Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
EPISODE 55


__ADS_3

Dengan mata berkaca-kaca,Gendis menatap kedua putrinya dengan perasaan bahagia,ditatapnya satu persatu.Perpaduan antara mata Gendis,hidung Firdaus dan alis Firdaus,wajah cantik sempurna.


"putrikuuuuu......."kata Gendis lirih dan meneteslah air matanya.


"eeeeehm....maaf apa tuan yang kemarin..berkata akan memisahkan gendis dari anak....anaknya dan akan menceraikan setelah anaknya lahir?...siapakah...ini nak...?apa dia suamimu??kenapa dia mau memisahkan mu dengan anakmu??"tanya pak Samiren asal dengan polosnya.


Gendis begitu terkejut mendengar perkataan pak Samiren,dan mengarahkan tatapannya kepada Firdaus,dengan rasa ketakutan Firdaus pun tertunduk tak berani menatap Gendis.


"apa maksudnya pak??apa..dia berkata begitu waktu saya diruang oprasi!"tanya Gendis dengan nafas panjang seolah dada nya sesak.


"tidak.....bukan begitu...maksudku Gen...."kata Firdaus terbata-bata,namun disahut oleh suara pak Samiren."iyaa....dengan amarah dia mengatakan itu...aku pikir dia berkata begitu untuk orang lain ternyata setelah anakmu lahir dia langsung menggendongnya...tapi mana mungkin suamimu tega...seperti itu padamu..disaat kamu betul..betul membutuhkan nya..?"sahut pak Samiren.


"sudahlah..ini salah paham...nanti bisa dijelaskan...."sahut pak Joko.


Gendis menarik nafasnya panjang,seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar,matanya terus saja menatap Firdaus namun kali ini dengan tatapan kecewa.


Firdaus menggeleng namun tidak berani mendekati Gendis.Matanta seoalah memohon untuk dimaafkan.


"mari kita keluar...biarkan mereka menikmati kebersamaan mereka.."kata Pak Joko sambil menuntun semua orang untuk keluar dari ruangan.


di ruangan itu memang sempit karena Gendis di ruang bangsal,karena Firdaus tidak memperdulikan Gendis sebelumnya sehingga Gendis tidak ditempatkan diruang vip.Disana berjejer ibu-ibu yang dalam perawatan setelah melahirkan.


"firman....tolong carikan istriku ruang vvip ya sekarang,"kata Firdaus di telepon.


Gendis hanya tersenyum sinis,mendengar perkataan Firdaus dengan Firman.


Firdaus masih belum berani mendekati Gendis,hatinya hancur bahkan lebih sakit dibanding kesakitan Gendis.penyesalan nya seolah menjadi pisau tajam menghunus jantungnya.


"aku ingin tetap disini...aku ngga mau pindah ke vvip"kata Gendis tegas.


"tapi disini kamu ngga nyaman...."jawab Firdaus pelan.


"aku nyaman...disini tempat yang paling pantas aku tempati...kalo mas ngga nyaman pergilah cari yang nyaman."kata Gendis terluka.


"gendis....maafin....maaf...."kata Firdaus sambil berusaha mendekati Gendis,namun Gendis memalingkan mukanya.


"uruslah surat perceraian kita setelah ini..."kata Gendis sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


Firdaus menunduk kan kepala nya di dekat kepala anaknya,air mata Firdaus menetes namun langsung diusapnya.


"maaf....aku salah paham..."kata Firdaus sambil memohon melipat tangan nya.


orang-orang disekitar akhirnya melihat tingkah Firdaus.


"urus surat..perceraiannya..biarkan aku merawat anakku....mas boleh mengunjunginya...aku tidak menginginkan goni gini...tapi jika mas ingin memisahkan aku dengan putri..putriku...tidak apa...aku ikhlas...aku yakin mas akan menjaga mereka dengan baik..mencukupi kebutuhan mereka dan memeberikan kasih sayang,ijin kan aku menengoknya sekali..sekali..."kata Gendis terbata.


"tidaaaaak......bukan..seperti itu...aku salah paham aku melakukan nya karena hatiku sakit...aku mohon...mengertilah...aku mencintaimu....sangaaat...jangan katakan cerai lagi..hatiku sakit..."jawab Firdaus memelas.


"jika mas mencintaiku....mas tidak akan mudah melepaskanku...mas akan berpikir berkali..kali...bahkan saat aku kesakitan disiksa mas tidak berusaha mencariku...??aku pikir mas sangat ketakutan karena kepergianku..tapi malah berpikiran buruk tentangku...menuduhku...lalu bagaiman kalo sampai aku mati mas..??apa mas akan membawa kesalah pahaman itu sampek mas tua dan mati..?"teriak Gendis hingga membuat orang disekitarnya terkejut.


