
Pukul 04.00 pagi Firdaus bangun dan bergegas ke kamar mandi,sebelum beranjak untuk solat subuh Firdaus berniat membangunkan istrinya,"ndiiis....kamu kenapa....wajahmu..pucat...badanmu panas?...astaga...kamu sakit ndis...?"Firdaus kaget saat menyalakan lampu dan melihat istrinya menggigil di dalam selimut.
"sejak kapan kamu menggigil begini..?"Firdaus mengusap kening Gendis.
"sejak tadi malam mas..."
"astagaaa...gendis...kenapa kamu ngga bangunkan aku siiih...ayo kita kerumah sakit.."Kata Firdaus sambil berusaha mengangkat tubuh Gendis.
"eeeehm....mas..sebentar....aku mau solat dulu...beri aku obat panas aja mas...nanti juga sembuh..!"Gendis beranjak ke kamar mandi dan melepaskan tangan Firdaus.
Selesai solat Gendis terlihat lemas di atas tempat tidur,Firdaus memberikan segelas air putih.
"makan roti ini dulu..baru minum paracetamol"Gendis memaksa mulutnya untuk makan roti pemberian Firdaus dan menelan obat dari tangan Firdaus."huuuueeeeeek...hueeeeek...."Gendis memuntahkan semua roti dan obat yang barusan ditelanya.
Gendis beranjak mengambil lap dan tisu membersihkan muntahan nya namun Firdaus melarangnya dan memebersihkan muntahan Gendis sendiri.
"mas...itu menjijikan..jangan...biar aku sendiri...."Gendis merasa tak enak hati melihat seorang Firdaus membersihkan muntahan nya.
"berbaringlah...jangan membuatku cemas"Gendis menuruti perkataan Firdaus,Badanya terasa sakit semua dan keinginan muntah semakin tak tertahankan,Gendis berlari ke kamar mandi dan menuntahkan isi perutnya.
"gimana...masih pengen muntah?"Firdaus sangat khawatir melihat kondisi Gendis.
"mungkin ini bawaan bayi mas..."kata Gendis berusaha tenang
"tapi ngga biasanya kamu begini...lagian ini sudah mau empat bulan...harusnya sudah ngga muntah kan kata dokter..."jawab Firdaus tidak dapat menutupi kecemasan.
"yaaa...orang hamil kan beda...ma....s...hooooeeeek...."Gendis terus memuntahkan isi perutnya sampai mulutnya terasa pahit.
"ayoo keluar muntah diluar saja...jangan lama..lama dikamar mandi..."Firdaus menarik tubuh Gendis agar keluar dari kamar mandi,dan membawakan sebuah wadah kecil untuk muntah.
"pakai jilbabmu kita kerumah sakit sekarang"Firdaus memakaikan gamis dan menutupi rambut Gendis dengan jilbab dan mengangkat tubuh istrinya kedalam mobil.
"tidurlah nanti aku bangunkan jika sudah sampai"Firdaus segera melajukan mobilnya,sementara Gendis tidur disampingnya.
"buleeeeek....suliiiis"suara Gendis mengigau memanggil nama buleknya.Firdaus semakin kencang melaju.
__ADS_1
"pasti panasnya tinggi sampai dia mengigau.."tangan kanan Firdaus memegang
setir sementara tangan kirinya terus memegang tangan Gendis.
setelah 45 menit perjalanan,akhirnya mereka sampai dirumah sakit.Firdaus mengangkat tubuh Gendis pelan dan membawa keruang IGD.
"mba...tolong istriku...dia terus muntah dan panasnya tiga puluh sembilan derajat..dia lemas...tolong bantu mba..."suara Firdaus terdengar bergetar.
"iyaaa...paak...nanti tunggu dokter memerika ya...tenang pak..."kata perawat menenangkan Firdaus.Perawat dengan cekatan langsung memberikan cairan infus karena melihat kondisi Gendis.
"maaf dok..istri saya hamil jalan empat bulan..."Firdaus menjelaskan kepada seorang dokter.
"cek lab dulu ya pak..nanti hasilnya akan keluar...untuk saat ini istri bapak harus dirawat inap karena kondisinya sangat lemah...berdoa ya..semoga tidak ada apa..apa..."kata Dokter sambil berlalu pergi menuju pasien lain.
"sayaaang..kamu..akan baik..baik saja...kenapa...kamu tiba..tiba sakit gendis...tadi malam kamu ceria...Ya Allah sembuhkan istriku..."gumam Firdaus dalam hatinya.
