Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Gemasnya Gendis


__ADS_3

Makan malam bersama di lantai bawah sangat hangat malam itu,di iringi gelak tawa dan suara brisik anak-anak menambah keramaian rumah Firdaus.Setelah makan semua asisten membersihakan meja dan kemudian dilanjut menonton tivi bersama di bawah tangga seperti biasanya.Anak-anak berlarian di sekitar taman dan depan rumah,Gendis asyik nonton acara lawakan di tivi bersama para asisten.Sementara,Firdaus hanya menatap Gendis dari kejauhan sambil memainkan hp nya."cantik sekali kamu ndis..kalo tertawa kamu imut...kenapa kamu menggemaskan kalo tertawa begitu....lucu...."gumam Firdaus sambil tertawa kecil."heeeh...mas...kenapa senyum...senyum sendiri...mbokyao ikut kesana...daripada cuma lihat dari jauh..."kata pak Joko mengagetkan."laiyooo mas mas...tiap hari juga sudah dipandangi lo istrinya...memang cantiknya istrimu mas...kalo saja masih ada satu lagi mau aku jadikan istriku..wahahhaahhahaa...."sahut pak Berong disambut gelak tawa Firdaus.


"eeeee....eeeee...apa..katamu....lihat ini...aku aja ngga pernah kamu sentuh kog mau nambah istri lagi..sini..tak hulek kamu...sini...."teriak bu Berong sambil menjewer pak Berong dan menyeretnya ke kamar.Semua orang terbahak-bahak melihat,Gendis juga ikut terpingkal-pingkal sambil melirik Firdaus,Firdaus menatap tajam tanpa senyum seidikitpun Gendis langsung memalingkan mukanya.


"ayo pakde...kita ke taman..."ajak Firdaus sambil menepuk pundak pak Firdaus.


pak Joko mengikuti langkah Firdaus.


"gendis belum mencintaiku pakde..."kata Firdaus menghela nafas panjangnya.


"yo sabaaar ....to mas...namanya juga baru...tiga bulan perkenalan ya..baru to...lagian awalnya juga kurang bagus....tapi yakinlah..dia anak yang baik..dan bisa menerima semua keadaan...lihatlah..dia sudah beradaptasi...kamu jangan kaku..jangan dingin...lagian wanita mana mungkin mau menyatakan perasaan nya..."jawab Pak Joko menenangkan.Firdaus mencibirkan bibirnya sambil berfikir.


"aku akan bersabar..."kata Firdaus dalam hati.


"tapi selama ini banyak wanita mengejarku dan mereka semua berterus terang tentang perasaan mereka..."kata Firdaus heran.


"laa...apa sampeyan mau menyamakan istrimu sama wanita..wanita nakal itu..?"jawab Pak Joko yang duduk di hadapan Firdaus sambil melipat tanganya di dada.


"aku menyesal sekali pakde..kenapa aku tidak berusaha pelan..pelan merebut hatinya Gendis kemarin ya..aku memaksanya menikah denganku..dengan cara yang tidak baik..,"ucap Firdaus pelan.


"kalo tidak dipaksa mungkin gendis juga tidak bakalan jadi istrimu mas..."jawab Pak Joko santai.


Sampai pukul 22.00 Firdaus dan pak Joko ngobrol di taman dan akhirnya keduanya masuk.


Gendis merebahkan dirinya di karpet depan tivi bersama yu Darmi,karena yang lain sudah masuk ke kamarnya masing-masing."sudah tidur mbok..."tanya Firdaus mengagetkan yu Darmi yang sedang memijit kaki Gendis.


"iyaaa..tadi bilang nunggu sampeyan lakog bablas tidur...."jawab Yu Darmi sambil mengusap kepala Gendis.Firdaus menatap istrinya tanpa berkedip.

__ADS_1


"bener..bener kuat istrimu ini..dia hamil muda tapi ngga lemes ngga mual ngga muntah ngga sambat apa..apa...dia ngga cengeng nga suka ngeluh..."kata Yu Darmi memuji Gendis.


Firdaus tak menjawab.


"gendis senang apa tidak ya akan kehamilanya....?dia ngga pernah bilang apa..apa.."gumam Firdaus dalam hatinya.


