
Malam hari tiba setelah makan malam bersama,Gendis naik keatas bersama Firdaus."ayoo ngobrol di teras depan....,"ajak Firdaus sambil menggandeng tangan Gendis dan mengarahkan untuk duduk di sampingya.Gendis duduk sementara Kepala Firdaus bersandar di paha Gendis,Firdaus meraih tangan Gendis dan menaruh di dadanya."kamu..masih benci sama aku....?tanya Firdaus membuat wajah Gendis berubah."kenapa dia tanya gitu....,"ucap Gendis dalam hati."kenapa kamu diam...?jawab...pertanyaanku...,"kata Firdaus sekali lagi."iya.........aku ngga akan maafin kamu...aku ngga bisa melupakan semua perbuatanmu,"jawab Gendis mengutarakan perasaanya."baguslaaah kamu bisa jujur padaku..aku lebih suka jika kamu berterus terang....."jawab Firdaus membuat Gendis bingung.Firdaus menarik kedua tangan Gendis agar lebih erat mendekap tubuhnya."kamu tau ngga...kesalahanku sama kamu itu tidak seberapa...dibanding kesalahanmu padaku....!"kata Firdaus membuat Gendis semakin bingung."apa maksudmu....aku baru bertemu denganmu...aku tidak pernah sekalipun menyakitimu...."jawab Gendis sambil menarik tangan nya dari leher Firdaus.kemudian Firdaus terduduk dan menghadapkan wajahnya tepat di depan wajah Gendis."aku memang salah....aku memperkosamu sebelum pernikahan kita..tapi aku hanya sekali melakukannya....kamu ingaat..kemarin malam...?..kamu juga memperkosaku....bahkan kamu melakukan nya tiga kali..."kata Firdaus berpura-pura sedih sambil menahan tawanya."apaaaaa.........."jawab Gendis sambil melotot.wajahnya memerah karena malu."aku sudah membayar kesalahanku dengan menikahimu....kemudian aku juga mengabulkan semua permintaanmu....apa kamu tau...berapa biaya yang harus ku keluarkan untuk sulis dan bulekmu....?"kata Firdaus sambil menunduk,Gendis bingung jawaban apa yang harus di katakan."kenapa kamu diam....?apa kamu pikir aku mau memperkosamu begitu saja...?...itu kulakukan karena malam itu aku tidak tahan.....kamu sudah pernah merasakan bukan....kenapa kamu juga tidak bisa menahan untuk tidak memperkosaku...bahkan kamu melakukannya berkali kali.....!"ucap Firdaus masih berpura-pura.Gendis menjadi sangat malu, dan menutup telinganya."kamu telah menodaiku Gendis....wkwkwkwkwkwkwkw."kata Firdaus dalam hati menahan tawanya."bukankah kemarin malam aku sudah meminta untuk jangan.....?tapi kamu memaksa..dan itupun berkali..ka....."kata Firdaus mengulangi perkataanya sekali lagi dan Gendis langsung menutup mulut Firdaus."aaaaaaach...sudah...sudah....baiklah..kita impas...aku memaafkanmu...."kata Gendis sambil berdiri dan menjatuhkan badanya di ranjang."impas gimana....yaaa ngga bisa dooong....aku sudah membayar ganti rugi....sekarang aku juga mau minta ganti rugi....."jawab Firdaus membuat Gendis menelungkup dan menutup telinganya dengan bantal."aku tidak akan menganggumu lagi...pikirkan lah apa yang akan kamu bayarkan atas perbuatanmu kemarin malam....,"kata Firdaus pura-pura marah dan keluar dari kamarnya.Gendis kebingungan dan kemudian duduk dan mengacak-acak rambutnya."apa dia marah....?benar apa katanya....kenapa...aku bisa memperkosanya sampai tiga kali....Ya Tuhaaaan....hadeeeeh.....sekarang yang salah siapa...."gumam Gendis pelan dan mengusap wajahnya kasar."apa yang harus aku lakukan....bayaran apa yang akan dia minta....?apa dia ingin menikahi Sulis juga....Ya Allah...bagaimana nasib Sulis....aaaach tidak....tidak....aku harus mencari cara...."tutur Gendis dalam hati lalu mencari Firdaus ke lantai bawah."kenapa dia tidak ada....!"gumam Gendis dalam hati sambil matanya mencari suaminya.Diruang tamu tidak ada di ruang makan tidak ada di ruang tv