Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
EPISODE 56


__ADS_3

Keesokan harinya,Firdaus yang duduk tertidur di dekat tubuh Gendis dan Gendis melihat suaminya kelelahan.Hatinya iba melihat suaminya semalaman tertidur sambil duduk menjaganya.


"eheeeem....heeeem...."suara Gendis pura-pura batuk,namun Firdaus tidak juga terbangun.dengan kesal tangan Gendis mengusik rambut Firdaus.


"yaaaa....apaaa....apaaa.....istriku...dimana....gendiiis" suara teriakan Firdaus membuat kaget seluruh ruangan."bikin malu aja..." kata Gendis kesal.


"sudah setengah lima ...mas ga solat subuh??"tanya Gendis judes.


"oh..iya....aku solat dulu...bu...tolong titip istriku sama anak..anaku ya....nanti aku tambah lagi ya....jaga..."kata Firdaus sambil menyodorkan uang ratusan lima lembar kepada seorang ibu yang menjaga anaknya bersalin.


Ibu itu mendekati Gendis setelah kepergian Firdaus.


"seharusnya kamu mau memaafkan suamimu...semalaman dia menjagamu agar tidak di gigit nyamuk...lihatlah anaku ..sewaktu hamil dia dipukuli suaminya....dia juga ditinggalkan dengan wanita lain saat melahirkan...lihatlah ..dia..anaku....semua yang disini ditunggu suaminya kecuali anaku....suaminya tidak perduli pada anak mereka...aku tidak tau seberapa besar kesalahan suamimu..tapi melihat dia semalaman aku bisa melihat dia sangat menyayangimu...."kata ibu entah siapa namanya.Tidak ada jawaban dari mulut Gendis.Namun,Gendis seolah mengiyakan dalam hatinya.


Sepuluh menit akhirnya Firdaus kembali dan memberikan tambahan uang 1jt untuk ibu yang menjaga Gendis,namun ibu itu membagi uang yang diberikan Firdaus untuk pasien diruang bangsal itu.


"owh....itu makanmu datang....kamu harus makan banyak biar tenagamu kuat" Kata Firdaus sambil menerima jatah makan yang diberikan suster.


"aku suapin ya" tanya Firdaus.


"aku makan sendiri...." jawab Gendis singkat.


"susah kalo pake tangan kiri ....kamu ngga biasa..." kata Firdaus memaksa.Gendis hanya pasrah.


"kamu cantik banget ndiiiis....aku kangen sama kamu...."kata Firdaus dalam hatinya,dan tanpa disadari tiba-tiba bibirnya mencium kening Gendis.


"apaan siiih...." kata Gendis mengagetkan Firdaus.


"aaah maaf...maaf..." sahut Firdaus malu.


"panggilkan bulek luluk ...biar bulek saja yang merawatku..."ucap Gendis sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"kenapa harus bulek...aku kan bisa...lagipula ini kan tugasku....aku ingin merawatmu dan anak kita..."kata Firdaus sabar.


"tugasmu merawat anak kita...tapi kamu ngga wajib merawatku....kita akan segera berpi...."kata Gendis tidak dilanjutkan karena Firdaus segera memasukan sendok berisi makanan ke mulut Gendis.Gendis melotot kearah Firdaus.


"kamu...cantik..kalo melotot....kenapa...setelah melahirkan kamu jadi tambah cantik...?"kata Firdaus merayu.Gendis hanya menggeleng kesal.


"kamu cantik dan juga galak...."sahut Firdaus sekali lagi.


"maas....aku sudah mengurus kamar vvip dan siap pindah sekarang..."kata Pak Berong mengagetkan Firdaus.

__ADS_1


"gendis..ga mau pakde....gendis disini saja...tolong panggilkan bulek luluk ya pakde...saya mau bulek kesini..tolong ya...."kata Gendis menyahut.


Firdaus hanya tertunduk,sementara Pak Berong menatap Firdaus menunggu aba-aba.Gendis menatap Firdaus sambil mengernyitkan dahinya.Gendis paham sekali Pak Berong tidak akan melakukan apapun kecuali atas ijin Firdaus.


"mungkin Gendis lebih baik disini....di dekat orang banyak...jadi dia bisa sedikit mengontrol emosinya karena malu dilihat orang lain...kalo di kamar sendiri...dia pasti bicara tentang cerai terus...."ucap Firdaus dalam hatinya.


"eeehm...biarkan Gendis disini pakde...batalkan pesanan kamar nya..nanti aku akan bicara sama Firman...."ucap Firdaus tanpa menatap wajah Gendis.Gendis terus saja menatap wajah pria yang sangat dicintainya itu dengan tatapan bengis.


Pak Berong lalu berpamitan keluar ruangan.namun,sesaat setelah keluar dari pintu dia mendapat wa dari Firdaus.


"jangan panggil bulek luluk kesini...datang kerumah bulek luluk dan ceritakan apa adanya kepada bulek luluk...minta dia membantuku...pakde...tolong bantu aku....biar wa ku dibaca bulek luluk.."ucap Firdaus di chat wa.


"siap bos" balas Pak Berong.