"mbook biar aku angkat Gendis ke kamar..."kata Firdaus sambil membopong tubuh istrinya pelan menaiki tangga.


"mbok juga istirahat..jangan malam..malam.."kata Firdaus melirik yu Darmi,yu Darmi hanya mengangguk paham.


Diatas ranjang Firdaus memandangi wajah istrinya setelah mengganti baju Gendis dengan gaun tidur.Firdaus mencium bibir Gendis namun Gendis tetap pulas dalam tidurnya.Firdaus tersenyum mengagumi wajah istrinya.


Pukul 03.00 Firdaus bangun untuk tahajud.


"Ya Allah...tumbuhkanlah rasa cinta dihati istriku untuku...jangan biarkan dia merasakan kesedihan setelah ini...kenapa Tuhaan...kenapa hatiku serasa tidak ikhlas melihatnya mendengarnya tersakiti...sekejam inikah dunia menyakiti gendisku...?Tuhan..bahagiakan istriku .."gumam Firdaus dalam hati dan mengusap wajahnya.


Gendis menyusul solat di samping suaminya.


Selesai solat subuh Gendis duduk merapikan ranjangnya,tiba-tiba Firdaus memeluk dari belakang dan mencium rambut Gendis.


"tadi malam mas yang ganti bajuku..."?tanya Gendis sambil memukul-mukul bantal merapikan sarung bantalnya."heeem..."jawab Firdaus sambil bergelayut di tubuh Gendis.


"kog ga bangunin biar aku ganti sendiri...mas gendong aku dari bawah...?"tanya Gendis sekali lagi.


"heeem...."jawab Firdaus lagi.


"kamu seneng ngga hamil...?tanya Firdaus sambil membalikan tubuh Gendis agar menghadap Firdaus.

__ADS_1


"ini adalah anaku...jangan tanya tentang kasih sayang ibu ke anaknya..."jawab Gendis bersikap dewasa.


"meskipun ini anakku,,,?"tanya Firdaus.


"mas...aku tau...mas orangnya dingin...meskipun merasa salah tapi nda mau minta maaf...tapi aku ngga papa..aku sudah memaafkan..bahkan aku menyesal pernah mengutukmu malam itu..aku ngga mau ayah dari anaku hidupnya susah payah karena kutukanku...aku mencabut kutukanku..dan setiap saat aku berdoa untuk keselamatanmu...."jawab Gendis pelan sambil menggerakan jarinya di hidung dan pipi Firdaus.


Firdaus tak kuasa menahan tangisnya dan segera memeluk erat tubuh Gendis dan menghapus air matanya.


"maafkan aku ndis.."ucap Firdaus dalam hati.


"mas..jangan kuat...kuat..ini..ada anaknya..."kata Gendis mengagetkan Firdaus.


Firdaus memegang perut Gendis yang sudah terlihat membuncit dan mencium kening Gendis.


"dingin yaa....pengen yang anget..anget..."kata Firdaus sambil mencium bibir gendis.


"heeeem...."kata Gendis manja.


kemarin libur...ga sempat...udah pengen ni..."kata Firdaus manja di telinga Gendis.


Gendis segera mencium bibir Firdaus dan mengawali percintaan mereka.Gendis sepertinya sudah terlatih melayani suaminya.


Keduanya merebahkan diri diatas ranjang,hingga suara yu Darmi mengagetkan mengajak sarapan.


Seusai sarapan Firdaus bersiap-siap ke kantor,Firdaus melepas baju dan bersiap mandi,namun Gendis manja dan memegang tangan suaminya,"eeehm....pulang jam berapa...?"tanya Gendis sambil menggigit bibir nya sendiri.


"jangan bilang nanti mau ganggu aku kerja ya...minta aku pulang lagi...?buat muasin kamu...?wahahahahah..."kata Firdaus meledek."apaan siiih..."kata Gendis sambil membuang tangan Firdaus.

__ADS_1


"yaudahlaah..ikut ke kantor aja...ayoo...resiko..aku disuruh pulang cuma buat wik..wik....hadeeeeeh...sibuuuk booos kecilku..melayani ratu...."kata Firdaus meledek Gendis.


Gendis beranjak mandi dan ikut Firdaus ke kantor.


__ADS_2