juga tidak ada."dimanaaa diaaa....,"tanya gendis dalam hatinya sambil pergi ke garasi dan melihat mobil Firdaus tidak ada."apa dia pergi....?"gumam Gendis dalam hati sambil menggigit bibirnya sendiri.Menengok ke kanan dan kekiri ke akhirnya Gendis melihat suaminya tengah duduk di taman sambil merokok bersama pak Joko.Gendis melangkah menuju ke taman dan ikut duduk di dekat suaminya."eeeeeehm...sedang apa pakde...."tanya Gendis berpura-pura pada pak Joko."heleeeh...cuma cari udara segar....sudah lama ngga ngobrol sama suamimu ini,sejak nikah sudah ngga....butuh pakde lagi...wahahahahaahahah....."jawab pak Joko berkelakar.Firdaus dingin dan terus menghisap rokoknya.Gendis salah tingkah,mau pergi malu,tetap tinggal tapi dicuekin."pakde....kita kekurangan karyawan pabrik di lombok...tolong secepatnya perintahkan untuk membuka lowongan kerja,jangan mempersulit pelamar kerja....,"kata Firdaus tanpa menghiraukan Gendis."yaaa....nanti akan kuhubungi...hrd nya..."jawab pak Joko sembari melirik ke arah Gendis yang gusar dan melirik kearah Firdaus sambil memberikan kode pada matanya.Firdaus mengedip kearah pak Joko tanda paham."oyaa...jangan lupa untuk memberi bonus untuk karyawan teladan....juga santunan untuk semua karyawan yang anak yatim piatu..."kata Firdaus menambahkan.Seolah disana tidak ada Gendis."teganyaaaa...kenapa tadi aku kesini.....awas kamu....."ucap Gendis geram dalam hati lalu beranjak pergi,namun tangan Firdaus menariknya cepat."oyaaa...pakde mau telpon hrd dulu...kalian lanjut yaaa...."kata pak Joko sembari memukul pundak Firdaus.Keduanya terdiam lama,Firdaus menghabiskan sebatang rokoknya dan tanpa bicara sepatah katapun.
__ADS_1
"kamu...minta..bayaran apa..dariku.....?"tanya Gendis mengawali pembicaraan.Firdaus memalingkan muka sambil menahan tawa."aku akan memberikan semua asal jangan nikahi Sulis....jangan jadikan sulis istri keduamu....cari wanita lain saja...."kata Gendis serius dan memberanikan diri,Firdaus yang mendengar kata-kata Gendis hampir tersedak ludahnya sendiri dan batuk."astagaaaaaa...gilaaaaaa.....ngapaiiiiin....aku nikah lagiii....ini aja ga habis....habis.....eeets,sebentaaar..tapi bisa dimanfaatin juga...wkwkwkwkwwkwkk"ucap Firdaus dalam hati sambil menahan tawa geli."aku ga akan terima kalo kamu nyakiti sulis...mintalah semua..akan kuberikan....."ucap Gendis sekali lagi.
__ADS_1
"apa kamu bisa menjamin....tidak memperkosaku lagi....?"tanya Firdaus mengagetkan Gendis.Gendis hanya terdiam."mana mungkin aku bisa menjamin....aku tidak tau kenapa kemarin aku kesetanan...apa aku akan kesetanan lagi..atau tidak....aaaaaaach....."gumam Gendis dalam hati sambil garuk-garuk kepala."kamu ga bisa jamin....?...lalu kamu mau bayar apa...?memangnya kamu punya uang...?"tanya Firdaus berpura-pura."aku bisa jadi pembantumu seperti bulek Selamet dan ibu...ibu disini...aku cekatan dalam mengurus rumah...biarlah aku tidak usah dibayar....bagaimana....!"kata Gendis mengagetkan Firdaus."heeeeeeh.....kamu istriku....kenapa minta jadi pembantuuu.....kamu tidak punya jawaban laiin...?untuk apa pembantuuu..lihat di dalam sana ada lima belas lebih pembantukuu......"teriak Firdaus jengkel dan pergi masuk ke kamar,Gendis mengikuti seperti kucing mengikuti tuan nya masuk ke dalam kamar."kenapa tidur di sofa.....?" tanya Gendis melihat suaminya tiduran di sofa.Firdaus tidak menjawab membuat Gendis gelisah."rasaiiiin kamu....biarlah malam ini aku tahan....hasratku...aku senang melihatmu mengejarku...hahahahahahaaaha...."Firdaus tertawa puas dalam hati sambil memalingkan muka membelakangi ranjang Gendis.
__ADS_1