Gendis terus menggigil dan terlihat pucat,"dingiiiin..."suara Gendis pelan.
Firdaus memberikan minyak di telapak kaki Gendis.
"iyaa....biasanya karena suhu badanya akan naik pak..jadi menggigil nanti kalo panasnya sudah rata tidak menggigil lagi..tenang...ya pak...ini sudah diberi obat..."Firdaus memegang erat tangan Gendis sementara perawat mendorong ranjang Gendis ke ruang rawat.
📱."tuuuuut....tuuuut.....haloooo...Firman...."
📱."heeem....."suara Firman terdengar malas.
📱."istriku masuk rumah sakit man...dia terus menggigil...cepatlah datang...tolong istriku ..."
📱."jangan...jangan dbd...sekarang memang sedang mewabah dbd..."
📱."semoga aja ngga...aku khawatir man...cepatlah kesini..."
📱."iyaa aku mandi dulu...aku piket nanti jam delapan...tapi yaudah lah....tuuuut...tuuuut...tutuuut...brengsek....ada orang ngomong diputus telponya...kalo butuh aja nelpon...dasar..."gerutu Firman sambil beranjak mandi.
Diruang rawat vvip Gendis mulai tenang,badanya mulai hangat dan tidak menggigil lagi.
__ADS_1
"mas...aku ngga papa...mas siap..siap kerja..aku disini sudah ada perawat...sana."kata Gendis membuat Firdaus marah.
"apa maksud kamu...dalam kondisi begini mana mungkin aku bisa kerja...sehatkan badanmu...baru aku tenang..."Kata Firdaus kesal.
Gendis diam dengan wajah sayu.
"maaf ndis...kamu cepat sehat...aku akan nunggu kamu...gausah mikir yang lain..urusan pekerjaan adalah urusanku..kamu berusaha sehat ya...apa kamu mau bulekmu kesini...?"Firdaus mengusap kening Gendis.
"ngga...mas..kasian bulek nanti malah dia nangis terus...lagian arya siapa yang jaga...bulek jangan dikasih tau mas.."Gendis memandang wajah Firdaus dalam.
"permisi....eheem....biarkan saya priksa dulu pasien nya..."suara Firman mengagetkan Firdaus.
Firdaus membiarkan tangan Firman menyentuh istrinya.
"detak jantungnya bagus...panasnya tiga sembilan masih tinggi ...sementara hasil lab belum kelihatan trombosit masih normal...besok kita cek lab lagi..kamu makan yang banyak minum yang banyak ya..penyakit db akan sembuh setelah tujuh hari...nanti panas...turun....panas lagi..naah fase kritis adalah saat panasnya turun..hati..hati...jangan sampai lengah ya..."kata Firman menjelaskan dengan terus menatap wajah Gendis.Gendis setengah sadar menatap mata Firman.
"kamu cantik banget gendis...dari matamu kelihatan kamu gadis yang baik...melihatmu seperti banyak ketenangan disana..."kata Firman dalam hatinya.
"heeeeh...gimana...istriku..."tangan Firdaus menarik lengan Firman agar menjauhi istrinya.
"belum jelas fir...tapi dugaan sementara kearah Db,tunggu besok atau lusa..panasnya sudah berapa hari...?"Firman menatap Gendis lagi.
"tadi malam...yaa.baru tadi malam...langsung begini..."kata Firdaus menjelaskan.
"sebenarnya badan ku sudah terasa panas sejak dua hari yang lalu...dok...aku fikir karena capek atau cuacanya memang sangat panas .."suara gendis terdengar lemah menjelaskan.
"heeee...bagaimana..kamu panas ngga bilang sama aku...ha....!"kata Firdaus menghampiri istrinya.
"astaga...fir...istrimu panas kenapa kamu nga tau....berarti pas acara kemarin kamu sakit...waaah parah kamu fir...bini sakit malah ga peka..kamu ya..."celetuk Firman.
Firdaus menatap Gendis dan Gendis memejamkan matanya.
"jangan..jangan...kondisi panas kamu genjot aja...fir..kamu kan maniak...."celetuk Firman sekali lagi.
"keluar kamu...sekali..lagi bicara aku lempar pakai sepatuku....panggilkan yuli biar dia memeriksa kandungan istriku juga..."Firdaus berdiri mendekati Firman.
__ADS_1
"berikan obat...perawatan yang terbaik untuk gendis...."