
Pagi hari pukul 04.30 Firdaus bangun dari sofa tempatnya tidur semalam.Matanya melihat ke arah ranjang yang ditempati Gendis semalam kosong,pak Firdaus langsung beranjak mencari ke kamar mandi tidak ada,"dimana dia?atau mungkin dia bunuh diri??"kata Firdaus dalam hati sambil berlari ke teras kamar,namun Gendis tidak juga ditemukan saat berlari menuju pintu keluar,tiba-tiba Firdaus melihat sosok putih-putih di ruang solat.Firdaus lega melihat Gendis."ternyata dia solat...."gumam Firdaus pelan,semalam Gendis tidak tidur hanya menangis di atas kasur,Firdaus yang terganggu dengan suara tangis Gendis pun juga sulit memejam kan mata,Gendis terus memanggil nama Sulis dan Buleknya sambil terus memukul tangan nya.Firdaus menuju kamar mandi dan dengan cepat segera menyusul solat subuh di sebelah Gendis.Selesai solat Gendis menatap sinis Firdaus,Firdaus hanya diam dan memandang wajah cantik Gendis."untuk apa kamu solat??.....kamu adalah tukang zina...percuma kamu solat....binatang lebih baik dari pada kamu"kata Gendis sambil menangis lalu menutup wajahnya dengan tangan dan mukena nya.Firdaus yang berbalut sarung diam dan terus memandangi calon istrinya itu,"ingat.....kamu turuti apa mauku,begitupun aku akan menuruti semua keinginanmu,aku mencari istri yang benar-benar baik,aku tidak mau jika istriku adalah bekas laki-laki lain,ibu dari anakku nanti harus betul-betul sempurna lahir batin nya."kata Firdaus menjelaskan."lantas jika aku bukanlah bekas siapa-siapa,apa kamu bisa menjamin akhlakku???apa kamu sudah sangat suci??kamu mungkin sudah berhubungan badan dengan banyak orang,kamu adalah binatang.....tidak ada manusia sempurna di dunia...pergi kamu aku jijik melihatmu"teriak Gendis geram."ingaaaat satu hal gendis....sekali saja kamu tidak menuruti permintaan ku....kamu akan menyesal....jangan pernah mengusirku dari hadapanmu...menurut apa saja yang aku lakukan padamu kamu tidak boleh menolak apapun yang kulakukan padamu,jika aku ingin memeluk mencium berhubungan badan maka kamu harus melayaniku.belajarlah mencintaiku..karena mulai saat ini sampai tua nanti kamu akan disisiku"jawab Firdaus,Gendis hanya diam ingat perkataan Firdaus yang akan menyakiti Sulis dan buleknya."mintalah padaku...semua akan kuturuti...sebelum aku berubah fikiran"kata Firdaus sambil menarik pelan tangan Gendis agar tidak menutupi wajahnya.namun Gendis membuang muka dan membuat Firdaus marah."sudah ku bilang diam dan turuti semua permintaanku...jangan pernah menolakku.....aku akan menuruti semua permintaanmu,jika aku menarik tangan membelai mencium maka kamu harus diam,tubuhmu adalah miliku..maka bergeraklah sesuai aba-abaku...."bentak Firdaus didekat telinga Gendis."aku hitung sampai sepuluh...jika kamu tidak menyebutkan permintaan mu...maka gugur sudah tidak akan aku lakukan ,sekarang mintalah untuk menebus kesalahanku tadi malam....aku sama sekali tidak berniat memperkosamu semalam...tapi melihatmu..sangat cantik..tubuhmu seksi...aku tidak dapat menahan nafsuku...aku janji tidak akan melakukan itu lagi sebelum kita menikah...aku janji...maafkan aku...."iba Firdaus sambil memeluk Gendis,Gendis yang takut hanya diam karena apapun yang dilakukan Firdaus tidak boleh ditolak."aku janji...menjagamu,....tidak akan ada yang menyakitimu didekatku"kata Firdaus sambil menempelkan dahinya di dahi Gendis."aku jijik,aku benci sama kamu....kenapa kamu ngga bunuh aja aku??"kata Gendis tapi tetap menurut dan tanpa pembelaan."aku hitung sampai sepuluh....sebutkan apa permintaanmu..semua akan kukabulkan...."kata Firdaus sambil mencium bibir Gendis lama,Gendis tidak melakukan perlawanan sedikitpun...air matanya menetes deras,belum hilang rasa sakit hati..sekarang harus dekat dengan orang yang sudah merenggut keprawanannya."satu........dua.......tiga.........."kata Firdaus mulai menghitung."kuliahkan Sulis sepupuku di universitas kedokteran,jadikan rumah dan tanah yang ditempati buleku menjadi milik bulekq,nafkahi bulek ku sampai tua sampai buleku tiada....nafkahi adiku Arya sampai dia bisa bekerja nantinya dan jauhkah paklekku dari bulekku"sahut Gendis sambil menitikan air mata,Gendis begitu putus asa,apa yang dilakukan nya hanya untuk keluarganya."iyaa.......".jawab Firdaus membisikan di telinga Gendis,sambil mendekap tubuh Gendis,Gendis pun terpaksa mengikuti geraknya karena takut,Gendis masih belum yakin apakah permintaannya akan benar-benar dikabulkan."mintalah semua...mintalah dunia seisinya akan kuberikan..biarkan aku menebus kesalahanku...aku tau kamu gadis baik-baik."kata Firdaus."tentu saja kamu tau aku gadis baik-baik...karena semalam kamu baru saja membuktikan kalau aku tidak bekas siapapun."jawab ketus Gendis sambil menundukan wajahnya ke tangan."sudah lepaskan mukena mu,ayo ke ranjang istirahatlah.....ayoo...."Gendis ta kuasa menolak semua permintaan Firdaus meskipun dalam hatinya sangat benci.Dengan tertatih-tatih Gendis berjalan ke kasur."aaaah.....ssssst......"gendis kesakitan di bagian sensitif nya."apanya yang sakit??"tany Firdaus pelan."aku sangat membencimu....ingin rasanya aku membunuhmu..sakitku ini akan ku ingat seumur hidupku...dasar baj****n"teriak Gendis dalam hati."jawablah saat aku mengajakmu berbicara aku tidak suka..dan satu hal kamu jangan pernah memeperlihatkan ketidaksukaanmu kepadaku dihadapan orang lain....dan jangan ceritakan tentang tadi malam pada siapapun....jika tidak aku akan melakukan apapun yang kusuka."kata Firdaus sambil mengangkat tubuh Gendis dan membopongnya ke kasur."ini sakit???"tanya Firdaus sambil menunjuk bagian sensitifnya."iya...."jawab Gendis judes,tapi takut jika tidak menjawab.