Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
makan malam 2


__ADS_3

Malam itu Gendis bersiap-siap menyambut kedatangan bulek Luluk dan Sulis,di depan kaca Gendis merias wajah dan menyisir rambutnya,dibelakang meja rias Firdaus memandangi Gendis tak berkedip."dia memang cantik.."gumam Firdaus sambil mengusap dagunya,lalu berdiri mengahmpiri Gendis dan memeluknya dari belakang gemas.Gendis tak bereaksi dia tetap fokus pada cermin,firdaus semakin menjadi mencium leher Gendis dan mencium bibirnya.Gendis menambahkan lisptik ke bibirnya lagi dan lagi-lagi Firdaus mencium bibir Gendis.Gendis kesal dan menaruh lipstiknya namun tak bicara sepatah kata pun."andai aku bisa...akan kujambak rambutnya....kujatuhkan dari lantai dua"guman Gendis benci."ini...pakai lisptikmu...aku tidak akan mengganggu lagi".kata Firdaus sambil menyodorkan lipstik Gendis."ini hape baru untukmu....aku sudah menyimpan nomorku...nomor pak Joko..dan mbok Darmi....pakailah...."kata Firdaus sambil menyodorkan box handphone.Gendis hanya menatap tak menjawab sepatah katapun."kamu ngga suka?mau warna apa?....mau merk apa??"tanya Firdaus pelan ,Gendis menggeleng dan mengambil hp nya"apa kamu akan menepati janjimu....?kuliahkan Sulis ke universitas kedokteran..."kata Gendis sambil menatap wajah Firdaus memelas."nanti lihat aja....."jawab Firdaus sambil memeluk Gendis gemas.Gendis menghela nafas panjang dan menunduk sambil meneteskan air mata".Suliiiis.....aku jual tubuhku..untuk kalian...."kata Gendis dalam hati,serasa sesak dada Gendis.Firdaus yang tidak menyadari hanya memejamkan mata sambil mencium kepala Gendis,Gendis mengusap air matanya dan menatap Firdaus."berikan Sulis hape baru juga seperti ini...."pinta Gendis penuh harapan,Firdaus hanya diam dan Gendis hanya berfikir apakah dia terlalu banyak permintaan,lalu Firdaus menuju laci dan mengambil sesuatu di sana dan menghampiri Gendis lagi."ini handphone dengan kualitas sama seperti punyamu...hanya saja merk nya berbeda....bagaimana....?kalo kamu ga suka besok biar dibelikan pak selamet dulu."kata Firdaus sambil menyodorkan box hp lagi."tidak...ini saja...."jawab Gendis sambil mengambil hp dari tangan Firdaus."tok...tok ..tok...."terdengar suara orang mengetuk pintu,Firdaus membuka pintu dan terlihat Yu darmi."bulek nya Gendis datang menunggu dibawah...semua orang juga sudah berkumpul...."kata yu Darmi,Firdaus menganguk dan menutup pintu."ayoo....."ajak Firdaus kepada Gendis,Gendis menghela nafas berat dan berdiri sambil merapikan riasanya."BismiLLah...."kata Gendis pelan sambil mengusap wajahnya,Gendis dan Firdaus turun ke lantai satu,disana ternyata sudah kumpul banyak orang,semua karyawan dirumah dan tentu saja bulek Luluk dan Sulis,semua mata terpukau melihat kecantikan Gendis.Gendis sedikit berlari meninggalkan Firdaus menuju bulek Luluk,Gendis menahan air mata dan memeluk bulek Luluk dan Sulis secara bergantian."dimana Arya?......"tanya Gendis sambil mecari-cari keberadaan Arya."mbaaaaak...."teriak Arya sambil mulutnya penuh dengan makanan.Gendis melihat Arya sambil tertawa."haaaaa....habiskan makananmu baru bicara arya...."kata Gendis sambil menuju Arya dan memeluk erat tubuh Arya."waaaaaaau.......mbak Gendis kayak peri....kayak...pilem kartun...cuantiiiiik jan ....poool....bajumu bagus sekali mbak....dikasih tetangga ya mbak...kog tumben ngasihnya bagus...."tanya Arya tanpa jeda.Sulis datang mengahmpiri"heeeeeh...brisik....ini bajunya mbak Gendis dari calon suaminya....tau.....ngawor kamu...."sahut Sulis sambil mengacak-acak rambut Arya."looo...mas ahmad disini juga??..."teriak Arya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok Ahmad,Sulis langsung membungkam mulut Arya.Firdaus yang mendengar jelas langsung mengahampiri Gendis dan menggandeng tangan Gendis,Gendis ketakutan dan mencengkeram pelan tangan Firdaus,wajahnya menatap melas kepada Firdaus seolah memohon ampun."mari kita duduk dan makan....pasti sudah lapar..silahkan semua ambil sesuka hati jangan sungkan-sungkan...silahkan..anak-anak itu ..sana ambil..kue-kue....dan es cream...."kata Firdaus sambil menuntun Gendis kearah meja makan,Firdaus duduk di sebelah kanan Gendis.Sulis dan bulek Luluk bingung mencari tempat dimana mereka harus duduk,gugup karena baru pertama kali."buleeeek...duduk disampingku sini bulek..."ajak Gendis sambil melambaikan tangan kerah bulek Luluk.Bulek Luluk pun mengikuti dan duduk disamping Gendis."eeehm.....siapa....?sulis...?.sini duduk disamping sini....ayoo"kata Firdaus dan menunjuk kursi di sampingnya,Gendis yang ingat kata-kata Firdaus kemarin akan mencelakai Sulis menjadi ketakutan dan memegang tangan Firdaus sambil menggeleng dengan wajah memelas"baik....."kata Sulis dan langsung duduk disamping Firdaus."jadi ini....Sulis...."kata Firdaus sambil tangan nya memegang pundak Sulis tapi matanya kearah Gendis sambil tersenyum licik."aku kerjain kamu Gendis....takutlah padaku.....wkwkwkwkwwkkwwkk"kata Firdaus tertawa dalam hati.


__ADS_2