
Pak Firdaus adalah pemilik seluruh perkebunan di daerah Gendis,semua warga berkerja kepada pak Firdaus,umurnya 27 tahun,tapi sudah matang dalam berbisnis,dia mempunyai perkebunan teh,buah,sayur mayur,kelapa sawit dan sudah diekspor.Selain itu dia juga mempunyai bisnis traveling,ada ratusan bus dan alat transportasi yang disewakan diseluruh kota,karena kesibukan sehingga dia memilih untuk bernaung di jawa timur,tepatnya di perkebunan teh daerah Gendis,bisnisnya yang tersebar di seluruh pelosok negri membuat pak Firdaus harus mondar mandir setiap waktu,sehingga rumahnya yang luas harus ada penghuninya,dirumah yang begitu luasnya karena seperti perumahan,pak Firdaus membangun klinik kesehatan gratis untuk masyarakat sekitar,membangun sekolah gratis untuk semua anak dari karyawannya,dan membuat mini market untuk kebutuhan rumahnya sendiri.Dirumahnya ada 15 orang PRT,dan mereka semua sudah berkeluarga,karena semua tidak mempunyai tempat tinggal sehingga disediakan tempat tinggal di rumahnya,para suami bekerja di perekebunan,setiap hari PRT itu memasak bersama,makan bersama dan nonton tivi bersama di dalam rumah pak Firdaus.Bisa dibayangkan rumahnya begitu ramai,belum anak-anak mereka.Pak Firdaus sangat baik dan ramah kepada siapapun,tidak banyak bicara tapi entah seperti ada sesuatu yang terpendam dari diri pak Firdaus dan Pak Joko serta pak Berong lah paling tau sifat asli pak Firdaus.berikut foto dari pak Firdaus
__ADS_1
Sementara Gendis adalah gadis cantik dengan tinggi badan 165 dengan berat badan 50kg,Gendis juga anak yatim piatu,sejak kecil diasuh oleh bulek Luluk,adik kandung almarhum ibunya.Tapi sayang paklek Rusmin,suami dari bulek Luluk sangat kejam dan bengis,sejak kecil Gendis dipukul,ditendang dan di caci,karena dianggap menyusahkan.Bulek Luluk mempunyai dua anak,satu bernama Sulis anak perempuan berusia sama dengan Gendis 20 tahun dan adiknya Arya 9tahun.Gendis tidak pernah merasakan nikmatnyab belajar di bangku sekolah,karena paman nya tidak mengijinkan bersekolah,namun,Sulis selalu mengajarkan apa yang diajarkan dari sekolah kepada Gendis dan tak heran Sulis menjadi ank terpandai disekolah karena mengajari Gendis setiap hari.Cita-citanya kuliah kedokteran hanya tinggal kenangan,karena biaya dan ayahnya Rusmin yang seorang pemabuk dan tukang judi,sehingga tidak berfikir masa depan Sulis.Saat ini pak Firdaus membuat aturan seluruh anak dari karyawan harus sekolah dan dialah yang membiayainya,seandainya saja Gendis kecil hidup dimasa sekarang pastilah saat ini bisa bersekolah.Berikut foto Gendis
__ADS_1
__ADS_1
Ahmad bekerja di perkebunan milik pak Firdaus,dan kuliah di paruh waktu saat sore hari,cita-cita nya dia ingin bekerja di kantor pak Firdaus setelah mempunyai gelar S1.Hampir setiap hari Gendis dan ahmad bertemu di perkebunan,karena setiap pagi Gendis harus mengirim makan sarapan untuk paklek Rusmin di kebun jadi otomatis setiap hari bertemu Ahmad,jarak rumah Gendis dengan kebun sekitar 1,5kg itupun jalan nya tanjakan berliku,Gendis naik sepeda setiap pagi,tenaganya sangat kuat mungkin karena terbiasa.Gendis sangat ceria,bertemu Ahmad menjadi obat dari lukanya setiap hari.