"maaf...gendiis...maaf ..aku betul...betul buta..dengan cara apa aku harus minta maaf...?bagaimana aku bisa mengobati lukamu...apa yang harus aku lakukan...?"kata Firdaus masih memohon.


"ceraikan aku...kita hidup sebagai sodara saja..."jawab Gendis tegas.


"gendiiiiiiiis...."tangis Firdaus sakit sambil terus mengelus wajah putrinya.


"pergilah...aku ingin menyusui anaku..."kata Gendis penuh amarah dan menjauhkan tubuhnya dari tangan Firdaus yang berusaha menyentuhnya.


Sambil terus meneteskan air mata Gendis memeluk salah satu putrinya dan Firdaus menciumi putri satunya.


Tiba-tiba putri yang digendong Gendis menangis keras.


"iyaa ....nak...owh....kamu pipis...?...aaaah iyaa...!"kata Gendis sambil meraba bokong anaknya,namun karena kondisi Gendis yang masih sakit dia kesulitan menangani putrinya.Firdaus pun menolong Gendis dengan mengambil anaknya dari tangan gendis dan meletakanya di samping Gendis.Dengan telaten Firdaus membasuh bekas pipis anaknya dan mengganti popoknya.Firdaus begitu telaten dan cakap.


"ini....mau kamu gendong lagi?"tanya Firdaus sambil menyerahkan putrinya pada Gendis.


Namun Gendis memalingkan wajahnya dan menggendong putri satunya.


"oeeeeeeeek.....oeeeeeeek...."jerit suara bayi satunya setelah digendong Gendis dan ternyata si bayi satunya juga pipis.


Firdaus meraih lagi anaknya,Gendis hanya pasrah karena keadaannya memang belum bisa merawat bayinya.


keduanya kini telah tenang dan diam.


"apa kamu mau kasih asi?"tanya Firdaus sambil menyodorkan salah satu anaknya.Gendis dengan terpaksa meraih anaknya sehingga kedua tangan nya bersentuhan dengan tangan Firdaus,Firdaus membuat momen itu menjadi lama,dengan pelan Gendis meletakan kepala bayinya di dada.Orang-orang disekelilingnya masih melirik kearah Gendis dan Firdaus.

__ADS_1


Gendis membuka kancing bajunya namun kesulitan karena satu tanganya di infus,sehingga Firdaus membantu melepaskan kancing bajunya,Gendis terpaksa diam.Saat mengeluarkan payudaranya,Firdaus berteriak.


"heeeeh...apa yang kalian lihat...itu..anaknya...diurusi....kepo aja..."kata Firdaus sambil menutupi Gendis agar tidak terlihat sedang menyusui anaknya.


Orang disekitarpun kaget dan fokus kepada anak mereka.


Firdaus berdiri kokoh disamping Gendis sambil menutupi tubuh Gendis,karena tidak ingin laki-laki lain melihat istrinya menyusui anaknya.


"kenapa...tidak ada kelambunya..disini....astaga...."kata Firdaus mengomel.


"sebenarnya ibu itu tidak boleh disitu pak...kan itu kelambunya rusak...tapi karena ....tidak ada tempat terpaksa ditaruh situ..."sahut salah satu penunggu pasien.


Firdaus penuh penyesalah memandang istrinya.


"astaga...kenapa aku sejahat itu..Gendis...maafin aku .."kata Firdaus dalam hatinya.


"sudaaaah....anak ibu..sudah kenyang...iyaa...?"tanya Gendis pada anaknya.


Firdaus meraih anaknya dan menawarkan anaknya satu lagi.


Gendis terpaksa mengikuti.


Setelah kenyang kedua putrinya pun pulas.Gendis dan Firdaus memandang wajah putrinya dengan takjub dan bahagia.


"apa aku boleh memberikan nama untuk mereka?" tanya Firdaus hati-hati.


"ya...." jawab Gendis singkat.


"yang ini....firly...putri firdaus...yang ini finly putri firdaus..apa kamu setuju...?"kata Firdaus sambil tersenyum menggoda Gendis.


"terserah...."jawab Gendis kemudian menutup wajahnya pura-pura tidur.


malam itu Firdaus terus berjaga,sementara Gendis tidur di ranjang dan kedua anaknya di ranjang bayi.


"sayang..sayang....gendis.....sudah dua jam...waktunya anak...anak menyusu..."kata Firdaus sambil mengelus wajah Gendis,kesempatan hahahahaaha.


Gendis lalu berusaha bangun dan menuruti kata Firdaus.

__ADS_1


"besok bulek luluk biar disini...aku ga mau merepotkan...orang lain..."kata Gendis dengan judesnya.


"maaf....aku mohon...jangan bilang gitu...maaf...ampuun..."kata Firdaus..menghiba sambil melipat tanganya.Gendis yang masih memberi asi Finly kemudian memalingkan wajahnya.


__ADS_2