"mau kemana...."tanya Firdaus melihat Gendis beranjak dari tempat tidur.


Namun,Gendis tidak menjawab.Dia begitu kesusahan karena infus dan perutnya yang masih sakit.


"ow...dia pasti mau ke toilet.."kata Firdaus dalam hati.


Firdaus tanpa bertanya langsung memapah tubuh istrinya menuju toilet.


sambil memapah tubuh Gendis,Firdaus sengaja menempelkan wajahnya di pipi Gendis,Gendis segera memalingkan wajahnya namun tidak berhasil sehingga sampai di toilet yang sebenarnya dekat dibuat Firdaus menjadi lama.


"heeeeeh....ngapain..ikut masuk?" tanya Gendis sedikit membentak.


"aku mau membantu...mu...siapa yang pegang..infus ini nanti...?aku takut kamu jatuh..." Jawab Firdaus serius,namun Gendis tau kesulitan nya dimanfaatkan Firdaus.


setelah buang air kecil Firdaus membersihkan bekas kotoran Gendis dan memakaikan celana dalam Gendis kembali,tanpa jijik Firdaus membuang pembalut Gendis.Dan Gendis di tatih berdiri dengan hati-hati.Wajah Gendis begitu dekat dengan wajah Firdaus,karena tangan Firdaus meraih infus diatas kepala Gendis.Lalu mata mereka saling tatap dan bibir Firdaus pun segera mencium bibir Gendis,cukup lama dan Gendis pun sadar dia terbawa oleh suasana.


Setelah menyadari dia langsung mendorong tubuh Firdaus dan memalingkan wajahnya dengan pipi kemerahan karena malu.


"ayoo keluar...."kata Gendis judes.


"i love you..."jawab Firdaus sambil terus menempelkan tubuhnya ke tubuh Gendis.


"aku teriak....ya..."kata Gendis kesal.


"silahkan....teriak sekencangnya..biar semua tau kalo kita mesum dikamar mandi..."kata Firdaus mengejek.


"cepat...keluarkan...aku dari sini....."kata Gendis sambil menarik tangan Firdaus.

__ADS_1


"katakan kalo kamu mencintaiku...sayang dan kangen sama aku...katakan....aku janji akan membawamu keluar..."kata Firdaus mengancam.


"aku benci..kamu...aku ga mau lihat wajah kamu...aku mau kita...ce....."kata Gendis dengan berapi-api.namun,Firdaus segera menghentikan perkataan Gendis dengan ciuman nya.


Gendis sampai kehabisan nafas dan memukul dada Firdaus.


"katakan...dulu...atau kita tidak akan keluar dari sini...biar kita kehabisan oksigen..kita mati bersama..sama..."kata Firdaus masi mengancam.


"kamu sudah gila....?aku bertahan di siksa demi anaku...sekarang aku akan mati sia..sia bersama orang egois macam kamu...?haaaah...aku akan keluar sendiri..."kata Gendis berusaha pergi sendiri namun hampir jatuh.


"katakan dulu....aku akan membantumu...aku janji.."kata Firdaus memaksa.


"tok...tok...tok....bu...bu gendis...itu bayinya nangis bu...."suara ketukan pintu dan teriakan dari luar kamar mandi memanggil Gendis.


"aaah ...iyaaa....sebentar...tolong anak kami ya bu...ini masih mules...perut istriku..."jawab Firdaus pura-pura.


dengan kesal Gendis mulai pasrah.


"katakan....kalo kamu sayang aku..."kata Firdaus memaksa.


"aku sayang kamu...ayoo keluar...."jawab Gendis cepat dan kesal.


"kamu ngga serius...katakan seperti biasanya saat aku akan berangkat kerja...katakan"kata Firdaus berbisik di telinga Gendis membuat Gendis merinding tak karuan.


"maaaas...lihat anak kita...dia nangis...kamu..ngga punya hati atau apa??kamu bener..bener egois"jawab Gendis marah.


"kamu..yang egois....kamu mementingkan amarahmu padahal kamu hanya tinggal berkata dan membuka mulutmu tapi kamu tega sama anakmu....coba..tega mana aku sama kamu...haaa?"tanya Firdaus balik.


"iyaaa...iyaaaa aku sayang kamu....ayoo keluar aku mohon..."kata Gendis menghiba.


"ngga seperti itu... tadi aku bilang ....kamu jangan pura..pura lupa...lakukan seperti dulu...."kata Firdaus masih memaksa.


Gendis menghela nafas panjang dan bersabar.


"maaaas....aku sangat mencintaimu....aku sayang sama kamu....aku kangeen...sama kamu...puaaaaaas!?" Kata Gendis sambil melotot.


Firdaus tersenyum puas dan menggendong Gendis keluar.


Dengan pelan diturunkan tubuh Gendis dan meraih anaknya dan di letakan di atas tangan Gendis agar diberi Asi.


"makasih ya...finly....kamu udah bantu ayah....muuuuuaaaach....pinter banget...kamu..nangis disaat yang tepat....heheheheeheh...."kata Firdaus sambil mengelus pipi finly.

__ADS_1


Gendis tak menggubris Firdaus dan di segera memberi asi untuk anaknya.


__ADS_2