee.....jan tenan"kata pak Berong memuji kecantikan Gendis,lalu meraih hp dari sakunya,"mas....ki bocahe wes nde sini....ayuuu juos"kata pak Berong di telepon dengan pak Joko,lalu pak Berong menganguk dan menutup telepon."Ya Allah mungkinkah aku dijual paklek ke orang ini??..."gumam Gendis ketakutan di dalam hatinya.Tangan Gendis tiba-tiba dingin,kakinya gemetar dan rasanya lemas sekujur tubuh.Tiba-tiba pak Firdaus datang dengan di dampingi pak Joko,"ayoo...sana....di sini panas".kata pak Firdaus sambil menunjuk taman di sebelah klinik dan melirik Gendis."siapa dua orang ini??aku mau diapakan?"jerit dalam hati Gendis.dengan setelan jas pak Firdaus terlihat gagah,tapi Gendis tidak tertarik sama sekali.Yang ada dalam hati Gendis hanyalah rasa takut dan bingung."heeeh...salim sana sama pak Firdaus"kata paklek Rusmin sambil menarik rambut Gendis."jangan kasar kasar min..."kata pak Firdaus tegas,paklek Rusmin cengar cengir.Gendis segera mencium tangan pak Joko."hooooe...salah.....itu pak joko....gembloooong...."bentak paklek Rusmin membuat kaget Gendis dan disambut gelak tawa pak Firdaus,pak Joko dan Pak Berong.kemudian tangan paklek Rusmin menunjuk kearah pak Firdaus.Gendis sangat kaget,ternyata pak Firdaus yang terkenal dermawan dan sangat baik adalah lelaki tampan dan masih sangat muda.Gendis segera meraih tangan pak Firdaus dan segera melepaskan."sudah deal...ya...berarti...gimana??pas to...?"tanya paklek Rusmin sambil matanya melirik ke arah Gendis.Pak Berong memberi kode agar paklek Rusmin segera pergi."paklek ...paklek mau kemana??"tanya Gendis bingung,paklek Rusmin tidak menjawab dan lari kabur.Gendis bingung,tapi sedikit lega karena Gendis mengenal banyak orang di rumah itu,karena hampir tiap bulan Gendis ke klinik mengantar buleknya.Gendis hanya diam,di depan nya duduk tiga orang ta di kenal."kamu sudah makan apa belum?"tanya pak Joko pada Gendis."sampun pakde...."jawab Gendis hati-hati,pak Firdaus tak henti menatap wajah ayu Gendis,tapi tak bicara sepatah kata pun."saya bingung kesini mau apa saya ndak tau!".kata Gendis lirih,Gendis risih karena pak Firdaus tak henti menatap nya.


__ADS_2